MENIKAH KARNA WASIAT

MENIKAH KARNA WASIAT
Penawaran tante Alyssa


__ADS_3

...Assalamu'alaikum, semuanya!^^...


...Alhamdulillah urusan aku sudah selesai, dan insyaallah akan kembali update seperti biasa:)) ...


...Allah menguji setiap orang dengan ujian yang berbeda-beda, karena setiap orang memiliki tingkat kesabaran, toleransi, dan keimanan yang berbeda. Dan jika Allah membawamu ke dalam suatu kondisi (cobaan), Dia juga akan memberimu jalan untuk melaluinya hingga kau akan merasakan manisnya kebahagiaan setelah melalui derasnya badai cobaan yang menerjang dan hampir melumpuhkan mu. ...


...(Kata-kata mutiara) ...


...~Happy Reading~...


Ria tampak melamun sepanjang perjalanan pulang ke rumah. Ia menatap kosong ke arah jendela luar kaca  mobil. Kejadian yang ia alami di mall tadi benar-benar membekas dalam ingatannya. Takut, sedih dan marah bercampur menjadi satu dalam dada Ria. Rasanya Ia ingin menangis bila mengingat kejadian itu. Tapi, sayangnya Ia tidak berani mengadukan hal ini pada Aldi. Bagaimana Kenzo melecehkan dirinya.


"Sayang, kamu kenapa? Tidak enak badan? Hmm?" Suara serak Aldi membuat lamunan Ria buyar. Ia menoleh menatap sang suami yang tengah menyetir mobil dan menatap sekilas padanya.


Aldi menghentikan mobilnya ketika lampu merah menyala.


"Mas..."


"Apa sayang?"


Ria menghela napas berat."Tidak apa-apa," ucapnya, mengurungkan niatnya membuka suara untuk mengadukan hal tadi.


"Anak kita semakin tumbuh dan berkembang dalam perut kamu, Mas sudah tidak sabar menunggu kelahiran anak pertama kita," ucap Aldi dengan semburat kebahagiaan yang terpancar dari wajahnya. Satu tangannya terulur menyentuh bagian perut Ria dibalik baju.


"Kok anak pertama? Ini anak kedua kita Mas, kan Raja lebih dulu yang lahir," balas Ria yang tampak kesal. Akhir-akhir ini mood wanita itu mudah berubah-ubah, contohnya seperti ini.


"Maaf sayang..." Hanya itu yang keluar dari mulut Aldi. Pasalnya ini anak pertamanya bersama Ria dan tentunya dari darah daging sendiri. Walaupun Raja sudah ia anggap seperti putranya sendiri tapi tetap saja beda.


"Mau mampir dulu ke minimarket?"

__ADS_1


Ria menggeleng lemah menanggapi tawaran suaminya saat ini. Ia benar-benar tidak mood melakukan apapun saat ini termasuk membeli cemilan yang selalu menemaninya saat malam hari. Biasanya saat malam ia mudah lapar. Sementara Aldi menghela napas pelan, seperti istrinya tersebut tersinggung dengan ucapannya tadi. Sedangkan Raja tertidur pulas di jok belakang mobil.


Kini, mobil hitam lamborghini itu memasuki area pekarangan rumah dan di balik jendela kaca yang tertutup tirai gorden Alyssa mengintip dan memperhatikan pasangan suami istri itu keluar dari mobil.


"Sini, Mas bantu sayang," ucap Aldi yang membuka, kan, pintu mobil untuk sang istri dan berniat memapah Ria yang tampak kelelahan.


"Tidak usah Mas, aku bisa jalan sendiri tanpa harus di bantu, lebih baik Mas bawa masuk Raja ke kamar," balas Dinda.


Aldi mengangguk terpaksa dan menuruti ucapan Ria. Pria itu membuka pintu mobil belakang dan menggendong Raja dan membawanya masuk ke dalam rumah menuju ke kamar. Setelah Aldi masuk ke dalam, kini Ria menyusul dengan langkah pelan, tiba-tiba kakinya melemas dan sedikit tak mampu menopang berat tubuhnya sendiri. Mungkin ini karna pengaruh kehamilannya yang sudah menginjak usia enam bulan.


"Tante... " sapa Ria ramah serta senyuman tipis yang terbingkai di wajahnya tatkala berpapasan dengan Alyssa yang hendak keluar rumah. Wanita paruh baya itu terlihat rapi dengan pakaian perginya.


"Tidak usah menyapa ataupun ingin terlihat akrab dengan saya! Mau kamu sebaik apapun pada saya tidak akan membuat rasa benci saya akan  hilang pada kamu, Ria! Kamu pikir saya tidak tahu tentang masa lalu kamu yang dulunya seorang pelacur! Saya heran dengan Aldi yang dengan suka rela menampung wanita kotor yang penuh dosa seperti kamu!" Ucapan pedas itu keluar dari mulut Alyssa yang berhasil menggoreskan luka di hati Ria.


Mata Ria tampak berkaca-kaca, ia meremas kuat dress hitam yang membalut tubuhnya saat ini. Bibirnya seperti dilakban dan tenggorokannya tercekat, untuk mengeluarkan sepatah kata pun ia tak mampu. Sakit, nyeri dan sesak meremas kuat dadanya saat ini. Ia akui, masa lalunya memang sangat buruk, ia juga tidak pernah menyangka takdir akan membawanya bertemu Aldi hingga mereka berdua terikat dalam sebuah pernikahan sakral hingga tubuh buah cinta mereka berdua di rahimnya.


Alyssa tersenyum puas melihat semburat kesedihan yang tercetak jelas di wajah dari istri keponakannya itu. Kalau bisa ia buat Ria terus tertekan berada di rumah ini, hingga wanita itu sendiri yang memilih pergi. Setelah puas menatap Ria, Alyssa melenggang pergi meninggalkan Ria.


Tidak ada jawaban dari bibir Ria yang bergetar menahan tangis. Yang wanita itu rasakan sangat sakit sekali dibagian ulu hati seakan sebilah tombak menghujam dadanya sangat dalam. Tubuh mungil Ria menubruk Aldi dan memeluk erat suaminya. Satu-satunya orang yang sangat peduli dan mencintainya, Aldi tempat ia bernaung dari kejamnya dunia dan orang-orang yang menghina dirinya secara terang-terangan karna masalalunya


"Sayang, kamu kenapa? Apa perutnya sakit lagi?" Aldi kembali melontarkan pertanyaannya.


Lagi-lagi tidak ada jawaban, hanya suara  isak tangis Ria. Aldi langsung mengangkat tubuh sang istri yang bergetar karna isak tangis yang semakin menjadi-jadi. Ia tidak tahu apa yang terjadi sebelumnya pada sang istri.


Aldi dengan hati-hati membaringkan  Ria di atas kasur. Ia segera menyalahkan AC, buliran keringat membasahi wajah wanita itu.


"Mau ganti baju dulu? Hmm?" tanya Aldi sembari menyodorkan segelas air putih. Ria menggeleng pelan membalas ucapan suaminya dan langsung meminum air putih yang diberikan sampai tandas. Tampak wanita itu sangat kehausan.


"Nanti Mas pijitin kaki kamu, pasti kaki kamu sakit sampai kamu menangis seperti ini." Aldi mengusap air mata yang membasahi pipi Ria.

__ADS_1


"Tapi katanya hari ini Mas ada praktek? Nanti aku minum obat saja supaya kakinya tidak sakit lagi..." balas Ria sesegukan. Ia masih bungkam dan tidak ingin mengadu dengan perlakuan dan ucapan yang Alyssa lontarkan padanya.


Aldi tersenyum tipis."Tapi kamu lebih penting sayang, kondisi kamu saat ini tidak baik-baik saja. Biar Mas telpon anak buah Mas kalau hari ini tidak bisa praktek. Kalau nanti Mas pergi tidak ada yang merawat kamu. Kamu mau apa-apa nanti jadi susah kalau Mas tidak ada di samping kamu," tutur Aldi meraih tangan mungil Ria dan mengenggamnya.


Pelupuk mata Ria semakin membanjir mendengar ucapan suaminya yang membuat ia terharu atas perhatian yang diberikan.


•••••


Kenzo menyandarkan tubuhnya di bahu sofa dan tatapan matanya menelisik penampilan wanita paruh baya yang kini duduk berhadapan dengannya.


"Ada perlu apa anda ingin bertemu dengan saya?" tanya Kenzo langsung keintinya.


Alyssa yang menatap kagum isi dalam mansion milik Kenzo langsung merotasikan pandangan matanya pada Kenzo dengan senyuman lebar serta membenarkan posisi tempat duduknya.


"Jadi, Tante ke sini ingin memberikan penawaran yang sangat menarik untuk kamu. Tante jamin kamu tidak akan menolak penawaran ini," ucap Alyssa. Satu alis Kenzo tertarik mendengar itu.


"Memangnya anda ingin memberikan penawaran apa? Kerja sama antar perusahaan?"


Alyssa mendesah pelan."Bukan itu, tapi ini tentang Ria."


Pupil mata Kenzo membesar mendengar nama Ria, seakan nama wanita itu mampu membuat jantung Kenzo berdegup kencang . Sementara Alyssa menyeringai melihat perubahan raut wajah Kenzo mendengar nama wanita yang menurutnya akan memberikan keuntungan padanya.


"Sebenarnya, Aldi tidak benar-benar mencintai Ria. Kamu tahu sendiri, kan, tidak ada laki-laki yang dengan mudah menerima masa lalu buruk seorang perempuan apalagi Ria itu mantan pelacur. Aldi hanya ingin bersenang-senang dengan Ria, setelah bosan dia akan menyingkirkan Ria begitu saya. Miris bukan?" ucap Alyssa dengan ekpresi wajah dibuat sesedih mungkin.


"Anda tahu dari mana Aldi tidak mencintai Ria?" Kenzo menatap ragu dengan ucapan Alyssa.


"Tentu Tante tahu, karna Aldi keponakan Tante. Kasihan Ria, apalagi kondisinya sekarang sedang mengandung. Kalau kamu benar-benar menginginkan Ria, Tante bisa saja membantu kamu..." ucap Alyssa melirik bingkai foto pernikahan Kenzo dengan mendiang istrinya di ruang tamu. Sementara Kenzo diam dan kerutan muncul di dahinya seakan tengah berpikir dengan penawaran wanita paruh baya itu.


Terima kasih sudah mampir🙏 Dan jangan sungkan komen bila cerita ini ada kekeliruan dan kesalahan dalam penulisannya.

__ADS_1


Jangan lupa mampir ke akun


Instagram dan tik tok ku 👉 @khazana_va


__ADS_2