
...MAAF YA KEMAREN MAU STOP NGELANJUTIN CERITA INI. AKU BENAR-BENAR PUSING BANGET. SUDAH BEBERAPA MINGGU LIBUR NULIS MEMBUAT AKU LUPA CARA MEMBUAT CERITA....
...MAAF CERITANYA BANYAK KESALAHAN KARNA HAMPIR LUPA CARA BUAT CERITA😇...
...DOAKAN SEMOGA AKU BISA NGELANJUTIN CERITA INI💜...
...TERLALU NIKMAT MENJADI SEORANG PEMBACA💞...
...~Happy reading~...
"Kenapa ke hotel?Bukannya kita langsung pulang ke Surabaya?" tanya Ria yang tidak di gubris oleh Aldi.
Aldi keluar dari mobil setelah itu di susul oleh Ria yang memasang wajah cemberut,kesal dengan sikap Aldi yang tiba-tiba mendiamkan dirinya.Sembari menenteng tas belanjaannya yang cukup berat,Ria berjalan cepat ke arah Aldi yang sudah meninggalkan dirinya.
"Ih, kenapa aku di tinggal."
Ria menatap marah pada sang suami dan langsung mengenggam jemari Aldi dengan erat,takut terpisah dan tersasar.
"Mas Aldi kenapa?Perasaan tadi tidak seperti ini," ujar Ria dan Aldi menghentikan langkahnya.Pria itu menatap ke arah Ria yang mendongak menatap dirinya.
Aldi mendekatkan wajahnya pada Ria yang sedikit menjauh.
"Pria tadi siapa?" tanya Aldi kembali menegapkan tubuhnya.
Ria memiringkan kepalanya, membuat wanita itu tampak menggemaskan dengan bibir mengerucut.
"Pria yang mana?" tanya balik Ria bingung.
"Oh, Mas Albian!" pekik Ria dan Aldi menatap tajam pada istri kecilnya itu.
"Mas cemburu?Kan sudah aku jelasin kalau Mas Albian itu hanya masalalu aku dan sekarang aku tidak memiliki perasaan apapun dengan dia," jelas Ria.
Ria mendekatkan dirinya pada Aldi yang masih dengan wajah datarnya.Dia memeluk tubuh besar nan hangat suaminya.
"Mas Aldi kalau cemburu belakangan,tadi pas ada Mas Albian diam saja tidak marah," ujar Ria terkekeh.Sedangkan Aldi mendelikkan matanya.
••••
Baru saja Aldi membuka pintu kamar hotel, Ria langsung masuk dan menjatuhkan tubuhnya di kasur dengan napas terengah-engah. Aldi hanya bisa geleng-geleng kepala.Dia meletakkan tas belanjaan milik istrinya di atas meja dekat lemari.
"Jangan seperti itu lagi Ria, kamu sedang hamil," tegur Aldi sembari melepaskan jaket yang melekat di tubuhnya.
Ria hanya terkekeh mendengar teguran suaminya.Ia menatap langit-langit kamar.
"Mas Aldi besok kita langsung pulang ke Surabaya kan?Kasihan Raja di tinggal terlalu lama."
"Hmm..., "hanya deheman yang Ria dengar dari Aldi.
"Sayang,cuci dulu kaki dan tangan kamu, baru berbaring lagi di kasur."titah Aldi yang membuka bajunya.
__ADS_1
Ria yang tengah asyik berbaring di kasur langsung menghela napas kasar mendengar ucapan Aldi.Kaki mungilnya berpijak ke lantai keramik yang dingin. Wanita itu berjalan ke kamar mandi, baru satu langkah kakinya masuk ke dalam suara bariton membuat langkahnya terhenti.
"Mau ke mana?" tanya Aldi.
"Tadi'kan Mas suruh aku ke kamar mandi. Lalu, kenapa masih bertanya." ujar Ria kesal.
Aldi berjalan ke arah Ria."Iya,Mas memang menyuruh kamu ke kamar mandi, tapi tidak sendirian harus berdua dengan Mas.Kalau kamu kepeleset bagaimana?Kamu juga sedang hamil, sayang..."ujar Aldi dengan nada panjang diakhir kalimat.
Tangan besar Aldi merengkuh jemari mungil Ria.Wanita itu berjalan masuk ke kamar mandi bersama Aldi.
"Sini kakinya."
Ria mendekatkan kakinya yang langsung di gosok-gosok Aldi dengan sabun di bawah air keran yang mengalir dengan lembut pria itu menggosok kakinya.Ria merasa dirinya di perlakukan seperti ratu oleh suaminya. Beruntung sekali dirinya mendapat suami seperti Aldi walaupun kekurangan pria itu suka marah-marah.
Setelah selesai,Aldi menggendong Ria keluar dari kamar mandi.Dia meletakkan istrinya dengan hati-hati di atas kasur.
"Kamu jangan pergi ke mana-mana, Mas ke kamar mandi dulu." Aldi memberikan beberapa jajanan pada Ria, seakan wanita itu anak kecil.
Wanita itu langsung melahap roti coklat yang di berikan Aldi.Pria itu mengusap kepala istrinya dengan sayang setelah itu kembali masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Baru beberapa menit roti yang di berikan Aldi sudah habis di makan oleh Ria.Mungkin karna kehamilannya membuat ia semakin lahap makan dan tidak kenyang-kenyang bila tidak banyak makanannya.
"Coklat aku mana?Perasaan di taruh di sini," Ria mengobrak-abrik isi tas belanjaannya membuat jajanan yang lain berserakan di lantai.
"Kamu cari apa,sayang?" tanya Aldi yang baru keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggangnya.
Pria itu mendekati Ria yang berjongkok di lantai.
"Bukannya sudah kamu makan di mobil tadi."
Ria mengerutkan keningnya."Masa?Perasaan tadi tidak aku makan."
Aldi tersenyum tipis memperhatikan Ria.Semenjak hamil istrinya mirip seperti Anabul.
Aldi mengambil ponselnya yang terletak di atas nakas.Dia mengerutkan keningnya melihat beberapa pesan masuk dari Liona. Entah mau apa lagi gadis tersebut.
"Mas Aldi!" pekik Ria dan Aldi langsung meletakkan ponselnya di nakas.
"Apa sayang?" tanya Aldi merengkuh pinggang Ria.
"Tidak apa-apa cuma ingin memanggil saja," ujar Ria dengan mulut yang penuh biskuit coklat.
Aldi mengecup kening Ria singkat.Dia memeluk istrinya, menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Ria,menghirup aroma memabukkan dari tubuh sang istri yang sangat memanjakan indra penciumannya.
"Eh...,"
Ria tersentak kala Aldi menggendong dirinya dan meletakkan di atas kasur.
"Sekarang tidur sudah malam.Tapi minum dulu," titah Aldi.Pria itu memberikan botol air mineral pada Ria.
__ADS_1
Mata Aldi tak berhenti memperhatikan bibir mungil dan leher jenjang Ria saat meneguk air putih. Sesuatu yang sudah ia tahan beberapa minggu ini makin menjadi-jadi.
"Ini," Ria memberikan botol mineral itu pada Aldi.
"Ria,"panggil Aldi terdengar serak dan berat.
Ria mengernyitkan keningnya melihat tatapan suaminya yang terlihat berbeda malam ini dan suara yang membuat tubuhnya meremang ketika mendengarnya.
Aldi mengikis jarak diantara mereka berdua, hingga hembusan napas mereka saling beradu.Hidung mancung Aldi bersentuhan dengan ujung hidung Ria.Tatapan pria itu jatuh ke bibir ranum nan mungil milik istrinya.
Ria meneguk ludahnya kasar.Tubuhnya jadi kaku tidak bisa menghindar lagi dari Aldi. Terlihat jelas dari tatapan suaminya yang berkabut gairah.
Bibir hangat Aldi menempel sempurna pada bibir Ria yang membolakan matanya.Aldi mencium dan mel*mat bibir Ria tanpa ampun seakan membalas yang kemaren. Sudah beberapa minggu ini ia puasa agar tidak berhubungan badan dengan Ria. Sekarang ia sudah tidak tahan lagi.
Kedua tangan besar Aldi membuka satu persatu kancing baju Ria yang sudah terbaring di kasur.Dia sudah tidak sabaran.
"Kenapa susah sekali membukanya," geram Aldi dengan kancing baju terakhir yang sulit di buka.
"Masa tidak bisa membuka,"ledek Ria tergelak.
Aldi mendengus, dan kembali berusaha membuka baju Ria.Senyuman lebar tercipta di bibir Aldi dan langsung melempar sembarangan baju Ria ke lantai.
" Lain kali kalau sedang berduaan dengan Mas tidak usah pakai bra dan pakai baju yang sekali tarik langsung terlepas."
Ria memutar bola matanya malas mendengar ucapan suaminya.
"Perut kamu sudah mulai besar,sayang." Aldi mengusap-ngusap dengan lembut perut Ria dengan senyuman merekah di bibirnya.
"Tunggu ya nak, sebentar lagi Ayah mau nengokin kamu," ujar Aldi tertawa-tawa dan sudut bibir Ria berkedut mendengarnya.
Aldi kembali mencumbu sang istri yang menikmati setiap sentuhan dan belaian Aldi di setiap inci tubuhnya.
Lenguhan dan d*sahan keluar dari bibir Ria yang sedikit terbuka. Wanita itu begitu menikmati penyatuan mereka malam ini.Sedangkan Aldi menggeram nikmat kala mencapai pelepasannya.Tubuh keduanya bergetar.
Aldi langsung menjatuhkan tubuhnya di samping Ria.Dia menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka berdua.Cucuran keringat membasahi badan keduanya dan aroma khas menguar dari badan keduanya.
Napas Aldi dan Ria masih terengah-engah.Kegiatan yang penuh kenikmatan dan menyalurkan sesuatu yang sudah beberapa minggu ini tidak mereka lakukan.
"Ternyata enak ya," celetuk Ria malu-malu,membuat alis Aldi mengkerut.
"Baru tahu kalau enak bila melakukan itu," sahut Aldi tersenyum bahagia.
Pipi Ria memanas.Dia mengulum senyumannya.
"Kamu mau lagi? Mas masih kuat untuk ke ronde berikutnya,"tawar Aldi.
"Memang boleh?"tanya Ria masih terlihat malu-malu.Entah mengapa ia jadi ketagihan. Mungkin bawaan cabang bayi.
"Tentu boleh sayang."
__ADS_1
Aldi kembali bangkit dan mengukung tubuh mungil Ria di bawahnya.
Bersambung...