
Maaf baru update ya🙏
Happy reading
Di kamar ,Ria menelungkupkan wajahnya di kedua tangannya yang terlipat. Ia tidak bisa membendung air matanya. Bukan ia benci dengan kabar kehamilannya yang tentu akan membawa kebahagiaan bagi semua pasangan.
Tapi trauma masa lalunya membuat Ria ketakutan. Takut Aldi akan meninggalkan dirinya di kala sudah hamil besar.
"Aku takut, aku tidak sanggup harus kembali berjuang seorang diri lagi untuk membesarkan anakku. Aku tidak mau di tuduh pelacur lagi hiks...."
Pecah sudah air mata Ria, meluruh begitu deras. Ia begitu ketakutan kala memori ingatannya tentang cemoohan, hinaan dan fitnah menerjang dirinya tanpa ampun.
"Aku takut hiks... "
Aldi masuk ke dalam kamar yang di sambut kegelapan yang remang-remang di ruangan tersebut dan isak tangisan.
Matanya tertuju pada Ria yang meringkuk di ujung ruangan. Dengan langkah pelan ia mendekat istrinya.
"Ria, kamu kenapa, hmm? Kamu tidak bahagia mengandung anak saya? " tanya Aldi meski ada rasa sesak di dadanya pada kalimat terakhir.
Ria perlahan mendongak menatap Aldi.
"Aku senang dengan kehamilan ini. Tapi aku takut Mas meninggalkan aku, saat aku tengah mengandung.Takut seperti dulu, Rayyan meninggalkan dan mengusir aku ketika meminta pertanggung jawaban atas Raja yang waktu itu masih dalam kandungan. Meski Rayyan sudah berubah jadi pria yang baik dan rela mendonorkan matanya untuk aku demi menebus kesalahan di masa lalu. Tapi trauma itu masih melekat di benak dan ingatan aku hiks... "
Aldi langsung merengkuh Ria dalam dekapannya. Tangan hangatnya mengusap punggung Ria dengan lembut. Ia tidak tahu bila almarhum sahabatnya dulu bersikap kasar dengan Ria, hingga meninggalkan trauma yang begitu membekas pada wanita yang telah menjadi istrinya.
"Saya tidak akan pernah meninggalkan kamu, Ria. Saya mencintai kamu dan tidak mungkin seorang pria tega meninggalkan wanita yang dia cintai, " ujar Aldi.
Pria itu menggendong badan mungil Ria dan meletakkannya di kasur dengan hati-hati.
"Kamu jangan takut, sayang.Saya tidak akan meninggalkan kamu. Hilangkan fikiran negatif itu. Kamu bisa pegang janji saya, kalau saya tidak akan pernah meninggalkan kamu, " ujar Aldi menangkup wajah Ria.
"Kalau Mas bohong bagaimana? " ujar Ria yang masih tampak ragu.
"Semua harta saya untuk kamu. Saya akan buat surat perjanjian bila suatu hari saya meninggalkan kamu maka harta saya semuanya untuk kamu dan saya tidak akan mendapatkan sepeser apapun, " ujar Aldi.
Ria tampak berpikir sejenak.Bila Aldi meninggalkan dirinya, otomatis pria tersebut jatuh miskin. Dan Aldi tidak mungkin meninggalkan dirinya bila semua harta milik pria tersebut jatuh padanya.
"Iya, tapi janji jangan tinggalkan aku, Mas, " ujar Ria dan Aldi menganggukkan kepala.
__ADS_1
Ria memeluk Aldi. Mencari kenyamanan dalam pelukan pria tersebut. Ada kelegaan di hatinya dengan jaminan harta yang di janjikan Aldi.
"Kapan surat perjanjiannya di tanda tangani. Aku mau sekarang surat itu sudah jadi. " ujar Ria mendongak menatap Aldi.
"Kamu mau sekarang juga? " Dan Ria menganggukkan kepalanya kuat.
"Iya.Supaya Mas Aldi tidak meninggal aku karna semua harta Mas Aldi jatuh ke tangan aku, " ujar Ria.
Aldi menghela napas berat. Terpaksa semua hartanya menjadi jaminan agar Ria percaya. Tapi tak masalah asalnya wanita ini percaya dan tetap berada di sisinya.
"Nanti malam saya suruh pengacara saya membuat surat perjanjian itu. Sekarang kamu percaya dengan saya, kan yang benar-benar mencintai kamu? " tanya Aldi.
"Iya, aku percaya. "jawab Ria yang kembali menyusupkan kepalanya dalam pelukan suaminya.
Aldi pucuk kepala Ria dengan saya.
" Saya akan membahagiakan kamu. Hingga rasa trauma dan sakit hati kamu di masa lalu hilang dalam ingatan kamu, Ria. "Batin Aldi.
🍄🍄🍄🍄🍄
" Gila kamu Aldi! "maki Zavier.
Kini, Zavier berada di rumah Aldi untuk mengembalikan Raja yang terus merengek ingin pulang.
Aldi tersenyum tipis.
" Hanya cara itu agar Ria percaya dengan ku. Lagi pula semua harta warisan ku akan jatuh pada Ria. Bila aku meninggalkan dirinya, dan di hati ku tidak pernah terbesit untuk meninggalkannya."
"Dasar bucin! Dulu saja saat kau menyukai Klarisa, kau hanya memberikan dia satu tangkai bunga dan sikapmu tidak seperti orang gila seperti ini, " cerocos Zavier.
Raja duduk di karpet berbulu memperhatikan kedua orang dewasa itu tengah berdebat. Sedangkan Ria tertidur pulas di kamar karna kelelahan setelah Aldi mengajaknya kembali bercinta.
"Dulu hanya cinta monyet. Tapi sekarang aku benar-benar mencintai Ria.Wanita yang berhasil mencuri hatiku"
Zavier mendelikkan matanya mendengar ucapan lebay Aldi. Entah seenak apa mencintai itu. Zavier belum merasakan mencintai orang yang tepat, ia bahkan belum mendapatkan tambatan hatinya sampai saat ini.
"Tapi, apa kamu pernah berpikir bila kamu tidak akan meninggalkan Ria. Bisa saja Ria yang meninggalkan kamu haha.... " ledek Zavier di akhiri tawa yang cukup keras.
Tatapan Aldi menajam dan rahangnya mengeras mendengar ledekan Zavier.
__ADS_1
"Ria tidak akan meninggalkan ku. Apalagi dia tengah mengandung anakku. " ujar Aldi dan tawa Zavier terhenti.
"What! Secepat itu Ria mengandung anak mu. Wah Raja akan punya adik, " ujar Zavier yang tampak kaget tapi ikut bahagia karna temannya ini akan punya anak dari hasil kerja kerasnya.
Aldi sekilas melihat ke arah Raja yang sibuk memainkan boneka Dinosaurus nya.
*******
Aldi membelai pipi Ria dengan lembut, membuat wanita merasa terusik dan menggeliat. Bukannya bangun wanita itu kembali tertidur dan mencari kenyamanan.
"Sayang, bangun.Makan dulu, sayang. "
Aldi meniup-niup wajah Ria sesekali mencium wajah sang istri.
"Aku masih ngantuk, " gumam Ria dengan mata yang masih terpejam.
"Makan dulu. Kasihan dedenya kalau kamu tidak makan, " ujar Aldi mengusap-ngusap perut rata Ria di balik selimut.
"Aku tidak mau makan. Mau tidur, ngantuk. " ujarnya.
Aldi menghela napas barat. Selintas ide muncul di otaknya. Ia langsung menyingkirkan selimut dari badan Ria dan menggendong istrinya seperti koala.
Aldi membawa Ria keluar dari kamar. Melangkahkan kakinya dengan sangat hati-hati menuju ke ruang makan.
"Unda, idul Yah? " tanya Raja yang ada di ruang makan sambil memakan biskuit yang di berikan Aldi.
"Iya, Nak. Bunda kamu kecapean. " jawab Aldi.
Pria itu mencepol rambut Ria asal. Sedangkan wanita itu masih menutup matanya.
"Sayang, ayo makan dulu. Nanti setelah makan baru tidur lagi, " ujar Aldi dan perlahan Ria membuka matanya.
"Yah, itu apa. Meyah-meyah di lehel Unda? " tanya Raja sambil menunjuk leher Ria yang terdapat bercak-bercak kemerahan.
Aldi gelagapan termasuk Ria yang langsung membuka matanya sempurna.
"Ini di gigit nyamuk, " jawab Aldi asal.
"Iih, ngeli Aja tacut Ayah di jijit nyamuk sepelti Unda, " ujar Raja yang memasang ekspresi takutnya dan Aldi bisa bernapas lega.
__ADS_1
Untung anak ini mudah di bohongi.
Bersambung...