
Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komen, vote dan hadiah.Terima kasih.
Happy reading
Aldi yang tengah membaca berkas dokumen, sesekali menatap ke arah pintu keluar. Hampir setengah jam lebih Ria tidak kembali lagi ke ruangan ini.
"Ke mana dia?"gumam Aldi menatap arloji di pergelangan tangannya,"tidak mungkin Ria mengantri di kantin. Ini belum jam makan siang para karyawan."
Aldi merapikan berkas dokumennya di meja. Dia bangkit dari kursi kebesarannya untuk mencari Ria. Ada rasa risau dan khawatir di benak Aldi pada Ria yang tidak kunjung kembali lagi ke sini. Perasaannya mendadak tak enak, seolah ada sebuah hal buruk yang menimpa istrinya.
Baru beberapa langkah kakinya menuju pintu keluar.
Brak!
Asistennya, Dennis masuk ke dalam ruangan Aldi dengan membawa Ria dalam gendongannya yang sudah tidak sadarkan diri. Darah menetes dari kaki Ria. Celana wanita itu sudah di penuhi oleh darah.
"Dennis, istri saya kenapa? Dan... darah ini," Aldi sangat terkejut dengan kedatangan Dennis membawa Ria yang sudah hilang kesadarannya.Apalagi melihat darah yang merembes dari celana Ria.
"Saya tidak tahu apa yang terjadi dengan Nona Ria sebelumya.Tapi saat saya temukan di koridor dekat gudang Nona sudah dalam keadaan pingsan seperti ini, Tuan," tutur Dennis.
"Sini, biar saya yang menggendong,Ria. Kamu cepat siapkan mobil." perintah Aldi yang di angguki Dennis.
"Sayang, kamu kenapa?"ujar Aldi menatap Ria dalam gendongannya sembari melangkah keluar dari ruangannya untuk segera membawa Ria menuju ke rumah sakit.
Semua karyawan memperhatikan CEO di perusahaan tersebut yang terlihat panik bercampur khawatir yang terbingkai jelas di raut wajahnya apalagi melihat wanita yang tengah di gendong pemimpin perusahaan itu.
"Dennis cepat!" teriak Aldi yang sudah sangat panik.
Dennis memberhentikan mobilnya di depan Aldi yang langsung memasukkan Ria ke dalam mobil. Beruntung ada satpam yang dengan sigap membukakan pintu mobil untuk Aldi.
__ADS_1
"Cepat jalan, Dennis." titah Aldi.
Mobil tersebut mulai jalan. Sedangkan di dalam mobil Aldi mengusap kepala Ria yang sudah di banjiri keringat. Dan darah yang mengenai jas dan celana Aldi.
"Kenapa darah begitu banyak sekali keluar? Apa Ria keguguran?" gumam Aldi. Wajah pria itu tiba-tiba memucat kala mengucapkan kalimat terakhir.
Dennis memilih diam tanpa ingin berkomentar. Entah apa yang telah terjadi dengan Nona mudanya itu. Kalaupun keguguran, apa menyebabnya?
Tidak terlalu lama. Mobil Lamborghini berwarna hitam tersebut sudah sampai di depan rumah sakit. Aldi segera turun dari mobil sembari mengeluarkan Ria di dalam sana dan menggendong wanita itu.
"Dennis kamu kembali ke perusahaan. Tolong jaga Raja yang ada di kamar pribadi saya. Dan cek CCTV." perintahnya.
Aldi membawa masuk Ria ke dalam rumah sakit tempat ia bekerja. Memang tidak terlalu jauh jarak antara perusahaannya dan rumah sakit.
"Suster panggil dokter Arumi!" ujar Aldi dengan intonasi suara yang meninggi.
Pria itu membawa Ria masuk ke dalam ruang UGD untuk proses menanganan lebih intensif . Tidak berapa lama dokter Arumi spesialis kandungan datang.
"Istri saya di temukan sudah dalam keadaan seperti ini, Dok. Dan darah yang terus keluar. Apa mungkin dia keguguran?" tanya Aldi begitu cemas.
"Saya belum bisa menduga ataupun menyimpulkan istri, Dokter Aldi keguguran sebelum melakukan pemeriksaan.Silahkan Dokter Aldi keluar, kami akan melakukan penanganan," ujar dokter Arumi.
"Saya mohon selamatkan anak dalam kandungan istri saya," ujar Aldi dengan nada suara memohon.
"Saya tidak bisa menjanjikan untuk hal itu. Tapi saya akan melakukan yang terbaik untuk keselamatan kandungan istri, Dokter Aldi." ujar Arumi.
"Terima kasih, Dok."ucap Aldi. Setelah mengucapkan itu pria tersebut keluar dari ruangan itu. Namun, saat kakinya sudah akan keluar dari ruangan tersebut. Ia menatap ke arah Ria dengan rasa pedih di hatinya yang bercampur dengan ketakutan, takut anak dalam kandungan Ria tidak bisa di selamatkan.
******
__ADS_1
Di tempat lain, Dennis terlihat sangat terkejut dengan apa yang dia lihat di layar CCTV. Liona, putri dari bapak Irwan yang menjadi penyebab Nona Ria seperti ini.
"Bagaimana aku mengatakan hal ini dengan tuan Aldi. Sedangkan perusahaan sudah melakukan perjanjian kerja sama. Bila aku mengatakan yang sebenarnya, tentu tuan Aldi akan membatalkan kerja sama, dan pasti perusahaan mengalami kerugian besar," ujar Dennis.
"Bagaimana bila kita rahasiakan saja dari tuan Aldi .Kita katakan saja nona Ria terpeleset atau karna kecerobohannya sendiri,Pak Dennis. Setidaknya setelah kerja sama antar perusahaan selesai baru kita mengatakan yang sebenarnya." tutur Siska, merupakan sekretaris Aldi.
"Tapi... bagaimana bila tuan Aldi akhirnya akan mengetahui semuanya. Apa yang harus kita lakukan?" ujar Dennis.
"Bagaimana kita lenyapkan atau kita simpan bukti CCTV itu.Kemajuan perusahaan lebih penting dari nona Ria.Karna ini merupakan kesempatan besar bagi perusahaan ini agar berkembang lebih pesat lagi,melakukan kerja sama dengan pak Irwan," ujar Siska mendekati Dennis yang masih diam dengan pemikirannya.
🍄🍄🍄🍄🍄
"Bagaimana dengan keadaan istri dan kandungannya?" tanya Aldi yang langsung mendekati dokter Arumi yang baru keluar dari ruang UGD.
Dokter Arumi menghela napas panjang."Begini, Dokter Aldi. Kandungan istri anda sangat lemah.Kalau pun tetap di pertahankan kasihan istri anda yang akan setiap saat akan merasakan sakit di bagian punggung, perut yang tiba-tiba kram dan pendarahan ringan yang akan terjadi pada bagian organ intimnya,"tutur dokter Arumi.
"Bila anda setuju untuk pengangkatan janin dalam kandungan istri, Dokter Aldi, silahkan tanda tangan surat perjanjian," ujar dokter Arumi.
Aldi memejamkan matanya dengan tangan terkepal kuat. Pilihan yang sangat sulit baginya, memilih tetap mempertahankan anaknya atau Ria. Dengan hembusan napas panjang Aldi menatap dokter Arumi yang menunggu jawabannya
"Saya memilih tetap mempertahankan janin dalam kandungan istri saya, Dok." jawab Aldi.
Bolehkan kali ini ia egois. Bagaimana pun Ia ingin Ria mengandung dan melahirkan darah dagingnya. Umurnya sudah sangat cukup untuk memiliki anak. Meski sudah ada Raja tapi tetap berbeda. Karna Raja anak tirinya.
"Apa anda yakin? Masalahnya istri anda akan begitu tersiksa dengan kehamilannya."
"Saya sangat yakin. Jadi tolong selamatkan janin dalam kandungan Ria," mohon Aldi dan terpaksa dokter Arumi mengiyakan.
"Baiklah." jawabnya.
__ADS_1
Dokter Arumi kembali masuk ke dalam ruangan.
"Maafkan Mas, Ria. Mas ingin anak kita selamat. Mungkin sedikit menyiksa kamu. Maaf bila Mas egois." ujar Aldi menatap lurus pada pintu UGD .