Menikahi Pewaris Tunggal

Menikahi Pewaris Tunggal
Nenek 1


__ADS_3

Beberapa hari ini tante ratih sering berkunjung ke toko kirana, entah itu untuk membeli tanaman, atau hanya sekedar bercerita cerita saja.


Tidak hanya kirana, nenek pun juga sudah kenal dengan tante ratih, mereka sering mengobrol, menceritakan tentang kehidupan masing masing.


Tante ratih yang sangat baik dan keibuan, sudah mencuri hati kirana, kirana merasakan sosok seorang ibu dari tante ratih, sehingga kirana sangat nyaman berada di samping tante ratih.


"Hallo kirana.." setu tante ratih dari pintu masuk yang barusaja datang.


Kirana menoleh dan tersenyum menghampiri tante Ratih.


"Hallo tante, bagaimana kabar tante hari ini.?" seru kirana.


"tentu saja tante baik baik saja seperti biasa" saut tante ratih riang.


"Kamu sendiri bagaimana.?" lanjut tante ratih.


"aku selalu baik setiap hari tante." saut kirana dengan girang.


Kirana mempersilahkan tante ratih duduk, dan membawakan minuman.


"tidak usah repot repot sayang, oh ya dimana nenek mu?" tanya tante ratih.


"Nenek seperti nya ada di kamar nya tante, sebentar kirana panggil dulu. " seru kirana sambil berjalan menuju kamar nenek.

__ADS_1


"tok.. tok.. tok.. nek apa nenek di dalam ?" seru kirana memanggil nenek dan mengetuk pintu.


"Iyaa kirana, ada apa.." praaakkk


seketika terdengar seperti gelas pecah di dalam kamar nenek.


Dengan panik kirana membuka pintu kamar nenek, dan betapa terkejut nya dia melihat nenek yang sudah tersungkur di lantai dengan pecahan gelas yang berserakan.


"Nek ! nenek tidak apa apa.?" seru kirana menghampiri nenek dengan muka pucat.


"tidak apa apa sayang, hanya saja nenek sedikit pusing." lirih nenek pelan sambil memegang kepala nya.


"Benarkah nek ? ayo nek aku antar ke rumah sakit saja .!" seru kirana khawatir.


"tidak nek ! pokok nya kita harus ke rumah sakit. " tukas kirana mengernyitkan dahi nya, kirana sungguh sangat khawatir dia tidak mau terjadi apa apa pada nenek nya.


"Kirana, nenek rosma apa kalian baik baik saja ? " tanya tante ratih khawatir, ia berdiri di depan pintu kamar nenek.


"tidak apa apa nak ratih, saya baik baik saja kok. " lirih nenek pelan kepada ratih.


"tidak apa apa nya gimana sih nek, lihat nenek terlihat pucat sekali." ketus kirana dengan wajah khawatir nya.


"tante silahkan masuk " seru kirana.

__ADS_1


"ahh iya, maaf ya saya lancang masuk ke dalam rumah, soal nya tadi saya dengar dari luar suara beling pecah, saya takut terjadi apa apa makanya saya susul kesini. " jelas tante ratih.


"Nenek rosma apa tidak sebaiknya kita ke rumah sakit saja ? biar saya antarkan " lanjut ratih yang khawatir melihat kondisi nenek rosma.


"Iya nek, kita harus ke rumah sakit, nenek jangan keras kepala begitu, kalau terjadi apa apa nanti bagaimana, apa nenek sudah tidak sayang lagi padaku.?" seru kirana lirih, airmata menggenang di kelopak matanya.


"baiklah baik, ayo kita ke rumah sakit, sudah jangan menangis lagi, kau terlihat jelek sekali kalau menangis." canda nenek berusaha menghibur cucunya.


" Kalau begitu ayo saya antarkan, kebetulan saya sedang membawa mobil sendiri" tante ratih menawarkan bantuan.


"Baiklah tante, terimakasih sekali, maaf saya merepotkan tante." seru kirana.


"kau bicara apa kiran, sama sekali tidak merepotkan, malah tante merasa senang bisa membantumu dan nenek, kau sudah tante anggab seperti keluarga sayang. " saut tante ratih.


Kirana membantu memapah nenek berjalan keluar rumah menuju mobil tante ratih.


"tante tunggu sebentar ya, kirana tutup toko nya dulu sebentar" kirana


"baiklah sayang, apa perlu tante bantu.?" tante ratih


"tidak usah tante, biar kirana sendiri saja, lagian cuma sedikit kok " saut kirana


Setelah selesai menutup toko nya, kirana berlari pelan menuju ke dalan mobil tante ratih.

__ADS_1


Mereka oun berangkat menuju rumah sakit. mobil yang ditumpangi pun berjalan tidak terlalu kencang.


__ADS_2