Menikahi Pewaris Tunggal

Menikahi Pewaris Tunggal
Hari Pernikahan


__ADS_3

Waktu terasa begitu cepat nya, ya begitulah yang dirasakan Kirana saat ini. Besok adalah hari pernikahan nya dengan Seorang Pewaris tunggal Tajaya Group.


Dan jauh sebelum hari ini tepat nya setelah ia memutuskan untuk mau menikah dengan Tama. Kirana sudah memeberitahukan tentang hal ini pada Rendy.


"Apaa kau yakin untuk menikah dengan Tama ?" Tanya Rendy meyakinkan kembali sahabat nya itu setelah mendengar penjelasan panjang dari Kirana.


"Entah lah, aku sendiri memang tidak yakin, tapi mau bagaimana lagi Ren. Aku tidak mau membuat tante Ratih kecewa." jelas Kirana dengan wajah murung.


"Kiran, kau jangan merasa tertekan seperti itu, ikuti saja kata hatimu. Jangan hanya kau menuruti keinginan orang lain yang bertentangan dengan hatimu." Rendy mengusap kepala Kirana yang menunduk itu.


"Tapi aku harus bagaimana, aku sudah mengatakan"Iya" pada tante Ratih. Tidak mungkin aku sekarang menolak nya lagi."


"Huffht.. aku pun juga tidak tau kalau kau merasa seperti itu. Lagian bisa bisa nya Samira malah ikut mem provokatori kamu."


"Kiran, kau tau Tama itu playboy dan suka memainkan perempuan. Aku tidak mau melihat kau tertekan dan tidak bahagia nanti nya. Makanya kau harus bersiap dan tidak terlalu berharap lebih dengan Tama." lanjut Rendy.


"hah.? apa kau bilang, memang nya aku berharap apa dari dia, tidak usah kau beritahu aku pun tau bagaimana laki laki seperti dia." Kirana menyeringai kesal membayangkan wajah Tama.


"Dan satu lagi, aku tidak perduli dia bermain perempuan atau hal lainnya nanti setelah menikah dengan ku, Aku hanya semata mata ingin membuat Tante Ratih bahagia. Tidak lebih dari itu." Lanjut Kirana.

__ADS_1


"Baguslah kalau begitu, aku hanya tidak ingin melihat kau sedih Kiran." Rendy menatap dalam sahabatnya itu.


***


Tibalah hari dimana semua nya akan dimulai, kehidupan baru Kirana setelah menjadi istri dari seorang Tama Wijaya. Pesta pernikahan di selanggarakan secara tertutup dan hanya di hadiri oleh orang orang terdekat saja. Ya memang itulah syarat yang diajukan Tama kepada ibunya, dia tidak ingin publik mengetahui pernikahan nya termasuk teman dan kekasih nya.


Kirana sangat cantik mengenakan Gaun pernikahan nya yang tampak elegan dan indah. Dengan dandanan full make up di wajah nya membuat dia sangayg berbeda dari biasanya. Semua orang yang melihat nya terkesima dan berdecak kagum saat Kirana memasuki ruangan Gedung yang sudah di hiasi dengan sangat indah.


Tama yang tadi nya cuek meneguk minuman nya, terbelalak tak berkedip melihat ke arah Kirana. Seketika dia sadar dan mengalihkan pandangan nya ke arah lain.


"Sial kenapa aku jadi gugup begini, kenapa dia terlihat sangat berbeda dari biasa nya." Gumam Tama dalam hati ketika Kirana berjalan menghampiri nya.


Rendy dan Samira menghampiri Kirana yang berdiri sendiri menatap jauh ke luar jendela.


"Kau cantik sekali hari ini" Ujar Rendy mengagetkan lamunan Kirana.


Mata Samira membelalak pada Rendy mendengar ucapan kekasih nya itu, "Lebih cantik aku lah daripada dia" Rengek Samira.


Rendy hanya terkekeh melihat tingkah wanita yang menggandeng tangan nya itu, begitu pun dengan Kirana.

__ADS_1


"Selamat atas pernikahanmu Kiran, aku berharap kamu bisa selalu bahagia." ujar Rendy.


"Terimakasih Ren, akupun juga berharap begitu." Jawab Kirana dengan mengerucutkan bibir nya.


"Hey kau kenapa cemberut begitu, Riasan mu jadi jelek jika kau begitu." saut Samira.


Dari jauh ada sorot mata yang memerhatikan Kirana yang sedang berbincang dengan Rendy dan Samira.


"Sedekat apasih dia dengan si Rendy, kenapa dia bisa tertawa begitu saat bicara dengan nya." Gumam Tama dalam hati.


Pesta pun berlalu, semua tamu undangan sudah membubarkan diri dari gedung itu. Termasuk kedua pengantin baru, yang bersiap pulang kerumah dan melepaskan penat seharian ini.


"Tama, kamu pulang duluan saja sama Kirana, mama sama papa masih ada urusan dulu" Tutur Ratih yang mengantarkan menantu dan anaknya itu ke pintu mobil.


"Iya ma."


Mobil berlalu memecah jalan, mobil itu terasa sunyi karena tidak ada yang bicara sama sekali. Mereka berdua saling membuang pandangan ke arah jendela mobil.


...

__ADS_1


__ADS_2