
Siang itu tante Ratih berkunjung ke toko kirana.
"hallo tante." sapa kiran ketika melihat kedatangan tante Ratih.
"hallo sayang, bagaimana keadaan mu hari ini?" tanya tante Ratih.
"Kiran baik baik saja tante, tante mau minum apa ? biar kiran bikinkan." saut Kiran menawarkan minuman.
"tidak usah repot sayang, tante hanya mampir sebentar saja untuk memastikan kamu baik baik saja."
"ahh begitu, terimakasih tante selalu mengkhawatirkan Kiran." sambil menggenggam tangan tante Ratih haru.
"tentu saja tante mengkhawatirkan kamu, kamu sudah tante anggab seperti anak sendiri." jawab tante Ratih sambil merangkul dan mengusap kepala Kirana.
Mereka menghabiskan waktu mengobrol, terlihat Kirana sangat senang dengan kehadiran tante Ratih. Begitupun tante Ratih, tak jarang juga tante Ratih membantu Kirana melayani pelanggan di toko nya.
"Ohh ya Kirana, tante mau undang kamu besok lusa untuk makan malam, apa kamu bisa nak ?" tanya tante Ratih.
"hhmm, memang nya ada acara apa tante ? sampai sampai mengundang kirana?" tanya kirana keheranan.
"iya sayang, tante besok berulang tahun, dan tante mau mengadakan pesta kecil kecilan saja, tante hanya mengundang orang orang terdekat saja, tante berharap sekali kamu bisa datang." jelas tante Ratih.
"Benarkah tante ? ahh.. tentu saja aku akan datang tante." saut kirana dengan senyum melebar.
__ADS_1
"terimakasih sayang, kalau begitu tante pamit dulu ya, ada yang harus tante urus dulu." sambil tante Ratih berlalu meninggalkan toko kirana.
"hhmm aku harus memberikan kado apa ya untuk tante Ratih." gumam Kirana dalam hati setelah tante Ratih berlalu.
***
Di kantor Tajaya Group.
Terlihat Tama sedang duduk di kursi kerja nya, dia menerawang jauh keluar gedung yang menjulang tinggi itu.
"Kenapa mama tiba tiba membicarakan hal itu sih." gumam Tama memikirkan pembicaraan ibu nya tadi pagi.
dret... dret.. dret..
Ponsel Tama bergetar menyadarkan lamunan nya itu, Tama membuka pesan yang masuk barusan.
-kenapa?- balas Tama.
Angella mengirimkan sebuah foto tas brandid.
-honey, tas ini baru saja masuk ke distributor , dan ini tas limited edition. aku sudah lama sekali mengincar nya, kamu bisa kan belikan untuk ku?- Pinta Angella pada Tama.
-Yasudah, terserah kau saja- balas Tama.
__ADS_1
Tama meletakkan kembali ponsel nya ke atas Meja dan tidak nekihat lagi balasan pesan dari kekasih nya itu.
"cihh dasar.. dasar wanita sama saja, tunggu saja sampai aku bosan denganmu" Tama menghela nafas nya memikirkan kekasih nya itu.
Tama selama ini memang tidak pernah terlalu serius dengan perempuan mana pun, ia selalu berganta ganti pacar sampai ia merasa bosan.
Lagian juga dia tahu bahwa perempuan yang pernah bersama nya tidak pernah benar benar tulus kepadanya, mereka hanya menginginkan uang nya saja.
***
Di Ruangan kantor CEO Tajaya Group.
Ternyata tante Ratih sudah ada di dalam ruangan suami nya itu, tante Ratih membicarakan tentang rencana nya untuk menjodohkan Tama dengan Kirana.
Danu Wijaya mendengarkan apa yang sedang dibicarakan istri nya itu dengan seksama. Selama ini Danu juga sudah tau tentang Kirana, istri nya selalu menceritakan segala hal kepadanya.
"Terserah kau saja sayang, aku hanya akan selalu mendukungmu." tanggap Danu menanggapi istri nya.
"Terimakasih sayang, kau adalah suami terbaik di dunia ini." saut Ratih mendengar ucapan suami nya.
Danu memang sangat mencintai istri nya, apapun yang di inginkan istri nya pasti akan dia turuti.
Keluarga Wijaya memang tidak seperti kebanyakan orang kaya lain nya, mereka tidak pernah menilai seseorang dari segi materi atau latar belakang nya. Karena mereka tahu betul bagaimana menjadi orang susah, Mereka menjadi seperti sekarang ini bukan secara instan.
__ADS_1
Danu dan Ratih merintis dari bawah, mereka pernah merasakan hidup susah, makanya tidak heran kalau mereka bersikap rendah hati dan ramah.
Namu berbeda dengan Tama anak semata wayang mereka, mungkin Tama bersikap sedikit angkuh karena pergaulan nya yang kurang baik.