
Ruang rawat nenek terlihat ramai di datangi dokter dan para perawat, sedangkan kirana menangis tak henti henti nya luar depan kaca kamar nenek.
"tenanglah kiran, nenek pasti akan baik baik saja. " ujar Rendy menenangkan kirana.
Sudah beberapa minggu nenek di rawat di rumah sakit, Namun akhir akhir ini kondisi nenek sangat tidak stabil. mungkin karena tubuh yang sudah tua tak dapat menahan rasa sakit yang di derita nya.
Kirana sangat terpukul melihat kondisi nenek saat ini.
Rendy yang sejak tadi menemani Kirana berusaha untuk menenangkan sahabat nya itu. Namun tak bisa di pungkiri Rendy pun juga sangat sedih melihat kondisi nenek, bagaimana pun juga nenek rosma sudah di anggab seperti nenek nya sendiri.
"Rendy, Kiran bagaimana keadaan nenek.?" tanya Samira yang baru saja datang, karena sebelum nya rendy sudah mengabari pada samira tentang keadaan nenek saat ini.
"nenek sedang di tangani oleh dokter. " saut rendy.
Samira menghampiri Kirana yang terlihat sangat terpukul. " Kiran, kau tenanglah, nenek pasti akan baik baik saja." seru samira sambil memeluk kirana.
Walau pun kadang terlihat mengesalkan. Samira adalah gadis yang sangat baik, kadang memang dia sangat cemburu kepada kirana, namun dia juga tau bahwa kirana adalah gadis yang baik.
Setelah beberapa saat kemudian dokter keluar dari ruangan, segera mereka bertiga menghampiri nya dan menanyakan keadaan nenek.
"saat ini kondisi nenek sangat tidak stabil, jadi biarkan dia banyak beristirahat. " jelas dokter kepada ketiga nya.
Dokter pun berlalu meninggal kan mereka, Kirana masuk kedalam ruangan nenek, sedangkan samira dan rendy menunggu di luar ruangan.
"Loh samira, kenapa kamu ada disini sayang." sapa tante ratih yang baru saja datang, dan kaget melihat keponakan nya ada disitu.
"Samira disini bersama rendy tante, untuk menjenguk nenek sahabat nya. " saut samira yang juga kaget melihat tante ratih disana.
"tante sendiri sedang apa disini. ?" tanya samira keheranan.
__ADS_1
"tante juga sedang ingin menjenguk nenek Kirana " jelas tante ratih.
"tante kenal dengan kirana.?" tanya samira.
"iya sayang.." tante ratih menjelaskan singkat tentang perkenalan nya dengan kirana.
"oh ya samira, bagaimana dengan kondisi nenek kirana?" tanya tante ratih.
"dokter bilang kondisi nenek sedang tidak stabil tante. " jelas samira.
"yasudah, tante mau masuk ke dalam dulu, mau melihat kondisi nenek." ujar tante ratih.
***
"Kirana, sudahlah sayang, doakan saja yang terbaik untuk nenek" seru tante ratih datang dari belakang memegang pundak kirana menenangkan.
Nenek terlihat terbaring lemas di atas tempat tidur, kirana tak henti nye menggenggam tangan nenek sambil mencium nya, airmata masih saja mengalir di kedua pipi nya.
"barusaja sayang." jawab tante ratih.
Tiba tiba nenek membuka matanya dan berusaha hendak duduk, melihat nenek yang sudah bangun, kirana menghapus airmata nya.
"nek, nenek tidurlah saja, kondisi nenek masih sangat lemah." seru kirana kepada nenek.
"Sayang.." ujar nenek lirih berusaha mengatur nafas nya untuk bicara.
"iya nek, nenek istirahat saja, jangan banyak bicara dulu." seru kirana khawatir.
Tante ratih yang dari tadi berada di sampingnya mengiyakan kata kata kirana.
__ADS_1
"Tidak sayang, nenek ingin bicara kepadamu. " seru nenek pelan .
"Kirana cucuku sayang, maafkan nenek yang tidak bisa membuatmu bahagia nak, maafkan nenek, gara gara nenek kamu menjadi bersedih, nenek sangat tidak suka melihatmu menangis sayang, jadi berjanji lah pada nenek untuk selalu tersenyum dan bahagia, jika nenek sudah tidak ada lagi kamu jangan pernah merasa sendiri, karena nenek akan selalu ada di hati kamu sayang. " lirih nenek bicara perlahan.
"nenek bicara apa ! nenek akan sembuh, jangan banyak bicara dulu, nenek haru istirahat. " seru kirana yang semakin tidak kuat menahan sesak di dada nya mendengar kata kata nenek.
"Kirana, nenek hanya ingin melihat kamu bahagia nak, kamu harus tabah karena kamu wanita yang kuat, kamu harus melanjutkan hidup dengan baik, nenek ingin sekali melihat kamu menikah dan mempunyai anak sayang." Lirih nenek dengab nafas yang sedikit tersenggal senggal.
"Ratih, aku titip Kirana kepadamu, tolong jaga dia jangan biarkan dia bersedih, aku tau sejak kirana kenak denganmu kirana sangat merasa bahagia. karena kasih sayang dan kebaikanmu kirana bisa merasaka sosok seorang ibu yang tak pernah selama ini dia rasakan. Jadi tolong berjanji lah untuk selalu menjaga nya." ujar nenek lirih kepada Tante Ratih.
"Iya nyonya, aku akan menjaga kirana dengan baik, karena kirana sudah aku anggap seperti anak ku sendiri." jawab tante ratih lirih, tante ratih juga sangat merasa sedih, air di mata nya tak mampu lagi ia bendung.
Nenek memejamkan mata nya dengab tersenyum, tangan yang sedari tadi di pegang kirana kini jatuh ke atas ranjang.
"Nek. Nenek.. " teriak kirana menggoyangkan tubuh nenek.
Tante ratih yang melihat kondisi nenek saat itu menunduk kan kepalanya dengan air mata yang terus saja berjatuh an.
"Sudah lah sayang, nenek sudah tiada." lirih tante ratih menghentikan tangan kirana yang sedari tadi menggoyang goyangkan badan nenek.
"Tidak tante. tidak mungkin, nenek hanya tertidur saja," lirih kirana.
"ikhlaskan nenek sayang, kamu harus tabah." gumam tante ratih.
Seketika dokter datang dan memeriksa kondisi nenek.
"Saya turut berduka cita ya " tutur dokter dengan menundukkan kepala nya.
"Dokter, nenek hanya tertidur, tolong bangunkan nenek dokter !" seru kirana histeris.
__ADS_1
Nenek sudah pergi untuk selama lama nya.
...