Menikahi Pewaris Tunggal

Menikahi Pewaris Tunggal
Kembali Pada Keluarga


__ADS_3

Malam itu Farhan berbaring di atas tempat tidur nya, sudah larut sekali namun mata nya masih belum bisa ia pejamkan, Farhan masih memikirkan bagaimana cara untuk memberi tahu kepada keluarga Wijaya tentang identitas Kirana yang sebenar nya, Dan bagaimana pula nanti reaksi Kirana setelah tahu tentang keluarga nya yang sebenarnya.


Farhan bangkit dari tempat tidur nya mengambil ponsel yang terletak di atas meja, lalu menelfon seseorang disana.


"Besok kau atur semua pertemuanku." Ujar nya kepada seseorang yang sedang ia telfon.


"Baik tuan."


Farhan kembali membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur, Ratna yang sedari memperhatikan gerak gerik suami nya merasa bahwa ada sesuatu yang ia sembunyikan, ia ingin sekali bertanya namun tidak berani, bahkan ia ingin bertanya siapa perempuan yang sedang tidur di kamar utama rumah itu kini, ia sangat penasaran dan merasa sangat iri sekali dengan wanita itu, bahkan selama ini ia tidak pernah menempati kamar utama itu sehingga dibiarkan kosong begitu saja. Namun sekarang malah perempuan yang ia rasa tidak pantas malah enak enakan tidur berbaring di sana.


***


Pagi pagi sekali Sarah sudah terbangun dan pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan. Namun para pelayan disana malah melarang nya untuk melakukan tugas yang sudah menjadi pekerjaan mereka, bahkan semalam para pelayan sudah di beritahu bahwa Sarah adalah menantu pertama dirumah ini jadi mereka harus menghormati Sarah dengan baik dan melayani nya selayak nya mereka melayani Ratna di rumah ini.


"Maaf Nyonya sebaik nya Nyonya istirahat saja, biar kami yang mempersiap kan semuanya." Ujar salah satu pelayan yang cukup tua daripada yang lain nya, ia memang sudah sejak lama bekerja untuk keluarga Brata.


"Tidak apa bibi, biar aku bantu saja. Lagipula aku sudah terbiasa mengerjakan sesuatu di pagi hari, bahkan tangan ku akan terasa sakit jika tidak bekerja." Sarah tersenyum ramah pada pelayan itu.


Pelayan itu lebih memilih mengalah dan ikut membantu segala pekerjaan Sarah.


Ratna sudah terlihat berdandan elegan sepagi ini, ia berjalan ke meja makan dan melihat Sarah sedang menyiapkan sarapan disana dengan dibantu oleh beberapa pelayan.


Melihat Ratna yang sudah datang ke meja makan, Sarah menyapa nya dengan tersenyum. Ia ingin memperkenalkan diri, semalam ia tidak sempat untuk saling berkenalan.


"Hallo, Kau Ratna kan. Perkenalkan aku Sarah." Menjulurkan tangannya pada Ratna.

__ADS_1


Dengan wajah yang angkuh Ratna mengabaikan nya bahkan tidak menyambut tangan Sarah yang sudah menjulur kepadanya, ia langsung duduk di kusi makan dan meminum teh yang sudah di siapkan untuk nya.


Melihat gelagat Ratna yang acuh, Sarah mencoba untuk biasa biasa saja dan ikut duduk di hadapan Ratna dan memakan sarapan yang ia buat tadi.


Para pelayan yang melihat perlakuan Ratna itu, mulai berbisik bisik di dapur. Mereka tahu bagaimana tingkah laku Ratna di rumah ini, ia sudah seperti Nyonya besar disana. Berbeda sekali dengan Sarah yang ramah, walau mereka baru sekali ini bertemu dengan nya. Namun sudah membuat suasana rumah menjadi hangat dam berbaur.


Terlihat Farhan sudah rapi dengan pakaian jas nya, menuju meja makan dan menyapa Sarah dengan ramah nya.


"Kak Sarah, hari ini kita harus berbicara kepada Kirana. Aku sudah mengatur pertemuan kita nanti, setelah sarapan kak Sarah bersiap siap lah." Farhan berbicara dengan intonasi yang lembut dan sopan. membuat Ratna yang di samping nya merasa sangat kesal, bahkan kepada nya tidak pernah Farhan berbicara sehangat itu.


"Apa tidak terlalu cepat untuk memberitahu semua nya ? Aku masih belum siap jika Kirana jadi sangat membenci ku." Ujar Sarah gelisah membayangkan apa yang akan terjadi nanti.


" Kak, aku rasa Kirana akan mengerti, dia juga sangat merindukan mu, tidak mungkin kirana akan bersikap seperti itu, dia anak yang snagat baik." Farhan berusaha menjelaskan.


Ratna memilih tidak perduli dengan pembicaraan mereka, ia hanya memakan sarapan nya dengan lahap, rasa nya sangat berbeda dari biasanya yang dibuatkan oleh pelayan di rumah ini.


"Apa kau suka ? Itu aku yang memasak tadi pagi, ku pikir kalian tidak akan menyukai nya." Ujar Sarah tersenyum puas dengan hasil masakan nya.


"Benarkah, kakak yang memasak ini, wahh kak Sarah memang benar benar pintar sekali memasak. Ini sungguh enak sekali kak." Puji Farhan yang dengan lahap menyantap makanan itu.


Ratna hanya memutar bola mata nya, ia merasa menyesal telah memuji makanan itu tadi.


***


Sarah dan Farhan sudah duduk di sebuah Caffe dengan ruangan private, tak lama kemudian Tama dan Kirana datang dan menyapa mereka. Keduanya terkeju melihat keberadaan Bu Sarah disana, keduanya menunduk dan menyapa bu Sarah dan Om Farhan.

__ADS_1


" Om Farhan kenal dengan Bu Sarah ?". Tanya Tama penasaran.


Anggukan om Farhan menjawab pertanyaan Tama, ia masih berpikir harus mulai bicara darimana.


"Kirana, bukankah waktu itu kau memberitahu om tentang mencari ibumu dimana ?". Ujar om Farhan memulai pembicaraan nya.


" Ahh iya om,"


"Kamu tak perlu lagi mencari nya, karena sekarang dia sudah ada di hadapan mu." Ujar om Farhan melirik Sarah yang tertunduk tak kuasa menahan air mata nya. Sedari tadi ia sudah mulai merasa gelisah takut Kirana akan marah dan membenci nya.


Tama dan Kirana masih tidak percaya apa yang dikatakan oleh om Farhan, keduanya terdiam sambil menatap bu Sarah.


" Apa ? Maksud om Farhan bu Sarah adalah ibu Kirana ?". Tanya nya masih tak percaya.


"Iya nak."


"Tapi bagaimana bisa ? ".


"Maafkan ibu nak, semuanya adalah salah ibu yang bodoh ini, kau boleh membenci ibu, kau boleh memarahi ibu, kau boleh memukul ibu sesuka mu." Air mata Sarah dengan deras nya mengalir di pipi nya, ia mengangkat wajah nya memberanikan menatap wajah Kirana, dengan suara yang getir, dan mengumpulkan segala kekuatan nya untuk berbicara.


Kirana mulai terisak, ia berpindah ke samping bu Sarah dan mulai memeluk nya erat.


"Ibu, Aku sangat merindukan ibu". Ujar Kirana di sela sela tangis nya, begitupun dengan Sarah yang masih terisak isak memeluk Kirana dengan erat nya. Suasana haru itu membuat kedua nya melepaskan segala kerinduan yang selama ini terpendam.


Tama yang melihat itu masih saja tidak percaya, dan menatap om Farhan dengan seribu pertanyaan terlihat dari matanya, om Farhan hanya tersenyum senang, dan ikut terharu melihat pertemuan keluarga nya yang selama ini ia cari cari. Air mata terlihat berlinang di pelupuk matanya.

__ADS_1


.....


__ADS_2