Menikahi Pewaris Tunggal

Menikahi Pewaris Tunggal
Pesta Ulang Tahun


__ADS_3

Sudah 1 bulan Tama dan Kirana menikah. Tidak ada perubahan banyak dalam hubungan mereka. Selalu saja ada pertikaian di antara nya, terlebih tingkah Tama yang selalu membuat kesal Kirana.


Siang tadi Samira berkunjung ke rumah Tama. Samira nengundang seluruh keluarga untuk datang ke pesta Ulang Tahun nya besok lusa.


"Kirana kau harus datang ya nanti bersama kak Tama. " Ujar nya pada Kirana yang kala itu duduk di sofa di depan nya.


Tama melirik sekilas ke arah Kirana dan tersenyum kecil tapi masih melihat koran yang sedang ada di tangan nya. Tama menunggu jawaban dari Kirana.


"Hhmm aku tidak janji untuk datang ya, soal nya aku ada banyak pesanan buket. Jadi seperti nya aku akan lembur di toko." Kirana menunjuk kan mimik wajah sedih.


"Ayolah Kirana, Tahun kemarin kau pun tidak datang ke pesta ulang tahunku kan.?" Rengek Samira memelas.


"Tahun kemarin kau kan memang tidak mengundangku. " Sungut Kirana.


"Heheh iyaa ya, Dulu aku kan sangat kesal kepadamu. Tapi sekarang kan kau sudah jadi kakak iparku. Jadi kau harus datang aku tidak mau tau. " Samira memaksa Kirana dan tidak mau mendengar alasan apapun dari Kirana.


"Hufft, baiklah aku akan datang. Tapi sendiri saja." Kirana melirik sinis kearah Tama.


"Cihh, siapa juga yang mau datang bersama mu, aku akan pergi dengan Kekasih ku lah." Tama membalas tak kalah sinis nya dari Kirana.


Kedua nya saling menatap seperti penuh dengan kebencian satu sama lain.


Hari yang ditunggu tunggu oleh Samira pun datang juga. Pesta ulang tahun nya do rayakan dengan sangat meriah. Banyak tamu tamu yang datang tidak terkecuali beberapa artis yang memang sengaja di undang untuk memeriahkan pesta ulangtahun Samira.


Tampak Rendy sudah datang dan Samira tak henti henti nya mengandeng lengan Rendy. seolah ingin memamerkan kekasihnya itu di depan semua orang.


"Kau terlihat sangat cantik sekali hari ini." Bisik Rendy di telinga Samira.


Samira tampak tersipu malu terlihat dari pipi nya yang merona " Kau juga terlihat tampan sekali hari ini sayang." Saut Samira dengan manja nya bergelayut di lengan Rendy.


"Hey.. Kirana disini. " Rendy berteriak melambaikan tangan ke arah Kirana yang baru saja datang.

__ADS_1


Kirana tersenyum dan berjalan ke arah Rendy dan Samira. "Selamat ulangtahun Sam." Kirana memberikan sebuah Kado dan memberikan selamat pada Samira.


"Terimakasih Kiran, Aku pikir kau tidak jadi datang. Dimana kak Tama.?" Tanya Samira sambil celingak celinguk mencari sosok yang ia tanyakan.


"Aku tidak tau, aku datang sendiri tadi bersama supir." Jawab nya sekena nya.


Sahabat sahabat Samira yang lain nya datang menghampiri dan mengajak ngobrol Samira. "Kirana, Sayang aku tinggal dulu ya sebentar. Kalian nikmati saja dulu pesta nya. " Ujar Samira pada Kirana dan Rendy lalu menyusul dan menyapa para tamu undangan yang lain nya.


Kirana melanjutkan mengobrol dengan Rendy. Lalu datang beberapa teman lelaki Rendy menghampiri mereka. "Hay Ren, dimana pacarmu ? Aku mau mengucapkan selamat kepadanya. " Ujar salah satu nya.


"Ah, Dia tadi disana bersama teman teman nya." Jawab Rendy.


"Lalu siapa dia ?" Bisik salah seorang yang sedari tadi melirik ke arah Kirana.


"Dia Kirana, sahabat ku dari kecil. " Sambil Rendy memperkenalkan Kirana.


"Hallo aku Dimas. " Sambil mengulurkan tangan nya.


"Kirana." Lalu menyambut tangan itu.


Rendy melihat ketidak nyamanan Kirana langsung menyenggol bahu Dimas dan berdehem. Seketika Dimas tersadar dan melepaskan genggaman nya.


Dari jauh sepasang mata memperhatikan Kirana sejak tadi. Dada nya terasa panas ketika Pria lain menggenggam tangan Kirana cukup lama. Ia berjalan menuju ke arah Kirana.


"Hay.. kalian semua disini. aku mencari cari dari tadi. " Ujar Tama yang sudah berdiri di belakang Kirana dan basa basi menyapa teman temannya.


"Hay Tama, Kau sudah datang dari tadi ? aku tidak melihatmu. " Sahut salah satu nya.


Kirana menoleh ke belakang ketika mendengar suara Tama. Tama merapatkan diri nya pada tubuh Kirana. sehingga membuat Kirana bergeser ke samping karena tidak nyaman dengan posisi itu.


Hanya Kirana seorang perempuan di antara laki laki yang sedang mengobrol itu. Ia tidak tahu harus bicara apa karena pembicaraan para pria itu sama sekali tidak ia pahami.

__ADS_1


Dimas Kembali mengajak bicara Kirana. "Kirana kau mau minum sesuatu ? " Tanya nya penuh perhatian.


Kirana hanya mengangguk kecil. lalu Dima pergi mengambilkan minuman. "Seperti nya dia tertarik kepadamu ." Bisik Tama pada Kirana.


Kirana hanya menatap tajam pada Tama. Dimas datang membawakan gelas yang berisi minuman dan memberikan nya pada Kirana. Kirana menerima lalu meneguk nya perlahan.


"Kirana, apa kau mau mengobrol di sana bersamaku. seperti nya kau tidak memahami apa yang mereka bicarakan. " Ujar Dimas.


Tama melirik tajam ke arah Dimas mendengar ucapan nya pada Kirana. Dada nya seperti menggebu gebu. Namun yang di tatap nya tidak menyadari, tapi malah asyik memandangi wajah istrinya.


Mereka memang tidak tahu bahwa Kirana adalah Istri Tama. Bahkan mereka tidak tahu bahwa Tama sudah menikah. memang acara pernikahan nya di tutupi dan tidak banyak orang yang tahu.


Tiba tiba saja Dimas memegang tangan Kirana untuk mengajak nya mengobrol di tempat lain. Tama menarik tangan Kirana yang satu nya lagi dan menyentak kan nya untuk mendekat padanya.


Semua yang ada di sana menjadi heran dengan tingkah Tama. "Kau mau mengajak dia kemana ?" Ujar tama yang sudah mengertakkan geraham nya menahan emosi.


"Memang nya kenapa ? Aku hanya ingin berbicara berdua dengan dia. apa masalahmu ? memang nya kau siapa dia ?" Saut Dimas yang juga sudah terpancing emosi melihat tingkah Tama.


"Cihh,.. " Tama memalingkan wajah nya lalu menatap Tajam Dimas seperti ingin menerkam nya. "Kau jangan berani berani memegang dia. " Lanjutnya semakin kesal.


"Hah. Kau ini kenapa ? memang nya kau suaminya berani melarang larang begitu. ?"


"Kalau iya Kenapa ?" Tama sudah memegang kerah baju Dimas.


Wajah Dimas sudah memerah di perlakukan begitu. Apalagi mendengar kata mata Tama


" Kau jangan membual, memang nya hanya kau saja yang berhak mendapatkan wanita mana saja hah ? "


"Kau.. " belum sempat Tama melanjutkan kata katanya, Kirana sudah memegang Tangan Tama yang sudah mengepal hendak memukul Dimas. "Sudah sudah.. kalian ini kenapa sih. jangan membuat keributan. Dasar kekanak kanakan sekali. " Ujar nya keras.


"Sudah, kau hentikan. jangan bertingkah aneh." Lanjutnya menatap Tama.

__ADS_1


Tama menatap dalam dalam pada Kirana, dan melepaskan tangan nya di kerah baju Dimas. Ia melangkah meninggalkam mereka dengan kesal nya. Tama sungguh merasakan sesak dan panas di dada nya.


....


__ADS_2