
Kirana malah tercengang melihat reaksi Samira yang melebihi dirinya.
"Wahh, kau memang luarbiasa Sam. Aku tidam tahu kalau kau akan seberani ini." Gumam Kirana dalam hati dan tertawa kecil melihat Samira yang sangat emosi.
Angella memegangi pipinya yang panas dan mulai memerah karena tamparan yang di dapatkannya dari Samira. "Kau. . berani berani nya menampar ku." Angella terpekik dan mengangkat tangannya untuk membalas menampar Samira, namun segera di tepis oleh Kirana.
Angella menatap tajam ke arah Kirana, dan berusaha melepaskan tangan nya dari cengkraman Kirana.
"Lepaskan aku.. Oow jadi kalian berdua mau mengkroyok ku hah ? Ayo sini aku tida takut !". Ujar nya dengan suara lantang.
"Hey mbak nya, bukan nya anda duluan yang menyerang saya !". Saut Kirana tak kalah lantang nya.
Orang sekeliling yang melihat pertengkaran itu langsung mengambil ponsel mereka dan mengabadikan nya dalam bentuk vidio. Mungkin ini akan menjadi berita besar di media sosial nanti karena Super model yang terkenal di serang oleh dua orang wanita. Begitulah kira kira yang mereka pikirkan saat itu.
Angella membelalak kan matanya, dia sudah tak bisa lagi menahan amarah di dada nya.
"Hey kau wanita murahan, awas saja kau nanti. Aku akan mengadukan perlakuanmu kepada Tama. Kau tahu, Tama sangat mencintaiku. Kau jangan terlalu besar kepala, dia hanya bermain main denganmu, kalau di sudah bosan dia akan mencampakkanmu." Serang Angella dengan nada penuh penekanan, dan merendahkan. Ia memandang Kirana dengan tatapan yang tajam.
Namun hal itu tidak membuat Kirana merasa tertekan sedikitpun.
"Hahah, apa kau tidak bisa berkaca ?" Menunjuk kaca besar yang terpajang di toko itu.
"Seharusnya kau tahu diri, Aku sudah menjadi istri SAH Tuan Tama Wijaya. Dan dia sangat mencintaiku, aku menjadi kasihan kepadamu. Tama mencampakkanmu begitu saja dan menikahi aku." Balas Kirana tak kalah menohok nya dari Angella.
Samira hanya ternganga melihat sisi lain dari Kirana. Samira menyangka kalau Kirana adalah gadis yang cengeng dan akan mengalah dengan perlakuan Angella. Namun benar benar di luar dugaan, dia menjadi terkagum kagum pada Kirana dalam hatinya.
Angella kalah telak dengan pernyataan yang diberikan oleh Kirana. Ia hendak memukul Kirana namun beberapa security Mall mulai datang menghampiri mereka dan menghentikan perkelahian itu. Mereka bertiga di bawa ke dalam Pos pengamanan, untuk menyelesaikan masalah itu.
Angella tidak terima dia diperlakukan begitu, ia langsubg menelfon pengacaranya. Dan mengancam akan membawa masalah ini ke pengadilan. Ia merasa bahwa dirinya lah yang terintimidasi.
"Silahkan saja kau laporkan, Kak Tama tidak akan tinggal diam. Lagipula kau duluan yang mencari gara gara pada kami." Tantang Samira.
Berita itu dengan cepatnya viral di sosial media, Jagat maya menjadi heboh karena nya. Banyak yang berkomentar simpati kepada Angella. Padahal mereka tidak tahu duduk perkara nya dimana.
Di Luar Kota,
__ADS_1
Tama sudah landing di kota tujuan nya dan berjalan keluar Airport menuju mobil jemputan nya dengan beberapa Ajudan dan Asisten nya.
"Maaf tuan, seperti nya anda harus melihat ini." Asisten Tama menyerahkan ponsel nya untuk di lihat oleh Tama.
Tama melihat vidio yang sedang viral itu, pertengkaran antara istri nya dan Angella. Namun reaksi Tama di luar dugaan, dia malah terkekeh melihat vidio itu. Asisten nya merasa heran dengan tingkah Tama.
"Hahaha, Kau sungguh di luar dugaan Kiran. Ini baru Istriku." Ujar nya masih tertawa melihat vidio itu. Lalu ia menyerahkan ponsel Asisten nya kembali.
"Setelah dari sini, Kau harus selesaikan masalah itu. Aku yakin Angella tidak akan tinggal diam." Perintah nya pada asisten yang duduk di samping nya.
"Baik tuan."
Tama sudah tak sabar lagi ingin kembali, ada hal yang masih menggelitik hati nya sehingga ia masih tertawa tawa kecil.
***
Sore hari nya Tama sudah ingin kembali pulang, ia sesegera mungkin menyelesaikan segala urusan nya dan kembali pulang.
Dirumah Ia mendapati Kirana dan Samira sedang duduk di ruang Keluarga. Disana juga ada Mama dan Papa Danu. Kirana melihat kedatangan suaminya langsung berdiri dan menghampiri nya.
"Sayang kau sudah kembali.? Aku kira kau akan menginal beberapa hari disana." Ujar Kirana.
"Aaa mati aku, seperti nya Tama sudah tahu tentang masalah tadi siang." Gumam Kirana dalam hati merasa ketakutan kalau Tama marah.
Tama ikut dudum di sofa begitulun dengan Kirana.
"Tama, apa kau sudah tahi tentang istrimu." Ujar Papa Danu.
"Sudah pa, istriku sangat hebat sekali. Aku kagum padamu sayang." Tama tersenyum bangga kepada istrinya seakan sudah melakukan hal Superhero.
"Loh kok.. Kamu tidak marah.?" Tanya Kirana keheranan.
"Tidak, Aku juga bangga kepadamu Sami." Ujar Tama mengacak acak rambut Samira yang duduk di sebelah nya.
"Aaa kakak. nanti rambutku rusak. Aku sudah susah payah meng cearly nya tadi." Cemberut Samira kembali merapikan rambutnya.
__ADS_1
"Lalu bagaimana kamu akan menyelesaikan masalah ini Tama, Angella sepertinya akan membawa ini ke ranah hukum. Seperti yang kamu lihat, disini Angella lah yang tampak menjadi korban karena Samira memukul nya terlebih dahulu." Ujar papa Danu.
"Hhmm Bagaimana ya, sepertinya pertama tama kita harus membungkam media dulu agar tidak memberitakan hal yang tidak tidak." Ujar Tama dengan santai.
"Lalu setelah itu, aku yang akan mendatangi Samira. Aku tahu bagaimana cara membuat nya diam." lanjutnya.
"Sayang, sungguh dia yang mulai menyerangku duluan dengan mengataiku wanita murahan. Lalu Samira menampar nya karena emosi." Ujar Kirana membela diri.
Samira mengangguk angguk mengiyakan perkataan Kirana.
"Iya aku tahu, aku percaya kepadamu dan Samira. Kau tenang saja. Masalah ini akan segera terselesaikan kok." Jawabnya menenangkan Kirana.
Setelah berbicara, pamit untuk ke kamar. Karena Tama merasa kelelahan setelah perjalanan bisnis nya. Tama merebahkan tubuh nya di kasur setelah mandi dan mengganti pakaian nya.
"Sayang bagaiman kalau Angella benar benar membawa masalah ini ke ranah hukum ? " Kirana mulai khawatir memikirkan hal itu.
"Sudahlah, kau tenang saja aku akan mengurus semuanya untuk mu." Jawab Tama mengusap pipi istrinya dengan lembut.
"Sayang, bolehkah aku bertanya ?"
"Apa ?"
"Sejauh apa hubunganmu dengan Angella selama ini.?"
"Cih,, kenapa kau menjadi penasaran soal itu ? Apa kau merasa cemburu kepada nya?" Jawab Tama memerhatikan reaksi Wajah istrinya.
"Aaa tidak, bukan begitu. Aku hanya penasaran saja. Sepertinya dia sangat mencintaimu dan tidak rela menerima kenyataan bahwa aku sudah menjadi istrimu."
"Cihh, Dia tidak benar benar mencintaiku. Dia hanya menginginkan uangku dan popularitasnya." Ujar Tama.
"Sudah, kau jangan memikirkan hal itu lagi. Lebih baik kau memijit punggungku." Tama menelungkupkan badan nya dan menepuk bahunya untuk di pijit oleh Kirana.
"Cihh, kau selalu saja begitu." Kirana menekan kan pijitan nya dengan sedikit keras.
"Aaww.. pelan pelan sedikit." Ujar nya lalu tersenyum, karena ia tahu bahwa saat ini istrinya sedang cemberut karena kesal.
__ADS_1
....
Hallo semuanya, terimakasih sudah membaca karya author. Jangan lupa Like , komen dan Vote nya ya teman teman. 🤗 Apresiasi dari kalian sangat berarti bagi author.