Menikahi Pewaris Tunggal

Menikahi Pewaris Tunggal
Akhir Pekan


__ADS_3

Kirana sedang memainkan ponsel nya, tubuhnya disandarkan pada sandaran sofa yang empuk. Akhir akhir ini Tama agak sedikit sibuk di kantor, bahkan beberapa kali ia harus pergi keluar kota untuk urusan bisnis. Karena Tama sudah sedikit bisa menghandel pekerjaan papa nya di kantor.


"sayang, seperti nya aku agak pulang telat hari ini. Kau tak usah menungguku. Dan besok aku juga akan langsung berangkat keluar kota untuk urusan bisnis". Begitu lah isi pesan yang dikirimkan nya pada Kirana.


Kirana hanya membalas dengan mengiyakan dan menyemangati suaminya dengan emoticon love. Mungkin saat ini Tama hanya tersenyum senyum membaca pesan dari istrinya, membuat nya semakin rindu dan ingin pulanh secepatnya.


Kirana keluar dari kamar nya dan turun ke bawah. Di bawah terlihat Samira sedang duduk dan mengobrol dengan mama Ratih. Samira melambaikan tangan nya pada Kirana ketika menuruni tangga.


"Kau sudah lama datang Sam ?". Ujar Kirana menyapa dan ikut duduk di depan nya.


"Tidak, aku baru saja datang ". sautnya.


Mereka bertiga melanjutkan obrolan yang sedikit random kadang ketiga nya terlihat tertawa mendengar lelucon yang di lontarkan salah satu nya. Mama Ratih terasa menjadi muda kembali karena bergaul dengan anak muda seperti Samira dan Kirana. Ia pun sangat bisa menyesuaikan diri.


Mama Ratih sangat jarang pergi keluar atau ikut arisan bersama teman teman nya. Ia tidak akan keluar jika tidak ada keperluan yang mendesak. Waktu nya di habiskan untuk mengurus rumah atau tanaman. Pantas saja setiap sudut rumah selalu rapi, Pelayan yang bekerja di rumah nya pun hanya sekedar membantu sedikit sedikit saja jika mama Ratih tak meminta untuk membantu.


"Kiran, ayo kita pergi berbelanja besok ". Ujar Samira dengan antusias mengajak Kirana shopping.


"Iya sayang, sesekali kamu harus pergi refresing pergi bersama Samira." Saut mama Ratih setuju dengan ide Samira.


"Baiklah, ayo kita peri besok. mama juga ikit kan." Ujar Kirana.


"Hhmm, mama seperti nya tidak bisa ikut. Kalian berdua saja lah pergi dan bersenang senang." Saut mama Ratih.


Samira memang memutuskan untuk menginap malam ini di rumah mama Ratih. Mereka pun makan malam bersama setelah semuanya selesai berbincang.

__ADS_1


Malam ini Tama pulang sangat larut, hingga Kirana tidak tahu bahwa suami nya pulang jam berapa semalam. Ia hanya tersadar ketika pagi pagi sekali Tama sudah berbaring di samping nya dengan wajah yang sangat kelelahan. Kirana mengusap wajah suami nya itu dengan lembut.


Seperti biasa, Tama tahu ketika ada pergerakan sedikitpun. Tama menggenggam tangan Istrinya dan mencium punggung tangan nya. Kirana sudah terbiasa dan tidak kaget lagi ketika Tama tiba tiba merespon dirinya saat tertidur dengan mata yang yang terpejam.


"Sayang, aku hari ini akan pergi bersama Samira ke mall. Bolehkan.?" Ujar nya setelah mengecup kening Tama.


"Iya boleh, Lagipula semenjak kamu menjadi istriku. Kamu tidak pernah memakai uang yang aku berikan untuk memanjakan dirimu sendiri. Kau bersenang senang lah dengan Samira." Saut nya memeluk erat tubuh Kirana.


"Hhmm bukan nya aku tidak mau membelanjakan uang yang kamu berikan. Tapi semua yang aku butuhkan sudah ada dan tersedia disini."


Benar juga setelah menikah dengan Tama, kirana tidak pernah pergi berbelanja atau memakai uang yang sudah diberikan Tama kepadanya.


"Sebenarnya, aku yang menyuruh Samira untuk mengajakmu pergi hari ini."


"Benarkah ? Tapi kenapa ?" Kirana merasa heran.


"Sayang, aku sudah sangat bersyukur karena kamu telah memberikan kehidupan yang seperti ini kepadaku." Kirana mengembangkan tangan nya ke seluruh ruangan, dan memang ia sangat merasa bersyukur karena sudah bisa menikmati semua ini. Dibanding dengan kehidupan nya yang dulu jauh sangat berbeda.


"Sudah kau jangan terlalu banyak membantah, pokok nya kau harus bersenang senang hari ini. Maafkan aku yang akhir akhir ini terlalu sibuk dan jarang memerhatikan mu." Ujar Tama sambil mencium lembut pipi Kirana.


Kirana hanya tersenyum bahagia dengan perlakuan dan perhatian suaminya. Ia memeluk erat tubuh Suaminya.


"Sayang, kau sedang menggodaku ya.?" Ujar Tama tersenyum dengan tangan nya yang sudah kemana mana.


"hhmm Kalau iya kenapa.?" Balas Kirana yang seperti nya sedang menantang Tama.

__ADS_1


"Baiklah, kamu sudah mulai nakal ya sekarang ." Tama mulai menindih tubuh mungil Kirana dan menciumi nya tanpa henti. Tangan nya sudah menjamah bagian sensitif Kirana. Mata Kirana terpejam menikmati setiap sentuham yamg diberikan oleh Tama.


Sepertinya pertempuran itu berlangsung lama dan berlanjut ke dalam kamar mandi. Entah kenapa hari ini Kirana merasa sangat begitu bergairah nya. Bahkan dia memberikan rangsangan yang membuat Tama tidak tahan.


Akhirnya Waktu 2 jam mereka habiskan dengan pertarungan itu. Mereka saling memebersihkan diri. Dan Kirana menyiapkan baju yang akan di pakai Tama hari ini di atas kasur. Kirana masih mengenakan handuk dan hendak berganti pakaian, tiba tiba saja Tama kembali memeluk nya dari belakang dan membuka ikatan handuk yang di pakai Kirana sehingga tubuhnya yang tanpa pakaian itu kembali terlihat oleh mata Tama.


"Aaa sayang sudah, nanti kau bisa terlambat. " Kirana mencoba melepaskan diri dalam dekapan dan ciuman Tama di lehernya. Tama sepertinya tidak ada bosan bosan nya untuk menjamah tubuh Kirana.


Mereka berdua pun keluar dari kamar dan menuju ke bawah. Kirana seperti sedang menutup nutupi leher nya yang sudah memerah gara gara Tama dengan rambutnya.


"Kenapa kau lama sekali sih." Samira sudah siap dan menunggu di bawah dari tadi.


"Aa itu. maafkan aku tadi ada sedikit masalah yang harus ku selesaikan." Jawab Kirana mencoba mencari cari alasan.


"Cihh, masalah apa. Kau pikir aku tidak tahu. melihat tanda merah di leher mu saja sudah jelas bagiku." Samira menyengir mekihat ke arah Tama yang menyunggingkan senyum nya seperti bangga.


Tama pergi duluan karena asisten nya sudah datang dan menunggu nya dari tadi. Lalu Samira dan Kirana berangkat setelah nya. Mereka menuju sebuah Mall yang cukup besar dan terkenal di kota itu.


Mungkin entah berapa lama rasanya Kirana tidak pergi ke mall. Mereka berdua langsung menuju toko pakaian terkenal dan Brandit. Samira memilihkan baju untuk Kirana. Kirana hanya pasrah saja ketika Samira menyuruh nya mencoba semua pakaian yang ia pilihkan.


Tiba tiba saja seorang wanita tinggi dan cantik menghampiri mereka berdua Saat sedang memilih milih pakaian.


"Cihh, jadi kau wanita yang merebut Tama dariku. Dasar wanita busuk, kau hanya menikahi Tama hanya karena uang nya saja kan." Ujar Wanita itu dengan nada yang ketus dan menyakitkan untuk di dengar. Dia adalah Angella mantan kekasih Tama.


Kirana menatap Angella dengan tangan yang sudah mengepal. Tiba tiba saja sebuah tamparan mendarat di wajah cantik sang model. Kirana terkejut dan melihat Samira yang tak menyangka akan melakukan hal seperti itu.

__ADS_1


...


Hallo semuanya, terimakasih sudah membaca karya author. Jangan lupa Like , komen dan Vote nya ya teman teman. 🤗 Apresiasi dari kalian sangat berarti bagi author.


__ADS_2