Menikahi Pewaris Tunggal

Menikahi Pewaris Tunggal
Lebih Dekat


__ADS_3

Sejak saat itu, keluarga om farhan terutama sekalo adalah om Farhan lebih sering berkunjung ke rumah Keluarga Wijaya. Terlebih sekarang Kirana juga sudah merasa lebih dekat dengan om Farhan. Dengan sifat om Farhan yang ramah dan mudah membaur membuat Kirana juga merasa nyaman dengan nya.


"Jadi selama ini kamu hanya tinggal bersama nenek saja selama ini ?". Tanya om Farhan pada Kirana saat berkunjung dan sedang berbincang bincang dengan Kirana.


"Iya om."


"Apa kamu tidak tau sama sekali dimana keberadaan ibumu ?". Om Farhan semakin penasaran mencari informasi yang ia butuhkan.


"Tidak, bahkan Kirana tidak tau bagaimana wajah ibu sama sekali." Kirana terlihat menunduk dan murung.


Om Farhan rerlihat iba, dan mengusap pelang kepala Kirana. "Sayang, maafkan om. om berjanji akan menyatukan kalian kembali." Lirih Farhan dalam hati.


Setelah sekian lama berbincang, Farhan pqmit untuk pulang. Memang hari ini ia datang hanya sendirian saja tanpa Ratna yang sibuk ikut arisan bersama teman teman sosialita nya.


***


Di dalam Kamar,


Kirana sedang duduk merebahkan tubuh nya diatas kasurnya, Tama terlihat sedang mengutak atik Laptop di hadapan nya.


"Sayang." Ujar Kirana menatap Tama seperti ada yang ingin ia duskusikan dengan suaminya.


"hhmm."


"Apa kamu tidak merasa heran, akhir akhir ini om Farhan lebih sering berkunjung kesini dan seperti ingin tahu tentang kehidupan masa lalu ku." Ujar Kirana memikirkan tingkah om Farhan yang sering bertanya tentang nya.


"Kenapa, om Farhan dulu memang sering berkunjung kok. Begitupun keluargaku juga sering berkunjung ke tempat nya. Om Farhan itu sudah seperti keluarga dekat. Jadi kamu tidak perlu heran masalah itu. Dan lagi om Farhan merasa perduli kepadamu, karena kamu sekarang sudah menjadi istriku." Tama mencubit hidung Kirana.


"Aaaa.. Kau ini, sakit tau." Kirana memegang hidung nya yang memerah karena di cubit oleh Tama.


Tama kembali melanjutkan pekerjaan nya dengan laptop nya. Kirana seperti tidak puas dengan jawaban yang diberikan oleh suaminya. Ia menggulingkan badan nya ke kiri dan ke kanan, memikirkan sesuatu yang masih mengganjal dihati nya.


Melihat tingkah istrinya itu, Tama hanya tersenyum kecil dan menutup layar laptop nya, lalu memeluk erat tubuh Kirana yang sedari tadi tidak bisa diam.

__ADS_1


"Kenapa kau seperti menggodaku begitu." Bisik Tama ditelinga Kirana.


"Aaa, sayang kenapa memelukku begini. dadaku terasa sesak. Lagipula aku tidak menggodamu, kau selalu saja merasa Ke GR an begitu. "


"Lalu kenapa kau bergerak gerak begitu, aku jadi tidak konsentrasi bekerja." Tama semakin mempererat pelukan nya sambil tangan nya menjelajah ke dalam baju tidur Kirana.


"Aaaaa..." Kirana menggelinjang ketika tangan Tama mulai menyentuh area sensitif nya.


Tama mencium bagian belakang telinga Kirana hingga ke leher nya. Terlihat beberapa tanda merah di sekitar sana, Kirana hanya bisa melenguh dan menggelinjang menikmati setiap sentuhan Tama.


Tama menyelipkan tangan nya kebelakang punggung Kirana, dan membuka tali baju Kirana hingga terlepas, dan dengan mudah nya membuka baju Kirana menarik nya ke atas. Kirana memang sudah terbiasa menggunakan lingerie yang ada di dalam lemari pakaian nya.


Kirana sudah banyak mendapat pelajaran dari Tama selama ini, sehingga dia tidak tinggal diam saja. Kirana juga mulai membuka baju Tama dan menciumi setiap area sensitif Tama.


Seperti biasa, tidak mungkin malam itu akan terlewat dengan singkat saja. Malam itu akan menjadi malam yang sangat panjang bagi kedua nya. Seperti pengantin baru saja mereka tidak bosan bosan nya untuk bercinta dan meluapkan hasrat nya masing masing.


Tama mungkin sangat bersyukur karena mendapat istri seperti Kirana. Ia sangat berbeda dari kebanyakan wanita yang sering ia temui selama ini. Kirana tidak pernah tersentuh oleh lelaki manapun, hingga Tama sangat bangga bahwa dialah yang menjadi satu satu nya lelaki yang memiliki hati dan Tubuh Kirana.


***


Tetapi hari ini Kirana merasa rindu dengan nenek, dan ia sudah berpamitan tadi pada Tama untuk pergi ketoko. Seorang pelayan yang membantu di toko menghampiri Kirana yang tengah asik memotong tangkai bunga dan merangkai nya.


"Nona, biar saya bantu saja." Ujar pelayan itu, sebenar nya jarak umur Kirana dan pelayan itu tidak terlalu jauh.


"Tidak usah panggil nona, panggil saja dengan namaku." Ujar Kirana yang agak risih dengan panggilan itu.


"Oow ya, nama kamu siapa ?". Tanya Kirana lagi.


"Nama saya Arum nona." jawab nya sopan.


Mereka berdua berbincang bincang, Kirana penasaran dengan kehidupan Arum. Yang tidak jauh beda dengan kehidupan nya dulu sebelum menjadi istri Tama Wijaya.


"hhm Nona, eh maksud saya Kak Kiran. seperti nya tadi sebelum kak Kiran datang ketoko ada seorang wanita setengah baya yang terlihat mondar mandir dan memperhatikan ke arah toko." Ujar Arum memberi tahu.

__ADS_1


"Oh ya, seperti apa orang nya.? Apa mungkin itu tetangga sebelah ?". Saut Kirana.


"Hhm, saya kurang tahu kak, soal nya aku juga belum mengenal orang sekitar sini. Mungkin saja memang tetangga disini. Tapi seperti nya dia terlihat sedang mencari cari seseorang. Mungkin itu kak Kiran." Jelas nya lagi.


"Hhmm entahlah. Yasudah, biar nanti aku tanya saja pada tante shanti, tetangga sebelah. Mungkin beliau kenal, atau beloau sendiri." Ujar Kirana.


"Baiklah kak."


Kirana memaksa Arum memanggil nya dengan sebutan kakak saja, karena memang usia Arum lebih muda dari nya. Ia merasa agak risih dengan panggilan Nona, setidak nya jika mereka berdua saja.


....


Kirana melihat tante Shanti sedang berjalan di depan toko. Kirana memanggil dari dalam toko dan berjalan menghampirinya. Mendengar panggilan Kirana, tante Shanti berhenti dan terdenyum ke arah Kirana yang mendekati nya.


"Kenapa Kirana, kamu terlihat terburu buru begitu."


"Ahh tidak tante, tadi Kirana mau ke rumah tante. Kebetulan sekali tante lewat." Ujar Kirana.


"Owh ya. memang nya ada apa ? tumben sekali."


" Aah itu, tadi orang yang bekerja di toko Kirana melihat ada perempuan yang sedang mondar mandir dan melihat ke arah toko terus. Aku kira itu tante, atau tante melihat nya jiga tadi.?"


" Owwh itu. Ya tadi tante juga melihat. kebetulan tante sedang menyiram tanaman di luar tadi. Tante kira itu pelanggan kamu."


"Hhmm entah lah tan, mungkin saja iya."


"Aaaa, tante ingat seperti nya tante sudah beberapa kali melihat nya. Saat nenek kamu meninggal pun tante juga melihat wanita mondar mandir disini dna melihat ke arah toko. dan beberapa waktu lalu juga. Seperti nya memang orang yang sama." Ujar tante Shanti kembali mengingat ingat.


"Benarkah tan.?" Kirana merasa sangat heran.


"Tapi siapa ya ?" Gumam Kirana dalam hati.


....

__ADS_1


__ADS_2