Menikahi Pewaris Tunggal

Menikahi Pewaris Tunggal
Kicau Burung


__ADS_3

Matahari telah menyuruak masuk kedalam kamar Kirana melalui jendelanya. seketika kirana menutup matanya karena silau. dan menguap beberapa kali dengan tubuh yang masih terbaring malas di atas ranjang.


Mungkin karena terlalu lama menangis dan berpikir semalaman. ia merasa masih mengantuk. Perlahan ia buka matanya ketika kicauan burung menyanyi yang berdiri di atas pohon disamping jendela.


"Baiklah burung kecil aku akan bangun" ujar kirana seolah ia berbicara kepada burung itu.


"Ayolah kirana kita jalani hari hari ini dengan baik," Gumam kirana berbicara kepada dirinya sendiri sambil bangkit dari kasurnya, dan berjalan ke kamar mandi.


Setelah merasa segar habis mandi, kirani turun menuruni tangga rumah nya menuju ke toko bersiap siap untuk memulai aktivitas.


Saat turun Kirana melihat nenek sedang menyiram tanaman di halaman belakang. Diam diam kirana berjalan menjinjitkan kaki menuju arah nenek.


"Selamat pagi nenek" pekik kirana mengejutkan nenek dan memeluknya.


"anak nakal, hampir saja nenek jatuh karena terkejut" jawab nenek terkejut dan memegangi dada nya, serta mencubit lembut pipi Kirana.


"hahaha maafkan aku nek, aku hanya bercanda" jawab kirana girang.


***


Setelah selesai merapikan tokonya, kirana pun bersiap siap membuka toko nya. dengan memaksakan senyum di bibirnya kirana ingin melupakan hal semalam yang membuat ia bersedih. kirana ingin menjalani hidup yang ceria lagi seperti hari hari biasa.


Toko Kirana memang tidak terlalu ramai, tetapi dia memiliki banyak pelanggan tetap yang selalu datang ke tokonya. selain menjual rangkain bunga, kirana juga menjual bibit tanaman yang hidup, serta sering juga pelanggan meminta kirana ke rumah untuk sekadar merawat atau konsultasi soal pupuk untuk tanaman.


karena kirana adalah anak yang ramah banyak sekali pelanggan yang senang dengan pelayanan kirana. ia sangat pandai bergaul dengan orang lain. hingga ia tidak susah menyesuaikan diri.


"dret dret dret." ketika ada pesan masuk di ponsel kirana.


-aku akan menunggu mu di kafe xxx jam 19,00 nanti- pesan dari Rendy.


-baiklah- balas kirana.

__ADS_1


"Nenek nanti aku akan pergi menemui Rendy " ujar kirana memberi tahu nenek.


"baiklah sayang, sampaikan salamku padanya ya" jawab nenek.


***


Jam 19.10 di kafe xxx.


Terlihat Kirana sudah datang dan menunggu Rendy di sebuah meja.


"kemana manusia itu, dia yang berjanji dia yang telat" gumam kirana kesal sambil melihat ke arah jam tangan nya.


tak selang beberapa lama, terlihat seorang pria melambai ke arah kirana, Rendy barusaja datang dan tersenyum menghampiri kirana.


"kau sudah lama menunggu, maaf tadi sangat macet di jalan" jelas Rendy pada kirana, padahal jalanan tidak terlalu macet. hanya saja dia beralasan agar Kirana tidak marah padanya.


"ah memang kau selalu begitu, memang nya seberapa jauh sih rumahmu dari sini" jawab kirana ketus karena tau bagaimana sahabat nya itu.


"aku pesan seperti biasa saja" jawab kirana


Dengan mengisyaratkan jari kepada pelayan, Rendy menyebut kan pesanan nya dan kirana kepada pelayan itu.


"baiklah tuan, mohon tunggu sebentar" pelayan menundukkan tubuhnya seraya berlalu meninggalkan meja Rendy dan Kirana.


Sambil menunggu pesanan nya datang kirana dan Rendy berbincang bincang panjang lebar, menceritakan ini itu. Terlihat beberapa kali Kirana tertawa karena celotehan Rendy yang lucu.


Tak lama kemudian pelayan datang dengan membawakan pesanan yang telah mereka pesan tadi. dan menaruh nya di atas meja.


"Silahkan tuan, nona, saya permisi" ujar pelayan tersebut setelah menata rapi makanan di atas meja.


"Terimakasih mas" jawab Kiran ramah.

__ADS_1


Mereka pun melahap makanan dengan lahap nya.


***


Saat sedang enak nya melahap makanan tiba tiba saja ada yang menyenggol sikut kirana sehingga makanan yang tadi dia sendok tertumpah ke atas meja.


"ahh maaf, maafkan saya nona" seorang pria dari arah samping meminta maaf kepada kirana.


"tidak apa apa tuan" jawab kirana seketika menoleh ke arah pria tersebut.


"Kauuu... " serentak mereka berdua teriak saat melihat satu sama lain hingga pelanggan yang lain menoleh ke arah mereka yang merasa sedikit terganggu.


"hey Tama sedang apa kau disini" sapa Rendy ke arah pria tersebut memecah ketegangan antar a Kirana dan pria itu yang ternyata adalah Tama Wijaya yang tak lain tak bukan adalah pria yang pernah di tabrak mobil nya oleh Kirana.


"apa kalian saling kenal?" tanya Rendy lagi penasaran menoleh ke arah kiran dan Tama bergantian.


"Tidak aku tidak mengenal manusia angkuh ini" jawab kirana ketus membuang muka yang terlihat kesal.


"cih, mana mungkin aku kenal perempuan sial ini" jawab Tama yang tak kalah menohok nya dari Kiran.


"hey, tunggu tunggu, kalau kalian tak saling Kenal kenapa kalian terlihat akrab begitu" tanya Rendy heran.


"TIDAK.." Jawab mereka serentak lagi, dan saling menoleh.


"huh kau bilang akrab? kenal saja tidak, perempuan sial ini pernah menabrak mobil mewah ku dengan motor butut nya hingga peyok" tukas Tama yang terlihat kesal mengingat kejadian beberapa hari lalu.


"hey tuan sombong, setidak nya aku sudah mau bertanggung jawab hanya saja kau terlalu angkuh menolaknya" jawab Kiran dengan wajah tak kalah kesal nya.


Tiba tiba Rstorant itu terlihat sedikit gaduh oleh perdebatan antara Kiran dan Tama.


....

__ADS_1


__ADS_2