
Tama sudah bersiap siap untuk berangkat ke kantor. Kirana membantu memasangkan dasi pada suaminya.
"Sayang, kau hari ini tidak usah pergu ke toko." Ujar Tama setelah mengecup mesra kening istrinya.
"Kenapa?".
"Sayang, Kita tidak tahu kalau saja nanti ada fans Angella melihatmu. Kemungkinan buruk mereka akan menyerangmu nanti." Ujar Tama yang khawatir istrinya kenapa kenapa.
Kirana berfikir sejenak lalu setuju dengan pendapat suami nya. Membayangkan nya saja sudah ngeri, apalagi benar benar terjadi. Kalau satu orang Kirana mungkin masih bisa meng handel nya, tapi kalau lebih dari satu. "Aaa tidak, seram sekali." Jerit Kirana ngeri dalam hati ketika membayangkan nya, Sudah terlukis di kepala nya adegan apa yang akan terjadi yang sering ia lihat dalam film.
"Yasudah kalau begitu. Aku dirumah saja hari ini." Saut Kirana.
Mereka berdua turun kebawah untuk sarapan. Dari kemarin Samira masih menginap disana, dan sudah duduk di meja makan bersama mama Ratih dan Papa Danu.
"Tama, apa kau sudah membereskan masalah kemaren ?". Papa Danu bertanya dengan wajah yang serius.
Tama mengangguk kan kepala nya. "Aku sudah suruh orang orang kita untuk membungkam media pa, sampai masalah ini selesai. Papa tenang saja."
"Kak, semalam media sosial ku di serang oleh para fans nya Angella. Bahkan mereka mengancamku." Sungut Samira mengadu pada kakak sepupu nya itu.
"Benarkah ?." Saut Kirana penasaran.
"Sungguh, kau lihat saja ini." Dengan antusias Samira beranjak dari kursi nya lalu pindah ke samping Kirana untuk memperlihatkan semua komentar di akun media sosial nya.
"Wahh aku merinding sekali. Untung aku tidak punya media sosial. Kalau tidak pasti aku juga di serang seperti itu." Kirana merasa ngeri dan takut melihat semua komentar yang nge hate Samira. Tapi masih ada beberapa juga yang membelanya walau tidak banyak.
Seperti biasa, Kirana mengantarkan suami nya yang akan berangkat ke kantor ke dapan mobil nya. "Aku berangkat dulu." Ujar Tama lalu mengecup kening Kirana.
Kirana melambaikan tangan nya ketika mobil sudah berjalan meninggalkan nya. Dan ia mulai masuk ke dalam rumah menemui Samira yang duduk di depan televisi.
"Wahh, benar kata kak Tama. Tidak ada pemberitaan apapun di TV tentang masalah kita." Ujar Samira menggonta ganti channel TV.
"Tapi sam, bagaimana nanti kalau kita bertemu tidak sengaja di jalan atau dimana dengan fans nya Angella." Saut Kirana.
__ADS_1
"Sepertinya aku harus meminta Papi menyewakan Bodyguard untukku." Sambung Samira menemukan ide.
Mereka berdua sibuk berbincang. Tiba tiba Ponsel Samira bergetar, ternyata Rendy yang menelfon dengan Vidio Call.
"Hallo sayang."
"hallo sayang, kau ada dimana?" Saut Rendy di seberang telfon.
"Aku masih berada di rumah tante Ratih, ini aku sedang bersama Kirana." Samira beranjak mendekati Kirana.
"Hallo Kiran, apa kau baik baik saja ? Aku sudah lihat vidio yang viral itu. Jadi sebaiknya kaliam tetal dirumah saja, dan jangan kemana mana dulu."
"Iya aku dan Samira di rumah saja kok, sampai keadaan membaik. Tama akan menyelesaikan semuanya."
"Syukurlah kalau begitu." Saut Rendy.
"Sayang, kau kesini saja menemani kami ya." Rengek Samira.
Setelah berbincang sedikit Rendy menutup telfon nya. Lalu Samira dan Kirana kembali menonton TV.
***
Dikantor, Tama langsung menuju ruangan penyiaran berita. Sebelumnya dia sudah mengkoordinasikan kepada seluruh Tim tentang Klarifikasi yang akan di sampaikan nya di Televisi hari ini.
Setelah semua nya siap, Kamera pun mulai merekam dan menayangkan Live di telivisi. Beberapa kata pengantar di sampaikan oleh presenter cantik yang membawakan berita itu.
"Baiklah disini kita sudah kedatangan seorang tamu spesial. Yaitu Tuan Tama Wijaya. Tuan Tama akan menyampaikan sesuatu yang harus di dengarkan oleh seluruh pemirsa. Silahkan Tuan." Ujar Presenter itu.
"Hallo semua nya, saya disini mau menyampaikan hal yang sangat penting tentang sebuah vidio yang baru baru ini menjadi Viral. Sebenarnya di vidio itu tidak seluruh nya benar jika di lihat saja. Kalian harus tahu kebenaran nya, bahwa pihak A duluan yang mulai menyerang adik dan Istri saya. " Ujar Tama dengan serius.
"Maaf memotong tuan, anda barusaja menyebutkan istri. Jadi maksud anda, anda sudah menikah Tuan ?". Potong presenter itu.
Tama mengangguk kan kepala nya. "Ya, saya memang sudah menikah. Dengan perempuan cantik yang ada di vidio itu." Ujar nya bangga.
__ADS_1
"Wahh ini sungguh berita yang sangat luar biasa, yang kita tahu selama ini Tuan Tama belum menikah. Dan terakhir kabar bahwa Anda memiliki hubungan dengan Nona Angella."
"Ya memang pernikahanku tidak di publikasikan waktu itu. Dan aku sudah lama putus dengan Angel."
"Saya ucapkan selamat Tuan atas pernikahanmu, Walau sedikit telat." Ujar presenter dengan senyum yang mengembang.
Tama juga ikut tersenyum dan melanjutkan klaririfikasi nya. "Jadi sebenarnya yang terjadi di vidio itu adalah, Angella menghampiri istri saya dan menyerang nya dengan kata kata yang tidak pantas. Aku tidak tahu kenapa dia seperti itu. Mungkin karena dia tidak terima dengan pernikahanku atau bagaimana. Yang jelas jika dia mau melanjutkan masalah ini ke ranah hukum silahkan, Aku akan meladeni nya dengan senang hati." Ujar nya menantang.
Angella yang kala itu sedang ada pemotretan di beritahu oleh Manager nya dan memperlihatkan Vidio Tama yang sedang klarifikasi di TV.
"Aaa Tama, kenapa kau seperti itu." Rengek nya kesal dan menghentakkan kaki nya.
Sedangkan dirumah, Samira dan Kirana ternganga menonton siaran langsung Tama.
"Wahh, kak Tama kau sangat keren. Aku bilang apa kau beruntung sekali bisa mendapatkan kak Tama." Ujar Samira menyenggol bahu Kirana yang tak berkedip dan membanggakan kakak nya itu.
"Kali ini aku setuju denganmu Sam, aku sangat beruntung mendapat suami yang keren begitu." Saut nya.
Rendy sudah datang dan menghampiri kedua nya yang sedang menonton, dia diantarkan oleh pelayan.
"Kalian sedang apa, aku dari tadi menelfon tidak ada jawaban satupun." Ujar nya menghampiri.
"Sayang, kau lihat kak Tama di TV. Dia sangat kerenkan karena telah membela kami dan memamerkan Kirana pada seluruh negeri ini." Samira masih saja merasa bangga. bahkan tidak mengubris pertanyaan kekasih nya itu.
"Syukurlah kalau dia begitu, jadi aku tidak perlu khawatir lagi."
Seorang pelayan datang membawakan minuman dingin dan beberapa cemilan kepada mereka. Mama Ratih memang sedang tidak ada dirumah saat ini. Tadi pagi ia pergi menemui seorang kenalan nya yang sudah ada janji dengan nya.
Mereka bertiga menghabiskan waktu mengobrol panjang lebar. Hingga tak terasa hari sudah sore dan Mama Ratih sudah pulang. Rendy pamit untuk pulang, Samira ikut dengan nya. Karena sudah dua hari dia tidak pulang ke rumah orangtuanya yang juga khawatir tentang dirinya.
....
Hallo semuanya, terimakasih sudah membaca karya author. Jangan lupa Like , komen dan Vote nya ya teman teman. 🤗 Apresiasi dari kalian sangat berarti bagi author.
__ADS_1