
Matahari sudah muncul, Kirana masih tampak pulas dengan selimut yang ia tari ke arah wajah nya menutupi cahaya matahari yang mulai masuk dari jendela. Seperti nya ia enggan untuk bangun dan masih ingin melanjutkan mimpi nya yang terasa indah pagi itu.
Tama menggeliat dan membuka mata nya, ia melihat ke samping nya mencari Kirana.
"Kemana wanita itu." sambil menyapu seluruh ruangan kamar dengan mata nya.
"Kenapa dia malah tidur disana, dasar bodoh." gumam Tama dalam hati. Ia bangkit dan berjalan ke arah kirana, ia menggoyang goyangkan tubuh Kirana membangunkan nya.
"Hey pemalas, bangun lah.." ujar Tama.
"hhmmm" Kirana menggeliatkan tubuh nya tanpa membuka mata nya.
"Hey kau.. cepat bangun, kau pindah ke atas kasur sana. Nanti mama lihat kau tidur disini, aku yang akan di salahkan. Cepat bangun lah." dengan menarik selimut yang melilit tubuh Kirana.
Wajah Tama terlihat memerah, melihat separuh tubuh Kirana dengan pakain tidur yang di kenakan nya, segera ia memalingkan wajah nya dan mengusap wajah nya.
"Heyy cepat bangun, atau aku gendong kau ke atas kasur." Tegas Tama dengan nada mengancam.
Kirana membuka matanya dan langsung berdiri menutupi dada nya dengan selimut.
"Kau mengganggu saja, tidak usah aku bisa bangun sendiri." Ujar nya ketus karena kesal Tama sudah mengganggu tidur nya.
__ADS_1
kirana berjalan ke arah ranjang dan merapikan tempat tidur dan melipat selimut nya.
"Kenapa kau tidak jadi tidur.?" Tanya Tama.
"Kantuk ku sudah hilang, gara gara kau."
"cihh, baguslah kalau begitu. Setelah ini tolong buatkan aku kopi."
"Huh.. memang nya aku pembantu mu.?"
"hey.. kau lupa, kau sudah menjadi istri ku. jadi kau harus melayani ku layak nya seorang istri. Setidak nya di depan mama kau harus terlihat sayang dan peduli padaku." Ujar Tama dengan seringai nya.
"cihh, jangan beralasan kan tante Ratih, bilang saja kau ingin memperbudak ku saja."
Kirana sedikit berpikir dan membenarkan apa yang di katakan Tama. "Baiklah, tapi awas saja kalau kau seenak nya saja kepada ku." ancam Kirana.
Tama hanya menyeringai dan berlalu ke kamar mandi, Kirana kembali melanjutkan membersihkan dan menyapu kamar nya yang berserakan dengan kelopak bunga mawar.
Setelah Tama selesai mandi, ia bergantian masuk ke dalam kamar mandi. Mereka sepakat untuk berpura pura menjadi pasangan bahagia di depan orangtua nya.
Tama dan Kirana menuruni anak tangga. Tama berjalan duluan dan di ikuti Kirana di belakang nya. di ruang makan sudah duduk papa dan mama Ratih. Kirana menyapa kedua nya dengan tersenyum lebar dan manis.
__ADS_1
"Selamat pagi pengantin baru." Sapa Mama Ratih dengan tersenyum melihat anak dan menantu nya itu.
"Kalian terlihat sangat cerah sekali pagi ini. " Lanjut nya menggoda.
Kirana hanya melirik Tama dan tersenyum kecil lalu memalingkan wajah nya.
"ahh.. mama bisa saja." saut Tama tersenyum.
"Sayang, tolong ambilkan aku Roti." ujar Tama.
Kirana melotot menatapa Tama mendengar ucapan nya. "Sa...yang ?" ucap nya heran.
Tama mengedipkan mata nya seolah memberikan isyarat "Turuti saja" dan mengusap tangan Kirana lembut.
Kirana merasa kesal dan mengerti maksud Tama, ia menarik tangan nya segera "Baiklah sayang" jawab nya terpaksa.
"Syukurlah, kalian cepat beradaptai. mama senang melihat nya." ujar mama Ratih tersenyum bahagia.
Mereka berdu hanya tertawa kecil menanggapi perkataan mama. Papa yang sedari tadi hanya diam dan membaca koran tersenyum kecil melihat kedua nya.
Pagi ini Kirana sudah menjadi istri yang baik di depan mertua nya.
__ADS_1
....