Menikahi Pewaris Tunggal

Menikahi Pewaris Tunggal
Bersalah


__ADS_3

"Istriku sangat cantik bukan bu." Ujar Tama mengakhiri kecanggungan itu.


Ibu Sarah tersadar lalu melepaskan genggaman nya. "Iya tentu, Kau sangat cantik sekali nak. " Ujar Ibu Sarah menatap nanar wajah Kirana.


"Ahh terimakasih bu." saut Kirana tersipu malu.


"Kalau begitu ibu tinggal dulu ya, selamat menikmati." Ibu Sarah lalu pergi meninggalkan kedua nya.


"Bagaimana apa kamu sudah mulai tenang sayang.?" Tanya Tama menggenggam tangan Kirana lembut.


"Iya, aku sangat merasa tenang disini. suasana dan tempat nya membuatku hatiku menjadi hangat." Kirana tersenyum lepas sambil menghela nafas nya. Seakan ia telah melepaskan segala beban yang telah di tanggung nya selama ini.


Mereka berdua meneguk minuman nya dan memakan cemilan yang sudah di pesan tadi.


"Jadi sejak kapan kamu datang kesini dan tahu tempat ini ?" Kirana penasaran dan mulai bertanya pada suaminya.


"Hhmm mungkin sekitar 2 tahun yang lalu, entah kenapa aku selalu merasa tenang jika kesini ketika ada masalah."


"Memang nya kamu punya masalah apa selain hanya dengan perempuan perempuan yang kau kencani." Kirana menyunggingkan bibir nya menyindir suami nya itu.


"Ya tentu saja, apa lagi yang bisa kubuat selain membuat masalah dengan wanita." Tama tersenyum membalas sindiran Kirana dengan jawaban yang bisa membuat nya kesal.


Kirana memancungkan bibirnya kedepan dan mencubit lengan Kirana. " Cihh, dasar kau. "


Tama hanya tersenyum senyum melihat tingkah istrinya yang imut sekali di mata nya ketika sedang cemberut itu.

__ADS_1


***


Di dalam warung kopi itu, Ibu Sarah bersandar di dinding di balik pintu dapurnya. Airmata telah daritadi membasahi pipi nya dengan deras, sejak ia kembali dari meja Tama dan Kirana.


"Kenapa harus bertemu seperti ini." Lirih nya disela tangis nya. Dadanya terasa sesak dan kepala nya mulai pusing. Bu sarah memukul mukul dadanya sendiri.


"Maafkan ibu nak, maafkan Ibu." Bu sarah masih tersedu sedu.


Ya, Bu sarah adalah sosok yang selalu di rindukan oleh Kirana. Orang yang selalu terselip namanya dalam setiap doa doa Kirana. Bu Sarah adalah Ibu Kirana yang sudah lama meninggalkan nya dan tidak pernah mengunjunginya selama ini.


Namun Sarah selalu memantau bagaimana keadaan Kirana dan Nenek nya selama ini, tanpa sepengetahuan mereka. Sarah sudah Dua tahun kembali ke negara ini. Sarah membuka sebuah warung kopi di pinggir kota untuk menghidupi dirinya sendiri.


Sebenarnya dia tidak benar benar menikah saat ia meminta uang pada ibunya waktu itu. Namun uang itu dia gunakan untuk biaya pengobatan nya di rumah sakit saat itu.


"Semoga kamu selalu hidup dalam kebahagian sayang, maafkan ibu yang tidak bisa menjadi ibu yang baik untukmu. Maafkan ibu yang selama ini selalu menghindarimu. Bukan nya ibu tidak sayang kepadamu tapi Ibu tidak sanggub melihat wajahmu atas segala kesalahan yang selama ini telah terjadi." Sarah merintih dalam hatinya, karena tidak bisa menjadi ibu yang baik.


Sebenarnya beberapa saat yang lalu Sarah berziarah ke makam ibunya. Dan bertanya pada seseorang yang selama ini telah menjadi informan tentang keaadan Kirana dan Ibunya. Sarah diberitahu bahwa Kirana akan menikah. Rasa nya sangat bahagia sekali mendengar berita itu. Setidak nya dia tidak perlu khawatir kalau Kirana akan hidup sendirian. Namun ia tidak berani mendatangi Kirana, walau di hati kecil nya sangat ingin memeluk dan mendampingi Kirana pada saat itu.


"Bu, bu Sarah. " Panggil Tama yang sudah berdiri di depan meja kasir.


Ibu Sarah segera bangkit dan menghapus airmata nya dengan cepat dengan tangan nya. "Iya nak Tama, maaf ibu tadi ada di belakang." Ujar nya berjalan ke depan meja kasir.


"Ibu kenapa ? Kenapa mata ibu merah dan sembab begitu." Saut Kirana yang berdiri disebelah Tama yang tiba tiba melihat bu Sarah datang.


"Ahh ibu tadi mengupas bawang di dapur, jadi mata ibu perih sekali. " Saut nya mengelak.

__ADS_1


Kirana hanya mengiyakan, dan Tama membayar semua tagihan nya dan pamit pergi meninggalkan Warung Bu sarah. Mereka berdua masuk ke dalam mobil dan malaju pulang kembali ke rumah.


EPILOG


Ibu Sarah kembali meratapi dan menyalahkan diri nya sendiri. "Kenapa hidupku harus seperti ini. Kenapa aku menjadi manusia yang tidak berguna." Maki nya pada dirinya sendiri.


Sejak saat ia meninggalkan Kirana, Sarah selalu hidup dengan berpindah pindah dari satu temlat ke tempat yang lain. Sudah beberapa kali ia ingin mengakhiri hidupnya sendiri namun selalu gagal.


Sebenarnya bisa saja dia datang dab kembali kepada kehidupan Kirana. Namun siksaan batin yang tak sanggub ia rasakan setiap kali ia membayangkan Wajah Ayah Kirana yang tersirat pada garis wajah Kirana. Sungguh sangat sakit baginya ketika menerima kenyataan bahwa Suami yang sangat ia cintai meninggalkan nya sendirian saat ia tengah hamil besar.


Orangtua dari suaminya tidak pernah merestui hubungan mereka. Sehingga mereka memilih untuk menikah secara diam diam dan hidup berdua hingga Sarah mengandun Kirana. Awal kehidupan baru mereka sangat bahagia terlebih lagi dengan kehadiran Kirana disela sela bulan pertama pernikahan mereka.


Namun selang beberapa bulan kemudian, Orangtua sang suami mengetahui tentang hubungan mereka berdua lalu memisahkan nya dengan cara apapun. Hingga suatu hari Sarah mendapat surat dari sang suami yang tergelatak di atas meja kamar nya, yang mengatakan bahwa ia tidak ingin hidup bersamanya lagi, dan tidak menginginkan anak itu lahir dan ada.


Keadaan yang tiba tiba berubah itu membuat Sarah frustasi dan melahirkan Kirana seorang diri. Seketika ia merasa sangat membenci suami nya. Ia mengutuk dirinya sendiri karena terlalu bodoh dan dibutakan oleh cintanya selama ini.


Setelah melahirkan Kirana, Sarah menitipkan bayinya pada ibunya. Nenek Rosma selama ini sudah lama mencari keberadaan putri nya yang tiba tiba menghilang dan meninggalkan nya. Tapi sekarang tiba tiba ia datang membawa seorang bayi mungil yang sangat lucu dan menitipkannya kepadanya.


Sarah berpesan agar merawat bayi nya dengan baik, Ia juga berpesan agar tidak memberitahu tentang dirinya kepada sang anak jika nanti kelak ia sudah besar. Sarah sudah mengemasi semua foto dirinya dan membawanya pergi. Tak sempat nenek Rosma bertanya siapa ayahnya dan apa yang sebenarnya terjadi.


Sarah langsung pergi tanpa pernah memberi kabar sedikitpun. Tak jarang Nenek Rosma mencari keberadaan anaknya. Namun tetap saja hasil nya nihil. Kirana mulai tumbuh beaar menjadi gadis yang ceria dan juga manis.


Penyesalan Sarah selalu menghantuinya kemana pun ia pergi. Namun semuanya sudah terlanjur bila ia ingin kembali. Ia merasa sudah tidak pantas lagi menjadi seorang ibu dari Kirana.


Namun kini setelah sekian lamanya, Kirana ada dihadapan nya. Dan kini perasaan yang egois ingin kembali dan berada di samping Kirana sungguh sangat menyiksa nya.

__ADS_1


...


__ADS_2