Menikahi Pewaris Tunggal

Menikahi Pewaris Tunggal
Menghibur Kirana


__ADS_3

Kirana tertidur sore itu, sampai Tama sudah pulang dari kantor pun dia tidak tahu. Mata nya terlihat bengkak karena seharian menangis. Tama mengusap pelan rambut Kirana. Ia tak mau membangunkan istri nya yang terlihat kelelahan sekali.


"Sayang, kau sudah pulang." Ujarnya ketika membuka mata dan melihat Tama yang sudah berbaring di sebelahnya.


Tama hanya tersenyum bahagia ketika mendengar panggilan Kirana kepadanya barusan. "Sudah dari tadi, apa kamu lapar ?"


"Sepertinya." Jawab Kirana memegang perutnya yang sudah berbunyi bunyi.


"Yasudah ayo kita makan. Apa kau mau dibawa ke kamar saja makanan nya ?"


"Baiklah terserah saja, aku malas sekali bergerak. " Ujar Kirana manja. "Apa kamu sudah makan.?"


"Belum, aku ingin makan bersamamu." Ujar Tama.


"Yasudah biar aku panggil pelayan dulu untuk mengantar makanan ya. " Tama berjalan keluar setelah mengecup mesra kening Kirana.


Tak lama kemudian, Tama sudah masuk lagi ke dalam kamar dengan di ikuti oleh dua orang pelayan yang membawa makanan. Setelah menyiapkan makanan mereka berdua pamit untuk keluar kamar.


Kirana turun dari ranjang nya, lalu menuju meja dimana makanan itu di sajikan. Mereka berdua makan dengan lahap nya. lalu kedua nya duduk bersandar di atas sofa setelah kekenyangan.


"Sayang, matamu kenapa bengkak begitu.?" Tama memperhatikan wajah dan memegangnya menatap lekat mata Kirana.


"Ahh mungkin aku terlalu lama tidur tadi." Ujar nya memalingkan wajah nya.


"kau yakin ? apa kau tadi menangis.?" Tama tampak tidak percaya dengan jawaban Kirana.


Kirana kembali teringat dan tak sanggub lagi membendung air matanya yang mulai jatuh membasahi pipinya. Tama yang melihat hal itu seketika khawatir dan memeluk nya erat.


Setelah beberapa lama Kirana menangis dalam pelukan nya, akhirnya Kirana mulai sedikit tenang dan mengahpus airmata nya.


"Sayang, ceritakan padaku apa yang sebenarnya membuatmu sedih begini." Tama mengusap pipi dan mulai bertanya pada Kirana.


Kirana menceritakan tentang rasa sedih dan rindu nya pada sosok sang ibu. Tama mendengarkan perlahan dan mulai ikut merasakan apa yang dirasakan istri nya.


"Sudahlah sayang, sekarang kau punya aku dan mama yang sangat menyayangimu, papa juga sangat peduli kepadamu. Kau tidak oerlu bersedih lagi. Bila saatnya tiba Ibumu pasti akan datang menemuimu." Tama mulai menenangkan istrinya.

__ADS_1


Kirana hanya mengangguk mengiyakan perkataan suami nya yang membuat nya sedikit hangat dalam hatinya.


"Sayang, apa kau besok akan ke toko?" Tanya Tama.


"Iya, besok aku akan membuka toko. Memangnya kenapa ?"


"Besok setelah pulang dari kantor, aku akan menjemputmu jam 5 sore. Aku akan membawamu ke sebuah tempat." Ujar Tama antusias sendiri.


"Memangnya kau akan membawaku kemana ?" Kirana penasaran kemana Tama akan membawanya.


"Pokok nya besok saja kau tahu, tempat itu adalah tempat yang istimewa bagiku." Ujar Tama.


Kirana hanya mengangguk angguk kan kepalanya. "Yasudah kalau begitu ayo kita tidur sekarang." Ujar Kirana yang melihat Tama mulai menguap dan menarik tangan nya.


"Sayang." Tama menarik tangan Kirana ke belakang sehingga tubuh nya tertarik dan mendekat pada tubuh Tama. Tanpa aba aba Tama mencium bibir Kirana dengan mesra.


"Kenapa kau selalu tiba tiba begitu. " Ujar Kirana dengan nafas yang terengah engah ketika Tama sudah melepaskan ciuman nya itu.


Tama hanya menyunggingkan senyum nya lalu mengangkat tubuh Kirana ke atas kasur. Tama mulai menindihnya, dan menciumi leher Kirana. Kirana memejamkan matanya menikmati setiap sentuhan pada kulit tubuh nya.


Sore Hari setelah bekerja, Kirana mulai bersiap siap menutup toko nya. Belum selesai Kirana berberes Tama sudah datang.


"Kenapa kau cepat sekali datang nya, aku barusaja mau menutup toko." Ujar Kirana menghampiri suaminya itu.


"Tentu saja, aku tidak mau membuatmu menunggu." Jawab Tama yang memperhatikan sekeliling toko Kirana.


"Cihh, kenapa kau berubah jadi manis begini sih." Kirana tersenyum dan terheran dengan perubahan sikap Tama.


"Aku memang selalu begini pada orang yang aku cintai." Jawab nya mencubit mesra pipi Kirana.


"Baiklah iya, Ngomong ngomong bagaimana kau tahu toko ku.?"


"Tentu saja aku tahu, untuk apa Samira ada kalau tidak bisa memberi informasi tentangmu padaku." Jawabnya dengan membanggakan diri.


"Owh, jadi selama ini kau memata matai aku lewat Samira ya.?" Ujar Kirana yang mulai menelisik.

__ADS_1


"Tidak, aku hanya tanya dimana tokomu saja."


"Hhmm.. baiklah kalau begitu."


Setelah bersiap siap Mereka pun pergi meninggalkan toko. Tama melajukan mobil nya dengan kecepatan yang sedikit kencang.


"Sayang, kenapa terburu buru sekali." Tanya Kirana yang merasakan kecepatan mobil yang ditumpangi nya.


"Iya, soalnya tempatnya agak jauh. Jadi kalau tidak cepat kita akan pulang larut sekali nanti. " Ujar Tama.


Sekitar menempuh perjalanan kurang lebih 2 jam, Mereka sampai di tempat tujuan di pinggiran kota. Tempat yang masih asri pemandangan nya, namun lebih dingin dari udara di kota.


Tama turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Kirana. Mereka sudah berada di depan sebuah kedai kopi yang sederhana namun sangat nyaman untuk sekedar menenangkan pikiran.


Tama dan Kirana duduk di sebuah meja yang tidak ada kursi nya alias duduk lesehan. Seperti warung warung tradisional namun di buat seperti Warung kekinian. Dengan dinding dan tiang dari bambu yang di pernis tampak serasi dengan anyaman bambu itu.


"Sayang kenapa kita jauh jauh sekali kesini kalau hanya untuk minum kopi.?" Tanya Kirana.


"Disini berbeda dengan tempat lain, nanti kau bisa merasakan nya sendiri. Lagipula disini pemandangan nya juga sangat indah, kau bisa menenangkan pikiranmu disini. " Ujar Tama tersenyum.


Kirana menatap jauh ke sekekilingnya, memang benar kata Tama. Tempat ini sangat indah dan pas untuk menenangkan pikiran nya. Hamparan kebun teh yang luas tampak remang remang oleh lampu jalanan, sangat menyejukkan sekali. Begitulah yang di pikirkan Kirana.


Tiba tiba seseorang datang mengantarkan minuman dan cemilan yang tadi sudah di pesan oleh Tama.


"Hallo nak Tama, sudah lama sekali kau tidak kesini." Ujar wanita itu. Kirana yang tadi melihat ke arah kebun teh seketika mengalihkan pandangan nya pada wanita itu.


"Ahh iya bu, Akhir akhir ini aku sangat sibuk. Oh iya perkenalkan ini Kirana Istriku." Ujar Tama mengenalkan Kirana pada wanita paruh baya itu.


"Ah kau sudah menikah ? Hallo perkenalkan saya Sarah." Ujar nya lalu memalingkan pandangan nya pada Kirana dan menjulurkan tangan nya. Namun entah kenapa mimik wajah nya tiba tiba berubah dan seperti terkejut melihat Kirana.


Kirana menyambut tangan itu lalu tersenyum dan mengenalkan diri nya. Lama sekali ibu itu menggenggam tangan Kirana dengan tatapan aneh dan sukar untuk di jelaskan. Tama yang melihat pun juga sedikit merasa aneh dan suasana pun menjadi canggung.


...


Hallo semuanya, terimakasih telah membaca "MENIKAHI PEWARIS TUNGGAL". Jangan lupa selalu support Author dengan Vote, Like, dan Comment nya ya. Agar author semangat untuk upload.

__ADS_1


...


__ADS_2