
Mobil pengantin sudah memasuki Gerbang rumah. Tama turun terlebih dahulu dan tak acuh pada Kirana.
"cihh, dasar tidak sopan. Setidak nya tawarkan aku untuk turun dari mobil atau apalah." Gumam Kirana kesal melihat tingkah Tama.
Kirana pun setengah berlari masuk ke dalam rumah, pelayan rumah menyambut nya dengan ramah dan mengantarkan Kirana menuju kamar nya.
Kirana masuk ke dalam kamar setelah pelayan itu membuka kan pintu. Kirana melihat sekeliling kamar yang sudah di hiasi dengan banyak bunga bunga mawar yang bertabur di atas kasur membentuk hati.
"hah, kenapa harus di hiasi seperti ini. memang nya aku pengantin baru," Gumam Kirana menyunggingkan bibir nya.
"ah, memang aku ini pengantin baru kan, dasar bodoh kau kirana, tapi tidak mungkin aku tidur berdua dengan manusia sombong itu" gumam Kirana mengingat bahwa dia suda menikah.
Tiba tiba mata Kirana terbelalak dan setengah menjerit ketika Tama keluar dari kamar mandi, dengan hanya mengenakan handuk yang di lilit kan di pinggang nya. Terpampang dada bidang Tama yang bisa membuat siapa saja gadis yang melihat nya akan merasa sangat kagum dan ingin menyentuh nya.
"Sedang apa kau melihat ku sampai begitunya?" ujar Tama pada Kirana yang masih saja menatap nya.
Kirana tiba tiba tersadar dan langsung membalik kan tubuh nya membelakangi Tama.
Tama melangkah mendekati Kirana dan berbisik di telinganya.
__ADS_1
"Kenapa? Kau tertarik melihat tubuh ku" Goda nya menyeringai.
Kirana kaget dan merinding saat Tama berbisik di telinga nya. Dia masih diam dan Tama melanjutkan untuk menggoda Kirana.
"Tapi sayang sekali, aku tidak tertarik sama sekali pada mu." lanjutnya.
"Jangan terlalu percaya diri Kau. Aku sama sekali tidak tertarik kepadamu." Jawab Kirana kesal dan membalik kan tubuh nya menatap dalam pada Tama.
"Lalu kenapa kau melotot menatap tubuh ku begitu. iiii aku merasa merinding melihat tatapan mu itu seperti mau menerkam ku." Tama menaikkan bahunya memang seolah olah dia merinding, dan menutupi dadanya dengan kedua tangan nya.
"hey.. manusia sombong, kau saja yang tiba tiba keluar kamar mandi dengan kondisi seperti itu. Aku hanya kaget, aku pikir kau tadi Tuyul karena tidak memakai baju. Percaya diri sekali kau." Balas Kirana dan memalingkan wajah ny serta menyeringai kecil.
Mendengar jawaban Kirana, Tama merasa sangat kesal sekali. padahal dia yang terlebih dahulu menggoda dan mengolok Kirana. Tama berjalan mendekat kan wajah nya pada Kirana.
"Ka... u... mau apa.?" Tanya Kirana gugup.
Tama hanya menyeringai dan menunduk kan badan nya ke atas Kirana dengan kedua tangan nya bertumpu di atas kasur untuk menahan badan nya. Tama semakin mendekatkan wajah nya menatap mata kirana sebentar, dan mendekatkan bibirnya ke telinga Kirana.
"heh.. Tapi kenapa jantungmu berdegub kencang, kalau kau tidak menginginkan ku." Seringai Tama.
__ADS_1
Dahi kirana terasa basah karena gugub dengan kondisi itu. Tiba tiba dia mendorong tubuh Tama agar menjauh darinya.
"cihh, apa apaan kau. jangan harap kau bisa menyentuh ku." ujar kirana dengan tegas dan segera bangkit dari tempat tidur.
Tama hanya terkekeh karena dia merasa menang dan berhasil menekan Kirana.
"Dasar perempuan bodoh, memang nya kau se cantik apa hingga aku mau menyentuh mu." jawab Tama merebahkan tubuh nya di atas kasur dan masih tertawa licik.
Kirana sangat kesal dan membalikkan tubuh nya, ia masuk ke dalam ruang pakaian dan membuka baju pengantin yang masih ia kenakan, lalu mengambil kimono handuk dan masuk ke dalam kamar mandi.
Kirana merendam kan tubuh nya dengan air panas dan menenangkan pikiran nya disana. cukup lama Kirana di berendam dan setelah selesai ia keluar dan masuk ke ruang pakaian lagi. Kirana membuka lemari satu persatu dan mencari piyama tidur nya yang biasa ia pakai. Namun tidak ia temukan satu pun.
"Bukan kah kemarin pelayan sudah membawakan pakaianku ke sini." Gumam kirana heran.
Di dalam lemari hanya ada baju tidur mini dan sangat terbuka. "aaa... tidak mungkin kan aku memakai ini." Lirih kirana.
Kirana terpaksa mengenakan salah satu nya yang agak sedikit panjang dan tidak terlalu terbuka. lalu kirana berjalan menunuju ranjang dan melihat Tama sudah tertidur pulas di sana.
"Aku tidak mungkin tidur satu ranjang dengan dia," ujar kirana pelan. Kirana mengambil bantal dan selimut lalu membaringkan tubuh nya di atas sofa yang lumayan lebar dan panjang cukup untuk dia tidur disana.
__ADS_1
Begitulah malam pertama berlalu dengan pertikaian kecil kedua nya. Mereka tertidur dengan pulas, mungkin kerena lelah seharian di acara pernikahan mereka.
...