Menikahi Pewaris Tunggal

Menikahi Pewaris Tunggal
Bermalam


__ADS_3

Kirana tampak sangat keheranan melihat tingkah aneh Tama saat ini. "Tama, untuk apa kita kesini ?" Tanya nya ketika Tama sudah memakirkan mobil nya.


Tama hanya diam dan menatap Kirana dalam dalam, ia mendekatkan Wajah nya pada Kirana dan mengecup lembut bibir Kirana. Kirana hanya terpaku mendapat perlakuan seperti itu. Tama melanjutkan ciumannya, Tidak ada perlawanan ataupun penolakan dari Kirana. ia Hanya terdiam dan jantungnya berdegub sangat kencang saat ini.


Tama melepaskan ciuman nya. "Kau jangan pernah berbicara dengan laki laki lain lagi selain aku. Apalagi di depanku seperti tadi." Ujar Tama dengan nada yang sedikit rendah namun sudah membuat Kirana tertegun.


"Kenapa...." Belum sempat Kirana melanjutkan bicara nya Tama kembali mencium bibir Kirana.


"hhm kenapa kau suka sekali menjawabku. " Ujar Tama yang terdengar lembut namun nafas nya seperti tersengal sengal.


Tama turun dari mobil dan membukakan pintu mobil untuk Kirana. Ia menggandeng tangan Kirana dan menarik nya masuk ke dalam Hotel Mewah itu. Pegawai Hotel menundukkan kepala nya ketika Tama memasuki Lobby hotel. Kirana hanya terheran dan tetap mengikuti langkah suami nya itu.


"Memang nya dia pemilik hotel, kenapa para pegawai itu menundukkan badan tadi. Atau memang seperti itu SOP nya disini. Arrghh Entahlah mungkin hanya aku saja yang norak tidak pernah masuk ke dalam hotel Mewah. " Gumam Kirana dalam hati.


Mereka masuk ke dalam lift dan menuju lantai atas, entah lantai berapa saat itu mereka tuju Kirana tidak terlalu memeperhatikannya. "Sebenarnya untuk apa kita kesini ? Kenapa kita tidak pulang saja ke rumah." Tanya Kirana yang masih penasaran, Sebenarnya ia masih merasa takut jikalau Tama akan melakukan hal seperti saat mereka di pulau waktu itu. Tama tidak menjawab namun hanya menatap nya saja.


Tama membuka pintu kamar VVIP dan menarik kirana masuk ke dalam lalu menutup pintu nya. "Wahh, jadi seperti ini ya kamar di hotel." Puji nya melihat seisi Kamar yang sangat mewah itu.


"Kau tidak akan menemukan Kamar hotel yang seperti ini di hotel ini, selain kamar ini." Uhar Tama menanggapi Istrinya lalu mengambil air putih dan menuangkan nya di gelas lalu meneguk nya sampai habis. Mata nya tak lepas menatap Kirana yang masih terkagum memerhatikan seluruh isi ruangan.


"Maksudmu, hanya kamar ini saja yang seperti ini disini.?"


"Tentu, Kamar ini hanya khusus dibuatkan untukku saja. Aku sendiri yang me reques segala funiturs dan desain nya. ?" Jelas Tama yang sedikit membangga.


"Cihh, jangan bercanda. memang nya kau pemilik Hotel ini." Saut Kirana dengan menyunggingkan senyum seakan tak percaya apa yang dikatakan Tama.


"Iya." Jawab nya singkat.


"Apaa..?" Kirana terkejut mendengar pengakuan Tama.


"Memang nya kau selama ini hidup dimana, kau tidak tau segala perkembangan bisnis di negeri ini ?"

__ADS_1


"Kau seriuss ? Wahh, hebat sekali. bahkan aku tidak tau sekaya apa suamiku sendiri. Selama ini aku hanya sibuk mengurusi tokoku dan nenek saja wajar jika aku tidak tau. " Ujar Kirana yang masih terkagum.


"Sudahlah, kau kesini." Saut Tama menarik tangan Kirana untuk duduk di sebelah nya di atas Sofa empuk itu.


Kirana terkejut dan malah menekan tangan nya di bawah perut Tama ketika Tama menarik nya tadi.


"Awhh..." Jerit Tama kesakitan memegangi bawah perutnya.


"Aahh maafkan aku, aku tidak sengaja. apa sakit sekali ?" Kirana khawatir saat Tama meringis kesakitan. " Lagipula kau kenapa menarikku seperti itu sih." Lanjut nya.


"Tidak, Aku tidak apa apa kau hanya menekan sedikit keras tadi. kalau kau ingin menekan nya pelan pelan saja. " Goda Tama yang tersenyum nakal pada Kirana.


Muka Kirana memerah mendengar ucapan Tama lalu memalingkan wajah nya kesamping karena tersipu malu. "Kau jangan bicara sembarangan. " Ujar nya kesal.


Tama merapatkan badan nya pada Kirana. dan menciumi rambut Kirana yang terurai itu. "Kirana, Aku menyukaimu." Bisik Tama di telinga Kirana.


Darah Kirana berdesir dan jantungnya berdegub kencang mendengar ucapan Tama. "Ka...u, jangan bicara sembarangan. " Lirih nya berusaha menenangkan dirinya.


Tama memegang wajah Tama dan menatap matanya lekat lekat. "Aku ingin kau menjadi milikku seutuhnya. " Tama berbicara jujur terlihat dari sorot matanya.


Kirana tidak dapat berkata kata, lidah nya terasa kelu. Namun jantungnya berdetak semakin kencang. Ia menutup mata nya ketika Tama mendekatkam wajahnya dan mencium bibir Kirana lembut. Kali ini Kirana ikut menikmati ciuman itu dan membalasnya.


Malam ini mereka habiskan berdua di dalam kamar hotel itu. Tidak ada lagi rasa penyesalan di dalam hati Kirana saat melakukan nya. Entah kenapa ia sangat nyaman saat Tama memeluk mesra dirinya. Belum pernah ia merasakan kehangatan yang seperti itu.


"Jadi kau sering kesini.?" Tanya Kirana ketika masih dalam pelukan Tama. Ia menyenderkan kepala nya pada Dada bidang Tama yang sudah tidak tertutupi baju lagi.


"Iya." jawabnya singkat.


"Cihh, pasti sudah banyak sekali wanita yang kau bawa kesini kan." Sungut nya dengan perasaan yang kesal ketika membayangkan nya.


"Tidak, aku tidak pernah mengajak wanita manapun kesini. hanya kau satu satu nya yang kubawa kesini."

__ADS_1


"Sungguh? lalu kau bawa kemana saja mereka kalau tidak kesini ?" Kirana masih dalam pikiran pikiran buruk nya ketika membayangkan sudah berapa banyak wanita yang dekat dengan Tama selama ini.


"Cihh, kenapa kau menjadi penasaran begitu sih ? Sudah lah aku sudah tidak memikirkan wanita wanita itu. hanya kau satu satu nya sekarang. " Sautnya sambil mempererat pelukan nya.


"Lalu Wanita yang kau ajak pergi ke pesta Samira tadi. ?"


"Aku sudah tidak berhubungan dengannya lagi sejak aku memutuskan menikahimu. Tadi aku hanya kesal melihatmu bersama Dimas, jadi aku hanya membalasmu dan ingin membuatmu cemburu. " Jelas Tama.


"Sudah lah jangan bicarakan orang lain lagi ketika kita sedang berdua. " Tama mengecup kening Kirana lembut lalu melanjutkan nya ke bibir dan leher Kirana.


Nafas Kirana mulai terengah engah, dan menikmati setiap sentuhan tangan Tama yang sudah mulai kemana mana. "Tama aku juga mencintaimu. " Gumam nya dalam hati.


***


Esok paginya Kirana sudah terbangun duluan dan memperhatikan wajah Tama yang masih tertidur itu. " Sejak kapan kau menjadi tampan begini sih ." Lirih Kirana.


"Sudah sejak lama, hanya kau saja tidak pernah memperhatikanku. " Saut Tama yang masih terpejam matanya.


"Aaa, . Kau pura pura tidur ya ?" Ujar Kirana kaget dan tersipu ketika Tama mendengar ucapan nya.


"Sudah lah ayo bangun, Kita pulang kerumah. Kau kan harus pergu ke kantor dan aku harus pergi ke toko. " Lanjut Kirana mengalihkan pembicaraan.


"Aku tidak mau bangun, aku hanya ingin seperti ini saja denganmu seharian. " Tama memeluk erat tubuh Kirana yang masih polos di balik selimutnya.


"aaa... sudahlah. Ayolah.. " Jerit Kirana ketika Tama mulai menyentuh bagian sensitif nya.


"Wah.. kau sungguh tidak sabar ya. Yasudah Ayo.. " Goda Tama tersenyum nakal dan menindih tubuh Kirana. Padahal ia tahu bahwa bukan itu yang dimaksud Kirana. Namun dia sengaja untuk mempermainkan Kirana dan membuatnya kesal.


"Tama...." Pekik Kirana.


....

__ADS_1


__ADS_2