Menikahi Pewaris Tunggal

Menikahi Pewaris Tunggal
Sarah


__ADS_3

Di sudut ruangan, Sarah terduduk melamun sambil memegang sebuah foto di tangan nya. Mata nya nanar menatap arah yang tak tentu. Seketika ia tersadar ketika air mata telah jatuh membasahi pipi nya.


Dengan cepat Sarah langsung mengusap nya dan terbangun dari hayalan nya yang jauh menatap masa lalu. Sarah tidak pernah benar benar tidak perduli pada Kirana dan Ibu nya. Hanya saja dia sudah tidak punya muka lagi jikalau kembali pada mereka.


Foto Nenek Rosma dan Kirana yang terlihat tertawa menyiram tanaman adalah hal yang paling membuat nya bisa mengobati kerinduan nya pada kedua orang itu. Sudah lama Foto itu diambil mungkin sejak Kirana baru lulus SMA. Seseorang kenalan Sarah selalu memberikan informasi tentang nenek dan Kirana. Seorang teman yang sedari dulu selalu membantu nya bahkan disaat masa masa sulit nya.


"Nak, ibu sangat senang sekali melihat kamu sudah menikah dan hidup dengan baik." Ujar nya sambil mengusap foto itu.


Beberapa hari yang lalu, Sarah pergi ke kota dan melihat dari jauh toko bunga Kirana. Hanya saja pas dia kesana ia tidak melihat Kirana di toko, melainkan seorang wanita muda yang asing di lihat nya. Karena rasa rindu yang tak sanggub ia bendung lagi, Sarah memberanikan diri untuk datang walau hanya melihat dari jauh saja. Toh walaupun berpapasan Kirana tidak akan mengenali nya.


Sarah membuka Warung Kopi yang cukup untuk biaya kehidupan nya sehari hari. Karena mungkin daerah pinggiran kota kadang ramai dan kadang sepi. Mungkin hanya pada waktu waktu liburan atau akhir pekan saja pengunjung mulai ramai dan mampir ketoko nya.


Sudah beberapa hari ini warung nya tidak buka. Badan nya terasa tidak enak, dan juga mood nya tidak terlalu bagus untuk melakukan aktivitas.


"Hhmm, seperti nya aku harus datang ke dokter lagi." Gumam nya ketika melihat isi obat dalam botol nya sudah mulai habis.


Memang beberapa waktu ini Sarah selalu diresep kan obat untuk dia minum, Kadang akhir akhir ini kepala nya sering sakit dan ia mudah kelelahan.


Satu yang selalu ia sesali dalam hidup nya, yaitu meninggalkan anak dan ibumu nya demi keegoisan semata. Biar saja jika suami nya membuang dan meninggalkan mereka. Harusnya ia bisa hidup bersama dengan ibu dan anak nya. Mungkin saat ini ia akan merasa sangat bahagia dan beruntung sekali mendapatkan anak seperti Kirana.


***


Sore hari, Sarah menyempatkan pergi ke dokter praktek yang ada disana untuk mengecek keadaan nya. Dokter mengatakan bahwa kondisi Sarah tidak memungkin kan lagu jika hanya mengkomsumsi obat sakit kepala dan demam saja. Sarah harus pergi ke Rumah Sakit besar untuk melakulan pemeriksaan lebih lanjut. Karena peralatan yang ada disana tidak memungkin kan untuk melakukan nya.

__ADS_1


Sarah hanya mengangguk saja ketika dokter mengatakan, dan setelah selesai konsultasi. Sarah pulang kerumah dengan keadaan sedikit menahan rasa sakit nya.


"Bagaimana aku bisa ke rumah sakit, Aku tidak punya tabungan yang cukup untuk membayar biaya rumah sakit nanti." Ujar nya ketika sudah sampai di rumah dan duduk di atas kursi.


Sarah berjalan ke arah lemari nya dan mengambil sebuah dompet yang ia selipkan diantara lipatan baju.


"Tidak mungkin aku pakai uang ini. Aku sudah lama mengumpulkan nya untuk mengembalikan pada Kirana uang yang pernah aku minta dulu. Dan aku juga ingin membelikan sesuatu untuk putri ku sebagai hadiah pernikahan nya. " Gumam Sarah dalam hati nya memegang sejumlah uang.


"Yasudah lah, besok aku pergi saja ke kota. Aku akan membelikan sesuatu untuk Kirana dulu. Lalu aku akan kembalikan uang ini. " Sarah memutuskan pertimbangan nya.


Sarah berjalan mengambil tas yang ia taruh di atas meja dan mengeluarkan Ponsel nya disana. Sarah memencet beberapa nomer dan menekan panggilan nya.


"Halo, Suchi." Ketika orang disebrang sana sudah mengangkat panggilan nya.


"Iya Sar, kenapa tumben sekali kamu menghubungi ku". Saut nya.


"Mmm, Tidak. Kenapa?"


"Aku mau minta bantuan mu. Besok aku akan ke kota, dan seperti nya aku butuh beberapa hari disana. Bisakah aku menumpang menginap di rumah mu sebentar ?"


"Owh tentu saja Ra, Kamu jangan terlalu sungkan kepadaku. Kamu sudah ku anggap seperti kakak ku sendiri. Dengan senang hati aku menerima mu disini. Lagipula aku juga sudah rindu apalagi dengan masakan buatan mu. hehehe." Saut wanita itu dengan girang.


"Terimakasih Suchi, kamu selalu membantuku dalam keadaan apapun." Ujar Sarah haru.

__ADS_1


"Ahh sudahlah, itu tidak seberapa dibanding bantuan mu dulu kepadaku. Mungkin kalau tidak ada kamu aku sudah tidak ada di dunia ini lagi. " Ucap Suchi dengan rasa yang sangat bersyukur.


"Yasudah lah, jangan ingat lagi masa lalu itu. Sudah dulu ya aku mau istirahat dulu. Besok aku kabari lagi jika sudah mau berangkat." Sarah menutup telepon setelah Suchi menyaut di seberang sana.


Jika di ingat ingat dulu sekali, saat pertama kali Sarah bertemu Suchi. Saat itu hari sudah malam dan hujan yang sedikit deras turun ke bumi. Hari dimana Sarah meninggalkan kehidupan dan keluarga nya. Ia berjalan tanpa arah mengikuti langkah kaki nya saja. Ditengah hujan Sarah terus berjalan dengan airmata yang tak kalah deras nya dengan air hujan. Hingga air mata nya sudah tidak tampak lagi di tutupi air hujan.


Dari kejauhan, Ia melihat seorang perempuan tengah berdiri di samping jembatan dan seperti hendak melompat ke bawah. Melihat itu Sarah berteriak ingin menghentikan walau suara nya tidak terdengan kalah dengan suara hujan. Sarah berlari dan seketika menarik tangan wanita itu hingga kedua nya terjatuh ke aspal.


Wanita itu terbelalak dan meronta melepaskan tangan nya dalam genggaman Sarah.


"Lepaskan aku ! Biarkan aku mati saja." Teriak Wanita itu yang terdengar menyayat sekali dengan rasa yang penuh kesakitan dan isak tangis nya.


Wanita itu tetap saja meronta dan tetap ingin melompat ke bawah jembatan. Lama ia begitu, hingga akhirnya ia lelah sendiri dan berhenti dengan genggaman erat Sarah yang tak mampu ia lepas kan.


"Apapun masalah mu, jangan kau bertindak bodoh seperti ini. " Teriak Sarah mengalahkan suara hujan disela sela nya.


"Untuk apa lagi aku hidup, tidak ada guna nya sama sekali. Orang yang aku cintai sudah mengkhianati ku setelah mendapatkan semua nya dariku. Semua ku lakukan demi dia hingga aku rela meninggalkan keluargaku demi dia. " Jerit nya dengan sela sela isak tangis nya.


Sarah mendengar semua itu seperti sebuah klise kehidupan nya selama ini.


"Kau sungguh bodoh ! kau tidak pantas mati hanya karena seorang penghianat meninggalkan mu, Aku tahu dan sangat tahu bagaimana rasa nya. Aku pun di khianati, aku pun di tinggalkan. Tapi aku tidak pantas mati untuk menebus kesalahan yang tidak pernah aku lakukan. Aku hanya ingin memulai hidup yang baru dan membuang semua masa lalu ku." Ujar nya dengan ikutan terisak karena masalah perempuan itu tak jauh beda dengan nya.


Setelah beberapa lama. Mereka berdua pu berdiri dan menuju ke tempat yang teduh. Seperti menemukan nasib dan kisah yang sama kedua nya saling mengobrol dan curhat tentang masalah masing masing. Hingga wanita itu pun juga ikut dengan Sarah yang tak tau kemana arah nya.

__ADS_1


Memang benar kata orang, Menasihati orang itu memang mudah dibanding melakukan nya sendiri. Begitulah Kira kira pepatah yang bisa dikatakan pada Ratna saat ini.


.....


__ADS_2