
Kirana sudah bersiap siap untuk berangkat ke rumah tante Ratih, ia berdandan Natural dengan polesan bedak dan liplos pink di bibir nya. Kirana memakai gaun yang di belikan nenek tahun lalu.
Walapun berdandan seadanya, namun Kirana tampak anggun sekali mengenakan Gaun itu. Rambut yang ia cearly susah payah tadi tampak serasi dengan wajah dan pakaian nya.
Kirana sudah sampai di depan rumah tante Ratih dengan menggunakan taxi online yang ia pesan tadi.
"Halo, tante kirana sudah sampai di depan rumah." ujar kirana saat menelfon tante Ratih.
"oh iya sayang, biar tante yang jemput kamu keluar ya." saut tante Ratih.
"Baiklah tante." seraya menutup telfon nya.
Tak lama kemudian terlihat tante Ratih keluar dari dalam rumah berjalan menuju ke arah kirana, tante Ratih sangat cantik sekali hari ini mengenakan Gaun Merah serta dandanan yang sempurna. Tampak sangat berbeda dari biasanya.
"Wahh... tante cantik sekali." Puji Kirana dengan mata yang berbinar binar.
"ahh kamu bisa saja." tante menepuk bahu kirana.
"Kamu juga terlihat sangat cantik sayang, ayo kita masuk." balas tante Ratih memuji, dan menggandeng tangan Kirana masuk ke dalam rumah.
Di ruang tengah sudah ada Samira serta orang tua nya yang sedang duduk menikmati minuman. Benar kata tante Ratih bahwa ia hanya mengundang orang orang terdekat saja.
Samira menghampiri Kirana dan tersenyum kepada nya.
__ADS_1
"hey.. kau terlihat sangat berbeda malam ini" Ujar samira menyenggol bahu Kirana.
"ahh kau berlebihan sekali, aku tidak ada apa apa nya di banding dirimu." saut kirana sambil melirik samira dengan ekor matanya.
"hahaha.. tentu saja kalau di bandingkan dengan diriku kau memang tidak ada apa apa nya." Samira tertawa lepas mengatakan itu.
"cihh dasar.. " saut kirana yang juga ikut tertawa.
Tante Ratih datang menemui mereka berdua dan mengajak untuk makan malam. lalu mereka berdua mengikuti langkah kaki tante Ratih.
Di meja makan sudah ada orangtua samira yang tadi di lihat Kirana di ruang tengah, serta seorang pria paruh baya yang mungkin adalah suami tabte Ratih. Kirana tersenyum dan membungkuk kan badan nya meyapa dengan ramah.
Tante Ratih mempersilahkan kirana duduk, tiba tiba di samping kirana ada yang menarik kursi dan ikut duduk juga. seketika kirana menoleh, dan terkejut.
"kau...." pekik kirana menunjuk orang itu.
"kau..." saut pria itu.
"Kenapa kau ada disini huh ?" tanya nya dengan nada tinggi.
"Lalu kau sendiri sedang apa ?" balas kirana tak kalah terkejut.
Belum sempat mereka melanjutkan pertanyaan itu, tiba tiba tante Ratih menyaut.
__ADS_1
"Apa kalian sudah saling kenal ?" tanya tante Ratih keheranan, serta semua orang disana.
"Tidak ma, aku tidak kenal dia." saut Tama memalingkan muka nya dengan angkuh.
"hahh. mama.?" tanya Kirana terkejut.
"Iya kirana, perkenalkan ini Tama anak tante." saut tante Ratih.
"Memang nya kau sudah kenal dengan kak Tama ya.?" sambung Samira yang juga ikut keheranan.
"Tidak, aku tidak kenal dia." saut kirana dengan muka sinis melihat Tama.
"Hey.. perempuan sial, kenapa kau ada di rumah Ku ?" tanya Tama dengan wajah tak suka.
"Aku kesini, karena undangan tante Ratih." jawab kirana jutek.
"Kalau saja aku tau kau disini, aku tidak akan mau datang." gumam kirana dalam hati.
"Tama, jaga bicaramu. jangan bicara seperti itu kepada seorang perempuan." tiba tiba Ayah Tama yang sedari tadi diam mengeluarkan suara nya menegur anak nya.
Tama hanya melirik pada kirana dengan sinis nya. Tak menjawab ucapan Ayah nya itu.
"Yasudah kita lanjutkan dulu makan malam nya, nanti kita bicarakan lagi." ujar tante Ratih menenangkan suasana.
__ADS_1
Semua yang ada di situ makan dengan lahap nya, dengan hidangan spesial yang di masak oleh koki handal dari Restorant milik keluarga Wijaya yang sengaja di datangkan ke rumah itu.
....