
Farhan dan Sarah mulai menceritakan semuanya kepada Kirana, Kirana tak kuasa menahan airmata nya, akhirnya setelah sekian lama ia bertemu dengan ibu nya. Bahkan Kirana sangat bersyukur ternyata Ayah nya masih hidup. Tidak ada tanda tanda kemarahan di mata Kirana, hanya rasa rindu yang tersirat disana.
Sarah tidak melepaskan genggaman tangan nya pada Kirana, dan menatap nya dengan penuh rasa sayang dan rindu, Kini Tama mulai mengerti apa yang sebenarnya terjadi, ia juga merasa sangat bahagia akhirnya Kirana bertemu dengan keluarga nya.
"Lalu bagaimana keadana Ayah sekarang? Kirana sangat ingin bertemu dengan Ayah, apa boleh Kirana mengunjungi Ayah."
"Tentu saja sayang, nanti kita semua akan menemui Ayahmu bersama sama, tapi tidak sekarang, kondisi nya sedang tidak stabil." Ujar om Farhan.
"Baiklah om, Kirana berharap Ayah bisa kembali sehat lagi, dan bisa berkumpul dengan Kita semua disini ". Mata nya terlihat berair lagi mendengar kondisi Ayahnya.
"Tenanglah sayang, aku yakin Ayahmu akan sembuh." Tama memeluk pundak Kirana mencoba menenangkan istri nya itu.
"Sayang, apa boleh aku berjalan jalan berdua dengan ibu nanti."
"Tentu saja boleh sayang." Ujar Tama.
Mereka kembali berbincang bincang melepaskan kerinduan yang selama ini terpendam.
"Mata mu sangat mirip sekali dengan ayahmu sayang". Sarah menatap mata putri nya dengan penuh cinta.
"Benarkah bu, aku tidak menyangka bahwa ibu adalah ibu ku, aku sangat rindu sekali padamu". Kirana memeluk hangat ibumu nya.
" Maafkan ibu nak, selama ini ibu telah meninggakan mu bahkan sembunyi dari mu." Sarah merasa sangat menyesal sekali.
"Sudah lah bu, yang berlalu biarkan berlalu, yang terpenting sekarang kita sudah bersama sama lagi, dan ibu harus janji tidak akan meninggalkan ku lagi."
" Tidak sayang, ibu tidak akan meninggalkan mu, Nak Tama terimakasih sudah mencntai dan memperlakukan Kirana dengan baik." Ujqr nya pada Tama.
" Tentu saja bu, Aku juga berterimakasih sudah melahirkan Kirana ke dunia ini, kalau tidak aku tidak akan pernah mendapatkan istri seperi dia." Ujar Tama menggoda Kirana.
__ADS_1
Semua nya tertawa mendengar Tama.
***
Kirana sedang berjalan jalan bersama Bu Sarah, mereka mengunjungi pemakaman nenek, mereka menaburkan bunga di atas pusara nya.
"Ibu, maafkan aku telah menjadi anak yang tidak berguna bagimu, maafkan aku yang selalu menyusahkan mu, aku harap ibu bahagia disana." Ujar Sarah mengusap Nisan yang bertuliskan nama ibunya.
Kirana juga mulai merindukan sosok nenek yang selama ini selalu ada di samping nya, andai saja nenek masih hidup, mereka semua akan berkumpul bahagia bersama.
Setelah itu Kedua nya datang ke toko, Sarah melihat semua foto foto nenek dan Kirana yang masih terpajang di dinding kamar itu, Ia sungguh sangat merindukan ibu nya, belum sempat ia membahagiakan ibunya sampai akhirnya ia meninggal.
"Ibu, apa ibu tidak lapar ? bagaimana kalau kita ke rumah mama Ratih saja, aku belum mengenalkan mu pada mama Ratih, mungkin mama Ratih akan merasa sangat senang dan terkejut sekali." Ujar Kirana.
"Baiklah sayang."
Mama Ratih terlihat sedang merapikan tanaman yang ada di taman. Kirana dan ibu Sarah menghampiri Mama Ratih disana.
Kirana mulai menceritakan semuanya kepada mama Ratih. Mama Ratih sangat senang melihat Kirana yang akhirnya bertemu dengan ibu kandungnya.
" Ratih terima kasih telah menerima Kirana dengan baik selama ini, terima kasih telah menganggap Kirana seperti anak sendiri, aku tidak tahu bagaimana cara untuk membalas Jasamu." ujar Bu Sarah.
" Tidak usah berterima kasih, Kirana adalah anak yang baik aku tulus menyayangi Kirana."
Setelah itu, mereka semua pergi ke meja makan untuk makan siang yang telah disiapkan oleh pelayan.
***
Satu minggu telah berlalu Sejak pertemuan, Kirana dan Ibu Sarah. hari ini Om Farhan berjanji akan menemui Ayah Kirana di rumah sakit jiwa mereka semua sudah bersiap-siap sedari tadi.
__ADS_1
setelah sampainya di rumah sakit Om Farhan menemui seorang dokter dan menanyakan keadaan kakaknya. setelah itu Om Farhan membawa Kirana dan Sarah ke sebuah ruangan yang ada ada di rumah sakit itu. disana terlihat seorang yang laki-laki paruh baya sedang duduk di atas ranjangnya.
" Kak Dewa, Bagaimana keadaanmu hari ini." ujar Om Farhan kepada laki-laki itu.
seketika laki-laki itu menatap kedatangan Farhan. ia sangat terkejut melihat perempuan yang berdiri di samping Farhan laki-laki itu berusaha berdiri untuk menggapai wanita itu.
" Sarah Apakah itu kau sayang aku sangat merindukanmu bagaimana dengan keadaan anak kita." ujar laki-laki itu dengan mimik wajah yang sangat sedih air mata berlinang di pelupuk matanya.
Sarah menghampiri laki-laki itu dengan air mata yang mulai jatuh di pipinya. keadaan laki-laki itu sangat memprihatinkan badannya terlihat kurus dan banyak luka luka sekujur tubuhnya.
" Bagaimana bisa kau menjadi seperti ini Aku tidak menyangka kau akan berakhir di sini Maafkan aku yang sudah salah sangka kepadamu." ujar Sarah sambil memeluk laki-laki itu.
Mereka berdua menangis sambil berpelukan. mereka melepaskan segala kerinduan yang telah Terpendam lama di Lubuk hatinya masing-masing. Kirana datang menghampiri keduanya dan memeluk pundak ibunya dan menangis di sana.
" sayang Lihatlah ini anak kita dia cantik bukan matanya sangat mirip denganmu." Sarah mengusap wajah putrinya dengan rasa kasih sayang.
Dewa melihat ke arah Kirana dengan tatapan nanar dan penuh Kerinduan ia memeluk Kirana dengan hangat begitupun dengan Kirana. Farhan yang melihat mereka merasa sangat terharu dan senang, akhirnya ia dapat mempertemukan keluarga kakaknya yang sudah terpisah-pisah selama ini.
Setelah beberapa lama berbincang mereka keluar dari ruangan itu. tampak Om Farhan sedang berbicara dengan seorang dokter.
" Bagaimana dokter dengan keadaan kakak saya ?". ujar Om Farhan.
" keadaannya sudah mulai membaik sepertinya ingatannya sudah mulai kembali pulih ini adalah berita yang sangat bagus baginya jika suasana hatinya seperti ini terus Mungkin ia akan cepat sembuh dan sehat seperti semula". ujar dokter itu mulai menjelaskan.
Farhan sangat senang mendengar berita itu, Iya berjalan menghampiri Kirana dan Sarah yang duduk menunggunya di lobby utama. Farhan menyampaikan berita itu kepada Sarah dan Kirana. mereka sangat senang mendengar berita itu, Kirana merasa sangat bersyukur akhirnya Tuhan telah mendengar semua doa-doanya selama ini.
Tama yang sudah sedari tadi menunggu di dalam mobil, dia tidak dapat masuk ke dalam rumah sakit karena tadi ada pekerjaan di kantor yang sangat mendesak sehingga ia hanya menyusul dan dan penjemput Kirana. hari ini rencananya Ibu Sarah akan menginap di rumah mereka.
....
__ADS_1