
Tama masih malas malas an di dalam kamar nya, matahari sudah mulai naik dari tadi. Seperti nya semalam Tama pulang larut, sehingga mata nhmya masih terasa berat dan enggan bangkit dari tempat tidurnya.
"tok.. tok.. tok.." suara pintu kamar tama di ketuk.
"Sayang, apa kamu sudah bangun ?" tanya mama Ratih di luar kamar.
Tama menggeliatkan tubuh nya dan membuka mata nya sedikit, dia masih enggan bangkit dari tempat tidurnya.
karena tidak mendengar jawaban, Ratih membuka pintu kamar anak nya itu yang tidak dikunci, ia melihat anak nya masih terbaring di atas tempat tidur. lalu ia mendekati anak nya dan duduk di samping tama.
"Sayang, ayo bangun. sudah siang begini kau tidak pergi ke kantor ?" tanya Ratih mengusap kepala anaknya itu.
Ya memang, sudah beberapa belakangan ini Tama sudah mulai menyiapkan diri nya untuk membantu di perusahaan Papa nya.
"hhmm... " Tama membalik kan badan nya dan memeluk ibunya yang duduk di samping tempat tidur nya.
"Aku masih mengantuk ma." lirih tama.
"Kamu itu, sudah mama bilang kan jangan pulang terlalu larut, sekarang kamu sudah punya tanggung jawab untuk mengurus perusahaan kan."
__ADS_1
"iya ma iyaa.." saut tama sambil bangkit dan duduk di samping mama nya.
"Yasudah, kalau begitu mama tunggu di bawah untuk sarapan ya." ujar mama sambil berjalan keluar kamar Tama.
Tama berdiri dan berjalan mengambil handuk nya dan masuk ke dalam kamar mandi, setelah selesai mandi tama mengganti pakaian dengan kemeja rapi lengkap dengan dasi yang serasi dengan kemeja nya.
Tama terlihat tampan mengenakan setelan formal begitu. biasanya dia hanya mengenakan baju kaus dan celana jeans saja jika bepergian keluar.
Tama turun menuruni tangga dan berjalan menuju ruang makan, disana sudah ada mama yang menyiapkan sarapan di bantu oleh pembantu rumah itu.
"Sayang.. kau sangat tampan sekali pagi ini !" seru Ratih tersenyum memuji anak nya dan mencium kening nya.
"tentu saja kau tampan sayang, kan anak mama." lanjut mama ratih.
Mama dan Tama duduk di kursi meja makan dan mulai menyantap makanan yang terhidang di atas meja itu.
"Papa sudah berangkat ma?" tanya tama setelah selesai menghabiskan sarapan nya.
"sudah sayang, papa berangkat pagi pagi sekali, katanya ada rapat pemegang saham" saut mama ratih.
__ADS_1
"Tama.. kapan kamu akan menikah.?" tanya tante ratih untuk memulai obrolan mengenai niatan nya kemarin.
Tama yang sedang minum tersedak saat mendengar pertanyaan mama nya, dan meletak kan kembali gelas yang di pegang nya ke atas meja.
"mama kenapa tiba tiba menanyakan hal itu !" saut tama yang terbelalak menatap mama nya.
"sayang, mama dan papa sudah mulai menua nak, mama ingin melihat kamu menikah dan bahagia sayang." ucap mama pelan dan serius pada tama.
"Ma... kemarin aku di suruh mengurus perusahaan, sekarang mama suruh aku menikah." ujar tama lemas menghelas nafas nya.
"Apa kamu tidak ingin melihat mama dan papa bahagia nak.?" tanya tante ratih melemah kan hati tama.
"Tentu saja aku ingin melihat mama dan papa bahagia , tapi kalau soal itu aku belum siap ma" jelas tama.
"Sudahlah ma, mama jangan berpikiran macam macam lagi, biar aku saja yang menentukan tentang hal itu," lanjut tama.
Tante ratih terlihat diam saja, dan mulai berpikir bagaimana cara membujuk tama. lalu tama bangkit dari tempat duduk nya dan pamit ke mama ratih untuk berangkat kerja.
Sebenarnya tama ingin menghindari pembicaraan itu dan segera berlalu meninggalkan ruang makan menuju garasi tempat mobil nya di parkirkan dan berangkat ke kantor.
__ADS_1
...