
Tama dan Kirana sudah sampai di rumah, mereka di sambut hangat oleh mama Ratih. Mereka berusaha untuk membuat keadaan menjadi baik baik saja di antara mereka berdua.
"Sayang, bagaimana Honeymoon nya nak ? apa kamu menyukai tempat nya Kiran ?" Tanya mama Ratih yang mulai penasaran tentang Honeymoon Kirana dan Tama.
Kirana hanya tersenyum kecut menanggapi pertanyaan mertua nya. "Kirana suka kok ma, tempat nya sangat indah."
Tama berjalan masuk ke dalam rumah, mama dan Kirana mengikuti nya dari belakang. Tama merebahkan tubuh nya ke atas sofa di ruang tengah, Ia merasa lelah dengan perjalanan nya. Ditambah lagi dia juga masih memikirkan masalah malam itu. Membuat kepala nya menjadi pusing. Sedangkan Kirana sudah berpamit kepada mama Ratih untuk masuk ke dalam kamarnya.
"Sayang, kau memperlakukan Kirana dengan baik kan ?" Tanya mama Ratih yang ikut menduduk kan tubuh nya di samping Tama.
Tama membuka matanya sedikit melirik ke arah ibunya itu. "Iya ma, sudahlah jangan tanya tanya dulu. Tama lelah ma, Tama ingin beristirahat sebentar. " Jawab nya kembali memejamkan mata nya.
"Huh, kau ini selalu begitu kalau mama tanya." Ratih mengerucutkan bibirnya kedepan. "Yasudah kamu sana istirahat di kamar saja, sekalian kamu temani istrimu, mungkin dia juga lelah sama seperti kamu." Lanjut mama Ratih dengan senyum yang penuh arti itu.
"Aarghh, mama. aku mau disini dulu, aku mau tidur di pangkuan mama sebentar." Jawab Tama sambil merebahkan tubuhnya di pangkuan ibunya.
Ratih hanya tersenyum melihat tingkah anaknya itu dan mengusap usap rambut tama lembut. "Dasar anak manja " Ujar nya. "Seharusnya kau bermanja manja dengan istrimu nak, bukan dengan ibumu lagi."
Tama tak mengubris ucapan ibunya, dan melanjutkan tidur nya. Sedangkan di Kamar Kirana sudah selesai membersihkan diri nya. Kirana membuka lemari pakaian nya dan mencari cari baju nya.
"Kenapa pelayan belum meletakkan bajuku kembali sih." Ujar nya kesal.
"Masa aku harus memakai baju seperti ini lagi sih, Bagaimana nanti kalau tiba tiba dia kembali menghampiri ku seperti kemarin.. aaa tidak aku tidak mau." Gumam Kirana dalam hati ketika membayangkan hal yang bukan bukan di kepala nya.
Tapi harus bagaimana lagi, tidak ada lagi pakaian lain yang bisa ia pakai. ia memilih salah satu nya dan memakainya, Kirana merebahkan diri nya di atas sofa tempat biasanya dia tidur dan menyelimuti tubuhnya rapat rapat dengan selimut.
__ADS_1
Tama tiba tiba datang dan membuka pintu kamar nya, ia melihat Kirana sudah tidur di sofa. Tama langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Sebenarnya Kirana belum sepenuh nya tertidur, Ia tahu kalau Tama sudah ada di kamar. Namun ia memilih untuk berpura pura tidur saja, lama kelamaan Kirana tertidur pulas juga mungkin karena lelah seharian.
Tama yang melihat Kirana tertidur di sofa membuat nya menjadi kasihan. Tama mengangkat tubuh Kirana ke atas kasur dengan hati hati agar dia tidak terbangun. Kirana menggenggam erat tangan Tama ketika Tama beranjak setelah meletakkan nya di atas kasur.
"Jangan tinggalkan Kiran. " Gumam Kirana namun matanya masih terpejam. "Jangan tinggalkan Kiran nek." Kiran semakin erat menggenggam tangan Tama. Seperti nya ia sedang bermimpi dengan nenek Rosma.
Tama melihat wajah Kiran lekat lekat, terlihat dahi Kiran mengkerut dan berkeringat. Tama merasakan sesuatu di dalam dada nya, entah apa itu namun hal otu belum pernah ia rasakan. Tama mengusap usap lembut kepala Kiran dan membiarkan Kiran menggenggam tangan nya sebentar sampai Kiran kembali tertidur dan melemahkan genggaman nya.
"Kau sedang bermimpi apa sih ? sepertinya kau terlihat sangat sedih. " Gumam Tama dalam hati.
"Cihh, kau manis sekali kalau sedang tidur begini. Berbeda sekali kalau kau sudah bangun dan berbicara lebib seperti seekor singa " Lirih Tama sambil menyunggingkan senyum nya.
Tama berjalan menuju sofa dan merebahkan diri nya disana. Tama lebih memilih untuk menggantikan Kirana tidur disana, ia merasa kasihan kepada Kirana.
Esok pagi nya Kirana terbangun dan membuka matanya. Ia mengeliatkan badan nya ke kiri dan ke kanan. "Loh, kok aku tidur disini ? apa jangan jangan.. " Kirana terkejut dan melihat tubuhnya di balik selimut.
"Tapi pakaian ku masih lengkap kok, tidak mungkin kan. itu tidak mungkin terjadi." Gumam nya keheranan.
"Apa yang tidak mungkin? Kau berharap apa, kenapa muka mu menjadi kecewa begitu." Saut Tama dari arah ruang ganti pakaian sambil merapikan dasi nya.
"Kau.... Kau tidak melakukan hal aneh kan semalam.?" Tanya Kirana dengan sedikit kesal.
"Hal aneh seperti apa ?"Saut nya sambil mengancingkan lengan kemeja nya.
__ADS_1
"Kenapa aku bisa tertidur di kasur, padahal semalam aku tidur di sofa. Jangan jangan kau..?"
"Cihh, jangan berharap yang tidak mungkin. Kau tidak ingat semalam kau membangunkan ku dan pindah ke atas kasur dengan sendiri nya." Ujar Tama tersenyum licik dan tetap sibuk merapikan pakaian nya.
"Aku ? aku berjalan sendiri ke kasur.? seperti nya itu tidak mungkin, aku tidak ingat apa apa." Kirana berpikir keras mengingat ingat kejadian semalam. Namun dia tidak ingat apapun.
"Ya mana kau sadar, kau seperti mayat hidup semalam berjalan sendiri dan matamu masih tertutup seperti ini " Jelas Tama mempraktek kan dengan menjulurkan kedua tangan nya ke depan dan menutup matanya.
"Aku tidak pernah mengigau seperti itu." Kirana masih keheranan sendiri.
" Yasudah kalau kau tidak percaya, makanya kalau tidur jangan seperti kerbau. sampai sampai kau tidak sadar dengan apa yang kau lakukan sendiri." Ujar Tama sambil berjalan ke ruang pakaian untuk mengambil jas nya. Tama tertawa tak bersuara ketika sudah disana. Ia membayangkan wajah Kirana yang sangat kebingungan dan seperti orang bodoh.
Kirana masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri nya. Sedangkan Tama sudah turun ke bawah untuk sarapan. Hari ini Tama sudah mulai kembali bekerja ke kantor. Karena sudah terlalu lama ia berlibur sejak dari hari pernikahan nya.
Kirana hari ini juga berencana untuk membuka toko bunga nya kembali. Walaupun sudah menjadi istri dari pewaris tunggal Keluarga Wijaya. Namun Kirana sudah bersepakat dengan mama Ratih untuk tetap menjalani aktivitas nya seperti biasa.
Mereka berdua sarapan bersama di ruang makan. Tama sudah selesai terlebih dahulu dan pamit kepada mama dan papa nya.
"Aku berangkat ke kantor dulu ya sayang. " Pamit Tama pada Kirana dengan mengecup mesra kening istrinya itu.
Kirana spontan kaget ketika Tama nengecup kening nya, namun ia tidak berkutik karena di hadapan mertua nya. "I...yaa, sayang." Jawab nya terbata bata.
Tama berlalu lalu menoleh ke arah Kirana, ia menyeringai dan mengedipkan mata nya sebelah. Kirana sangat kesal melihat hal itu. Sepertinya Tama memang sengaja membuat Kirana kesal, Kedua orangtua Tama hanya tersenyum dan bahagia melihat kedua nya terlihat akur.
Kirana juga pamit untuk berangkat ke toko. Mama sudah menyiapkan sopir untuk mengantar nya kemana pun ia pergi. Namun ia menolak, Kirana lebih nyaman bila pergi dengan motornya sendiri.
__ADS_1
. ...