
Tama dan Kirana sudah masuk ke dalam pesawat class bisnis. Perjalanan yang sebenarnya tidak terlalu lama hanya menempuh waktu sekitar 2 jam. Kirana menikmati segala fasilitas yang di tawarkan oleh Pramugari. Karena baginya baru pertama kali ia naik pesawat.
Tama hanya acuh melihat tingkah istri nya memilih tidak perduli dan sibuk memainkan ponsel nya.
Setelah menempuh jarak yang cukup singkat. Akhirnya mereka mendarat di bandara kota xxx, Mereka di jemput oleh pelayan dan mengantarkan mereka ke dermaga untuk menyebrangi Pulau tujuan. Mereka menaiki sebuah kapal Pesiar pribadi berukuran sedang tapi terlihat sangat Mewah. Pulau yang sedang mereka tuju pun adalah pulau pribadi milik keluarga Wijaya.
Kirana masih tidak tau tujuan mereka kesana untuk apa, tapi yang jelas ia sangat menikmati perjalanan itu apalagi di suguhi pemandangan laut yang indah. Kirana menatap jauh ke arah laut. Tiba tiba saja dia teringat oleh Nenek Rosma.
"Nek, apakah nenek di sana baik baik saja ? Kirana sangat merindukan nenek." Lirih Kirana dalam hati. Tanpa ia sadari butiran bening di mata nya sudah jatuh membasahi pipi nya.
Tama yang sekilas melihat hal itu penasaran kenapa tiba tiba Kirana menangis. "Kau kenapa ? " Tanya nya tak sanggub menahan rasa penasaran nya.
"Kenapa, aku tidak apa apa." ujar Kirana tersadar dari lamunan nya dan mengusap air mata di pipinya.
***
Mereka sampai di pulau yang mereka tuju dan di sambut oleh para pelayan yang sudah menunggu sejak tadi. Mereka di antarkan ke sebuah Villa mewah yang lengkap segala isi nya.
Para pelayan mengantarkan Kirana dan Tama menuju kamar mereka dan meletakkan koper mereka disana dan merapikan lalu keluar kamar.
Kirana merebahkan badan nya di atas kasur, badan nya terasa sangat pegal setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang menurut nya. Mungkin karena kelelahan Kirana tertidur dengan pulas nya.
Tama setelah membersihkan diri nya ia duduk sambil meneguk teh yang hangat. Pemandangan indah yang sedang ia nikmati dari balkon villa sangat membuatnya tenang dengan suasana itu, ia menghirup udara pelan pelan yang jarang ia temukan di kota.
Pelayan mengetuk kamar Kirana sambil memanggil nya pelan. "Nona Muda, Makan malam sudah siap. Silahkan turun ke ruang makan Nona." Seru pelayan itu. Tidak mendapat jawaban dari Kirana, pelayan mengetuk lagi pintu kamar nya.
__ADS_1
Kirana terkaget dan bangun dari tidur nya setelah mendengar ketukan pintu tadi. Ia berjalan sempoyangan dengan menutup mulut nya yang masih menguap. Kirana membuka kan pintu kamar nya. "Ada apa bi.?" Tanya nya ketika melihat pelayan dari balik pintu.
"Ahh maafkan saya nona mengganggu anda tidur, Tuan muda sudah menunggu anda untuk makan malam."
"Makan malam ? memang nya jam berapa sekarang?" Tanya Kirana keheranan.
"Sudah jam 8 malam Nona."
" ahh, aku tertidur lama sekali. Perasaan baru lima menit rasa nya aku memejam kan mata." Gumam Kirana keheranan sendiri.
"Baiklah, aku akan membersihkan badan dulu, nanti aku ke bawah." ujar kirana.
"Baik Nona." saut pelayan itu membungkukkan badan nya dan berlalu dari hadapan Kirana.
Kirana membersihkan badan nya dan mengganti pakaiannya. "Ah, lagi lagi pakaian seperti ini" Keluh Kirana ketika membuka lemari pakaian nya.
Kirana turun menuju ruang makan, disana sudah duduk Tama. Tama melirik ketika Kirana datang dan seketika terpana melihat nya.
"Kenapa kau lama sekali. aku sudah lapar dari tadi." Ketus Tama ketika Kirana sudah duduk di hadapan nya. Tama meneguk minuman nya dan memalingkan wajah nya yang sebenarnya sudah memerah saat memperhatikan Kirana tadi.
"Iya maaf, aku ketiduran. " Saut Kirana dengan mengerucutkan bibirnya kedepan.
Mereka menyantap makan malam nya dengan lahap. apalagi Kirana. Yang tampak seperti orang kelaparan dan tanpa sungkan di hadapan suami nya. Memang sejak tadi siang ia datang belum ada satupun makanan yang masuk ke dalam perut nya.
Tama melirik ke arah Kirana sesekali. Ia tidak fokus dengan makanan nya. "Kenapa dia berpakaian seperti itu sih." Gumam nya dalam hati dengan wajah yang memerah.
__ADS_1
Kirana memang tampak menawan sekali malam ini dengan dress yang ia kenakan. apalagi ia mengikat rambut nya agak tinggi sehingga memperlihatkan leher dan dada nya yang sedikit terbuka karena dress nya yang rendah.
Sebenarnya Kirana hanya mengikat rambut nya asal dan agak tinggi karena tidak mau basah kena air saat ia mandi tadi.
Setelah makan, Tama kembali duduk di balkon menikmati angin laut malam. Ia meneguk anggur yang sudah di sediakan pelayan tadi. Kirana datang dari belakang dan menghampiri Tama.
"Aku sangat suka sekali udara pantai begini." Ujar Kirana sambil menghirup udara pelan pelan.
Tama menoleh ke arah nya dan tertawa kecil.
" Cihh, tentu saja semua orang pasti suka dengan udara yang sejuk seperti ini." Jawab nya acuh.
Kirana menoleh dan menaikkan bibirnya ke atas mendengar jawaban Tama yang membuat nya kesal " Ya, tapi jarang jarang orang kota seperti kita mendapatkan udara seperti ini. " Saut nya kesal.
"ahh iya, Aku masih heran. Kenapa kita berlibur kesini hanya berdua saja sih. Kenapa mama dan papa tidak ikut ? Atau kenapa tidak ajak Samira dan Rendy juga. Kalau beramai ramai pasti lebib seru daripada hanya berdua saja seperti ini." Tanya Kirana yang masih heran dan tidak tau tujuan nya kesana untuk apa.
"Kau ini memang bodoh sekali ya. Mama menyuruh kita kesini untuk Honeymoon. Mana ada orang pergi Honeymoon beramai ramai. Bodoh sekali." Saut Tama kesal.
"Cihh, Untuk apa Honeymoon. Aku tidak akan mau tidur denganmu kok." ujar Kirana menyingsingkan bibirnya.
Tama hanya menemgerutkan dahi nya dan memalingkan wajah nya. Tama meneguk minuman nya sekaligus. Angin laut mukai terasa menusuk ke dada. Kirana tampak memegangi pundak nya merasa kedinginan apalagi ia hanya mengenakan dress yang tadi ia pakai.
"Sudah kau masuk sana, angin nya sudah mulai kencang disini. Nanti kau sakit lagi dan membuat aku repot saja. " Ujar Tama ketika melihat Kirana yang kedinginan.
Kirana berjalan menuju ke kamar nya. Tama pun ikut masuk dan mengikuti kirana dari belakang. Ia juga sudah mulai merasa dingin dengan udara di luar. dan Kepala nya juga sudah sedikit pusing karena meminum anggur agak banyak tadi.
__ADS_1
Tama memegang tangan Kirana dari belakang dan menarik tubuh nya.
.....