
Setelah selesai makan, Mereka semua pindah ke ruang tengah dan berbincang bincang. setelah beberapa lama orang tua Samira pamit untuk pulang.
"Samira, kamu ikut pulang sama mama papa ?" Tanya mama Samira.
"Tidak ma, aku manginap disini saja, sudah lama aku tidak menginap disini."
"Yasudah, mama pulang dulu ya."
"Baik ma, hati hati di jalan. dadahh..." sambil Samira mengantar mama nya ke depan.
Di ruang Tengah sudah duduk Tante Ratih dan Kirana. Sebenarnya Kirana sudah ingin pulang namun tante Ratih masih saja menahan nya disana.
"Kirana kamu menginap saja disini." ujar tante Ratih.
"Ahh tidak usah tante, Kirana pulang saja." saut Kirana menolak secara halus.
"Menginap disini saja bersamaku Kiran." Potong Samira yang berjalan ke arah kedua nya.
"Iyaa sayang, Samira juga nanti menginap di sini, lagian tante mau berbicara serius sama kamu." Bujuk tante Ratih.
__ADS_1
"Tante mau bicara apa.?" Tanya Kirana penasaran.
"hhmm, Kamu mau tidak menikah dengan Tama?" Tutur tante Ratih to the poin.
Kirana tersedak dan mata nya terbelalak mendengar ucapan tante Ratih.
"Maksud tante ? Kirana me..ni..kah.. dengan manusia sombong itu " ujar kirana terbata bata merasa tidak percaya apa yang baru saja tante Ratih ucap kan.
"Iya sayang, tante ini kan sudah mulai tua, tante ingin sekali menimang cucu, apalagi selama ini tante lihat anak tante tidak pernah serius dengan perempuan mana pun. Dan tante tidak mau Tama mendapa wanita yang tidak benar, Kamu adalah wanita yang sangat tante inginkan menjadi menantu tante sayang ."
Kirana hanya tertegun sambil mata nya terbelalak mendengar tante Ratih bicara, tenggorokan nya terasa kering. Dia tidak tau harus menjawab apa.
Samira sangat mendukung dengan rencana perjodohan ini. Dihati nya mungkin setelah Kirana menikah Rendy tidak lagi terlalu khawatir terhadap Kirana. Dan tentu saja Rendy akan sepenuh nya perhatian kepada nya.
"aarrghh... Bagaimana mungkin aku bisa menikah dengab pria yang sama sekali tidak kucintai." Rintih Kirana dalam hati.
Namun Kirana juga bimbang karena tidak mau membuat tante Ratih kecewa bila dia menolak nya. Tante Ratih seperti nya sangat berharap terlihat dari mimik wajah nya seperti memohon.
"Tapi tante, apa anak tante setuju.?" Tanya Kirana dengan mimik wajah menelisik.
__ADS_1
"Kalau soal itu sudah pasti dia mau, selama ini Tama tidak pernah membantah tante dan selalu menurut apa yang tante sarankan." jawab tante Ratih mantap, walau selama ini dia tidak pernah terlalu ikut campur urusan anak nya. Namun apabila dia sudah melarang Tama selalu menuruti nya.
"Yang pentin kamu setuju dulu apa tidak, tante sungguh tidak mau Tama mendapatkan wanita yang tidak baik." wajah tante Ratih memelas.
Setelah berkecamukan di dalam hati, Kirana seperti tidak tega melihat tante Ratih yang terlihat sedih dan berharap begitu.
"Baiklah tante, Kirana mau menikah dengan anak tante." Kirana masih enggan menyebut nama Tama dengan benar, karena dia belum terbiasa.
Tante Ratih dan Samira sangat senang mendengar jawaban Kirana. hingga mereka berdua saling beradu pandang dan menjerit bahagia.
"Benarkah Kirana.? Terimakasih sayang, kamu memang gadis yang baik." Tante Ratih merangkul Kirana dan memeluk nya erat.
"Wahh,.. selamat ya Kirana nanti kau akan jadi sepupuku juga, " Ujar Samira dengan menyunggingkan senyum nya pada Kirana.
Kirana memaksakan senyum nya, mencoba menghibur diri nya sendiri. Tidak bisa dia bayangkan bagaimana nanti nya dia akan menjadi istri seorang yang tidak ia kenal dan tidak ia cintai.
"Tuhan.. kenapa bisa jadi seperti ini sih, " rintih Kirana dalam hati.
....
__ADS_1