Menikahi Pewaris Tunggal

Menikahi Pewaris Tunggal
Curiga


__ADS_3

Rendy mengantarkan Samira terlebih dahulu ke rumah nya, karena memang rumah samira lebih dekat dibanding rumah Kirana sekarang. Setelah itu baru Rendy mengantarkan Kirana pulang, Mereka telah sampai di depan pintu masuk rumah. Terlihat Kirana melambai pada Rendy yang sudah memutar balik mobil nya dan berlalu keluar gerbang.


Dari balik jendela tampak Tama sedang memerhatikan Kirana yang baru saja pulang. Hari ini Tama pulang lebih awal dari biasanya.


"Enak sekali kau pulang di antar laki laki lain ya." Ujar Tama ketika Kirana masuk ke dalam rumah dan melaluinya begitu saja.


Kirana yang tiba tiba kaget mendengar suara Tama langsung menghentikan langkah nya, ia tidak melihat Tama yang berdiri disitu. "Kau mengagetkanku saja, dia bukan laki laki lain. Rendy adalah sahabatku dari kecil." Ketus Kirana menanggapi Tama.


"Ya tetap saja dia laki laki lain, selain aku yang sudah menjadi SUAMI mu." Tegas Tama mengingatkan Kirana tentang status nya.


"Cihh, statusmu memang suamiku, tapi aku tidak pernah merasa bahwa kau suamiku. Lagipula aku lebih dekat dan percaya pada Rendy dibanding dirimu." Sinis Kirana melirik Tama kesal dan segera berlalu menaiki tangga menuju kamar nya.


"Hey... kau, mau kemana. Aku belum selesai bicara.? "Ujar Tamakesal dengan sedikit berteriak pada Kirana yang sudah naik ke lantai dua.


"Dasar kau perempuan tak beretika. Padahal aku kan suaminya kenapa dia malah tidak hormat begitu padaku." Gumam Tama kesal.


Tama menyusul Kirana ke dalam Kamar. Ia membuka pintu dengan sedikit keras. Sehingga Kirana yang sedang mengganti pakaian di ruang baju pun kaget.


"Hey, kau bisa pelan sedikit tidak menutup pintu nya !" Teriak Kirana dari ruang baju.


Tama sudah ada di sana nya ketika Kirana sudah selesai bicara. Ia pun kaget dan menutupi dada nya yang masih memakai tanktop. "Kau.. kenapa kesini, aku sedang ganti baju sana keluar. Dasar mesum." Ujar Kirana sambil mencari handuk dan menutupi dadanya.


"Memang nya kenapa ? Aku kan suamimu jadi kau tidak perlu menutupi nya. Kenapa ? apa hanya si Rendy itu yang boleh melihat mu begini ?" Ujar Tama dengan nada menusuk ke dada Kirana.


"Kau... jaga ucapanmu. Aku tidak seburuk itu. !" Kirana semakin kesal mendengar ucapan Tama yang menohok jantung nya itu.


"Lalu kenapa ? Toh kita sudah pernah melakukan nya kan. Jadi aku sudah tau seluk beluk tubuh mu itu." Tama melangkah mendekati Kirana yang sudah semakin terpojok.

__ADS_1


"Kau... mau.. apa ?" Kirana mulai ketakutan dan menutup erat handuk di dada nya.


"Kau tadi kemana bersama Rendy tanpa seizinku hah.?" Tama menggertakkan gigi nya dna menatap tajam Kirana yang sudah terpojok di lemari dan tidak bisa melangkah mundur lagi.


"A..ku.. tidak kemana mana" jawab Kirana yang mulai terbata bata karena gugub.


"Kau jangan bohong, lalu kenapa dia bisa mengantarmu pulang.?"


"Aku tadi hanya ke toko saja. Dan kebetulan tadi Rendy dan Samira datang berkunjung dan sekalian mereka mengantarku pulang.?"


"Memang nya kau siapa harus mengantarmu pulang hah ? memang nya kau tidak bisa pulang sendiri.?" Tama semakin kesal.


"Tadi aku bersama Samira juga kok, bukan hanya berdua saja dengan nya. Mereka memaksa agar aku ikut mereka saja pulang. Lagipula kenapa kau bersikap seperti ini. Kenapa kau malah mencampuri urusan pribadi ku ?"


Tama memalingkan wajah nya dan kembali menatap sinis kepada Kirana. " Aku mencampuri urusan pribadimu ? Percaya diri sekali kau. " Jawab nya kesal.


"Aku tidak marah, aku tidak peduli kau di antar siapapun. Hanya saja aku kesal karena kau tidak meminta izin padaku, karena bagaimana pun juga aku adalah Suamimu. Apa kata orang nanti kalau melihat kau di antar oleh pria lain."


"Baiklah. Lagipula bagaimana bisa aku memberitahumu, Nomor ponsel mu saja aku tidak tahu." Jawab Kirana. Memang aneh sekali pasangan ini sejak menikah mereka belum memberitahu masing masing nomor ponsel nya.


"Mana ponsel mu, biar aku masukkan nomor ponsel ku. " Ujar Tama menjulurkan tangan nya.


"Ponsel ku ada di tas, kau pergi kesana dulu. aku mau ganti baju, nanti ku berikan ponselku." Saut Kirana dengan mendorong Tubuh Tama agar menjauhi nya.


Tama mengangguk dan berjalan keluar dari ruang gantu pakaian. ia duduk di sofa sambil menunggu Kirana berganti pakaian. Tak lama kemudian Kirana sudah Keluar dan mengambil Ponsel dalam Tas nya.


"Ini." Kirana menyerahkan ponsel nya pada Tama.

__ADS_1


"ppfft, kau hidup di jaman apa sih.?" Tanya Tama tertawa ketika menerima Ponsel Kirana.


"Memang nya kenapa ?"


"Ponselmu butut sekali, apa kau tidak bisa menggantinya dengan yang baru. "


"Aku lebih nyaman menggunakan ponsel itu. "


"cih, terserah kau saja. Dasar keras kepala " Gumam Tama Melirik Kirana.


Tama mengetikkan nomornya di ponsel Kirana, Ia tersenyum ketika mengetikkan sesuatu namun Kirana tidak mengubrisnya. Tama mengeluarkan ponselnya dan menyimpan nomer Kirana yang baru saja ia telepon dari ponsel Kirana.


"Lain kali kalau kau telepon aku dulu kalau sudah pulang dari toko. akan kuminta supir untuk menjemputmu. " Ujar Tama.


Kirana hanya mengacuhkan nya saja lalu lebih memilih memainkan ponsel nya dan duduk di sofa. Membuat Tama semakin kesal saja namun tidak bisa mengatakan apa apa lagi. Sebenarnya Tama pulang lebih awal tadi ingin menjemput Kirana di toko. Mama Ratih sudah memberitahukan bahwa Kirana pergi ke toko hari ini. Tapi sayang sekali Kirana sudah pulang bersama Rendy. Hal itulah yang membuat nya sangat kesal.


"Hey, buatkan aku kopi. kepala ku sangat pusing sekarang. " Ujar Tama tiba tiba menyadarkan Kirana yang sedari tadi sibuk memainkan ponsel nya.


"Bisa tidak kau memanggil dengan namaku. Dan tolong sertakan kata " TOLONG " ketika kau menyuruhku. " Saut Kirana kesal.


"Kirana Sayang, tolong buatkan suamimu ini kopi. " Ujar Tama seperti mencemooh dan tertawa kecil.


"Cihh dasar. Awas saja kau. " Saut Kirana mengepalkan tangan nya dan berjalan keluar kamar menuju dapur untuk membuatkan kopi.


Tama terkekeh ketika Kirana sudah keluar kamar, ia sangat senang mengerjai Kirana. Wajah kesal nya itu terlihat lucu dan menggemaskan di mata Tama. ia tertawa tertawa sendiri ketika membayangkan wajah itu.


Tama seperti merasakan sesuatu di dalam dada nya, entahlah hari harinya kini terasa berbeda dari biasa nya. Tama yang dulu nya tidak terlalu betah di rumah sekarang malah ingin cepat cepat pulang. Bahkan dia sudah lupa pada kekasih nya Angel yang sejak kemarin sudah menghubungi nya tapi tidak pernah ia tanggapi. Baginya Kirana sekarang adalah seperti mainan baru nya yang ingin ia mainkan setiap hari dengan mengerjai atau membuat Kirana kesal saja sudah membuat nya sangat terhibur.

__ADS_1


....


__ADS_2