
Rendy dan Kirana bertemu di depan lobby Rumah Sakit, mereka berdua berjalan menuju kamar nenek.
"Nek, bagaimana keadaan mu.?" tanya Rendy sambil menggenggam tangan nenek yang keriput.
"Nenek baik baik saja nak. " nenek mengusap tangan rendy menenangkan.
Kirana yang berdiri di pinggir ranjang pun merasa sangat sedih melihat nenek yang di cintai nya terbaring di atas ranjang rumah sakit.
Setelah beberapa lama berbincang, Rendy pun pamit pulang pada nenek dan Kirana.
***
Hari sudah pagi, perawat baru saja datang memeriksa keadaan nenek. Dan memeberitahukan bahwa sebentar lagi dokter akan memeriksa keseluruhan tubuh nenek.
Setelah tidak lama kemudian, dokter pun datang dan nenyuruh para perawat menuntut nenek ke ruangan periksa.
Kirana yang mengikuti dari belakang sejak tadi berharap harap cemas, ia berdoa supaya nenek baik baik saja.
Setelah nenek masuk ke dalam ruangan, Kirana hanya menunggu di luar dengan terus saja berdoa.
Beberapa saat kemudian, dokter keluar dan mengajak kirana ke ruangan nya untuk berbicara.
"Begini kirana... seperti nya nenek kamu mengidap penyakit yang lumayan serius.!" jelas dokter dengan serius.
__ADS_1
Seketika badan Kirana terasa lemas, dan jantung nya pun berdetak kencang, airmata di pelupuk mata nya mulai mengenang.
"Apa dok..? apa dokter tidak salah.? sebenarnya nenek sakit apa dok.? " tanya kirana sambil menesteskan airmata.
"Nenek kamu mengidap sakit Leukemia," jelas dokter.
Terasa sesak di dada kirana ketika mendengar penjelasan dokter.
Setelah mendengar segala penjelasan dokter kirana keluar ruangan dengan wajah lesu dan muram.
***
"kiran, apa kata dokter tadi, nenek baik baik saja bukan? " tanya nenek ketika melihat kirana masuk ke dalam kamar dengan tatapan nanar.
Tiba tiba kirana menangis tersedu sedu sambil memeluk nenek yang duduk di atas ranjang.
"Sudahlah sayang, jangan menangis, coba jelaskan pada nenek apa yang sebenarnya terjadi.?" tanya nenek pelan sambil mengusap airmata di pipi kirana.
Kirana menjelaskan bagaimana kondisi nenek yang sebenarnya.
"nenek kenapa jadi seperti ini, jangan tinggalkan aku sendiri nek.!" Lirih kirana dengan airmata yang kembali berurai.
"tidak sayang, nenek tidak akan meninggalkan kamu, nenek selalu ada disini.!" ujar nenek dengan raut wajah sedih dan menitik kan airmata.
__ADS_1
"aku tidak punya siapa siapa lagi selain nenek, pokok nya nenek harus sehat seperti dulu lagi." ujar kirana sendu.
"iya sayang iyaa.." saut nenek
***
Siang nya Tante Ratih datang membawa buah untuk menjenguk nenek Rosma.
"Kiran kamu yang sabar ya, kamu harus kuat agar nenek bisa kuat juga melawan penyakit nya." sambil memeluk kiran yang mulai menangis menceritakan kondisi nenek.
"terimakasih tante." lirih kirana.
"Sudahlah, ada tante yang akan selalu siap membantu kamu, kamu jangan sungkan kepada tante ya." ujar tante ratih tulus.
Tante ratih pamit pulang pada kirana, kirana kembali lagi kedalam kamar nenek, terlihat nenek tertidur pulas.
Kirana duduk di samping ranjang menatap sendu ke arah nenek, pikiran nya saat ini benar benar sangat kacau.
Sebenarnya dokter menyarankan agar nenek harus melakukan terapi cuci darah, namun biaya nya yang sangat besar, ia harus berpikir dulu bagaimana cara mendapatkan uang. tabungan nya sudah habis di kirimkan kepada ibu nya. hasil penjualan di toko pun juga masih tidak cukup untuk membiayai perawatan nenek.
"apa aku harus meminta bantuan pada Rendy.? nanti akan kucicil pada rendy untuk membayar nya. " pikir kirana dalam hati.
Tapi aku dan nenek sudah sering merepotkan Rendy selama ini, bagaimana mungkin aku meminta bantuan nya lagi.
__ADS_1
"Tuhan, aku harus bagaimana?" lirih kirana dalam hati.
...