
Sarah baru saja merebahkan tubuh nya di atas kasur setelah seharian menjalani test di rumah sakit. Dari penjelasan dokter tadi siang hasil dari test nya akan keluar 3 hari setelah nya. Tiba tiba ponsel di atas meja samping tempat tidur nya berdering.
"halo.."
"Halo, apa kabar nak Tama ?"
"Baik bu, bu sarah bisa kirimkan alamat ivu menginap sekarang?" .
"Untuk apa ?" Tanya Sarah bingung dengan permintaan Tama.
"Kemarin Tama kan sudah, Tama akan mengajak ibu makan malam selagi ibu masih di sini. "
"Tapi... "
"Aaa aku tidak mau mendengar alasan, nanti akan ku suruh sopir untuk menjemput ibu, ibu kirimkan saja alamat nya ya. Sampai nanti bu sarah." Potong Tama lalu menutup telepon nya.
Sarah hanya berpikir sejenak lalu, mengetik kan alamat dan mengirimkan nya pada Tama. Sarah lalu bangkit dari tempat tidur nya dan bergegas mengganti pakaian dan bersiap siap. Sarah sudah mengatakan pada Suchi bahwa ia akan di jemput oleh supir Tama untuk makan malam.
"Sarah, ini adalah kesempatan yang bagus untuk kamu bisa dekat dengan Kirana. Dan lagi kamu sudah mempersiap kan kado untuk kirana bukan ? kamu harus memberikan nya nanti. " Suchi terlihat sangat senang dan antusias sekali mendengar Sarah akan bertemu dengan Tama dan Kirana.
"Soal itu, aku belum berani untuk memberikan nya secara langsung, aku harus bicara apa nanti. " Sarah terlihat lesu saat mengatakan nya.
"Bilang saja itu untuk kado pernikahan mereka. "
Dari luar rumah Suchi terdengar suara klakson mobil.
"Hhm yasudah, itu nanti saja aku pikirkan. Seperti nya jemputan ku sudah datang, Aku pergi dulu ya. " Sarah langsung bergegas berjalan menuju pinti depan. Diikuti oleh Suchi dari belakang.
Sarah naik ke atas mobil dan melambaikan tangan ke arah Suchi. Suchi lun membalas nya dan tersenyum bahagia.
"Semoga kamu bisa kembali bersama sama dengan anakmu sar." Gumam Suchi dalam hati.
***
__ADS_1
Mobil yang di tumpangi Sarah memasuki sebuah gerbang rumah dengan halaman yang luas.
"Aku tidak menyangka Kirana hidup dengan layak disini." Gumam Sarah dalam hati dengan senyum yang mengembang di wajah nya.
Supir membukakan pintu dan mempersilahkan Sarah turun, disana seorang pelayan sudah menyambut nya dengan ramah. Dan mempersilahkan Sarah masuk ke dalam rumah.
"Halo bu Sarah." Sapa Kirana yang saat itu datang dan menyambut Sarah.
"Hy, nak Kirana." saut nya tersenyum manis.
"Ibu Sarah silahkan duduk dulu." Kirana mempersilahkan Sarah duduk di sofa.
Mama Ratih datang dan menghampiri ke dua nya, lalu ikut duduk dan menyapa Sarah dengan ramah.
"Hallo, perkenalkan saya ibu nya Tama. Ibu pasti Tamu yang di bicarakan oleh Tama ya ?". Ujar mama Ratih memperkenal kan diri.
"Ah iya saya Sarah. Ibu nya Tama cantik sekali ya, pantas saja Tama mempunyai wajah yang tampan. Ternyata menurun dari ibu nya. " Puji Sarah pada mama Ratih.
"Ah ibu bisa saja. saya sering mendengar cerita ibu dari Tama. Katanya dulu Tama sering ke tempat ibu ya, saat saat ia dalam masa yang sulit. Terimakasih bu Sarah atas perhatian ibu kepada Tama selama ini." Ujar mama Ratih.
" Tama sebentar lagi sampai bu. Tadi katanya harus bertemu klien dulu sebentar." Jelas Kirana pada bu Sarah.
"Owhh begitu.."
Ketiga nya berbincang bincang, sambil meminum minuman yang tadi di sediakan oleh pelayan di atas meja.
"Memang nya ada apa dengan Tama dulu ? masa masa sulit yang seperti apa yang di bicarakan oleh mama Ratih dan bu Sarah. Aaa aku jadi penasaran, kenapa dia tidak pernah bercerita kepaku ? Apa dia belum benar benar bisa mempercayaiku sepenuh nya ? Atau memang dia belum benar benar mencintaiku seutuh nya." Gumam Kirana dalam hati, memikirkan pembicaraan mama Ratih dan bu Sarah tadi.
Setelah beberapa lama mereka berbincang, Tama dan papa Danu datang bersamaan. Dan menyapa bu Sarah dengan ramah.
Setelah menyapa bu Sarah Tama pamit untuk membersihkan diri sebentar.
"Sayang, tolong siapkan baju untukku sebentar ke kamar ya. " Ujar Tama pada Kirana, kirana langsung mengiyakan dan mengikuti langkah suami nya dari belakang.
__ADS_1
Setelah masuk ke dalam kamar, Tama langsung menarik tangan Kirana dan langsung mendekap nya erat.
"Sayang, entah kenapa aku rindu sekali kepadamu hari ini." Bisik nya di telinga Tama.
Kirana hanya tersenyum dalam pelukan Tama.
Tama tak mungkin hanya memeluk Kirana saja, tangan nya juga aktif kemana mana. Tama mengecup mesra bibir Kirana hingga leher nya.
" Sayang, kita di tunggu bu Sarah di bawah..." Elak Kirana ketika Tama mulai menyingkap kan baju Kirana ke atas.
" Sebentar saja. kamu temani aku mandi dulu." Dengan sekejap Tama sudah berhasil membuka baju Kirana. Sehingga membuat Kirana merona dan malu sendiri.
"Sayang, kasian bu Sarah dan mama di bawah."
Tama tak menghiaraukan perkataan istri nya dan tiba tiba mengangkat tubuh mungil Kirana ke dalam kamar mandi. Tama membuka baju nya dan melemparkan nya sembarangan. Sehingga kedua nya tak lagi mengenakan apapun.
Tama menghidupkan Shower dan membasahi tubuh Kirana yang di bawah nya. Tama mendekati nya lalu melanjutkan kembali pekerjaan nya yang belum tuntas tadi. Kedua nya menghabiskan waktu setengah jam mandi berdua di bawah shower.
***
Kirana dan Tama turun ke bawah dan menghampiri mama Ratih dan bu Sarah di ruang Tamu, Tenyata disana sudah ada Papa Danu juga yang bergabung dengan mereka dan berbincang.
"Terimakasih Tuhan, Engkau telah menitipkan Kirana kepada keluarga yang sangat baik seperti ini. Kirana Sayang, ibu harap kamu akan selalu bahagia seperti ini." Gumam Sarah dalam hati dengan air mata berlinang di pelupuk matanya.
Seorang pelayan datang menghampiri mereka dan memberitahu bahwa makanan telah siap di meja makan. Mereka semua beranjak dari duduk nya dan berjalan menuju meja makan. Selama menyantap makanan Ratih sesekali melirik Kirana dan tersenyum melihat nya, karena memang terlihat dari wajah nya Kirana sangat bahagia saat itu.
"Bu Sarah, ibu menginap saja di sini malam ini." Ujar Tama ketika mereka semua sudah selesai menghabiskan makanan.
"Ahh tidak usah nak Tama ibu pulang saja. Tidak enak jika ibu menginap di sini juga." Tolak Sarah dengan sungkan.
"Bu, kapan lagi ibu bisa berkunjung seperti ini ke rumah Tama. Ayolah bu, Tama mohon menginap saja di rumah ini malam ini saja." Bujuk Tama.
Sarah memikirkan sesaat lalu mengiyakan. Membuat Tama senang sekali mendengar nya. Malam ini Sarah menginap dirumah Tama dan Kirana.
__ADS_1
....