Menikahi Pewaris Tunggal

Menikahi Pewaris Tunggal
Kenangan


__ADS_3

Kirana sampai di toko bunga, Toko terlihat berdebu sekali. Karena memang sudah lama tidak di bersihkan. Kirana sangat semangat untuk memulai hari ini. Ia merasa kembali ke kehidupan nya yang sebelum nya, sebelum menjadi istri Tama Wijaya.


"Baiklah, hari ini aku akan bakerja keras untuk membersihkan debu debu ini. " Ujar kirana untuk menyemangati dirinya sendiri.


Tanaman tanaman pun sudah terlihat layu bahkan sudah ada yang mati. Karena tidak ada yang merawat dalam beberapa waktu ini.


"Hey Kirana, kaukah itu." Sapa seseorang ketika Kirana sedang menyiram tanaman di depan toko.


Kirana menoleh ke arah suara itu. "Hallo tante, lama tidak berjumpa. Tante apa kabar.?" Tanya Kirana yang mengenali orang yang menyapa nya yang tak lain adalah tetangga sebelah nya.


" Ahh iya lama tidak berjumpa ya, Selamat ya Kirana atas pernikahan mu. Maaf tante tidak bisa hadir karena sedang berada di luar kota " Ujar nya.


"Iya tante, terimakasih."


" Tante harap semoga kamu bisa lebih bahagia setelah menikah." Ujar nya tersenyum pada Kirana.


"Tante Kira kamu sudah tidak datang lagi ke toko." lanjutnya.


"Tidak tante, Kirana akan terus selalu membuka toko kok. Lagipula tempat ini terlalu banyak kenangan untuk Kirana dan nenek. Tidak mungkin Kirana meninggalkan Toko begitu saja." Jelas Kirana yang telah berubah mimim menjadi sedih ketika mengingat kenangan nya bersama nenek.


"Iya kirana, tante mengerti kok. Ohh ya kau kesini hanya sendirian ? Dimana suamimu ?" Tanya nya dengan mengalihkan pembicaraan agar kirana tidam larut dalam kesedihan.


"Iya tante, Kirana hanya sendiri. Suami kirana sedang bekerja. jadi tidak bisa ikut kesini."


"Ooh begitu, lain kali kau harus membawanya dan mengenalkan pada tante ya." Ujar nya dengan tersenyum.


Setelah beberapa saat berbincang, tetangga kirana pamit untuk pulang dan Kirana kembali meneruskan pekerjaan nya. Kirana memang sudah kenal banyak dengan orang sekitar. Ya karena memang dia dari kecil hidup dan besar di lingkungan itu.


"Hufft lelah sekali, akhirnya selasai juga pekerjaan ku." Ujar Kirana menghapus keringat di kening nya. Kirana pergi ke rumah belakang dan membuatkan minuman dingin untuk dirinya sendir.


"Aahh, segar sekali. " Ketika ia meneguk minuman itu.


Ponsel Kirana berdering saat ia sedang menikmati minuman nya.

__ADS_1


"Hallo."


"Hallo Pengantin baru, kau sudah sombong sekali ya sudah tidak ingat kepadaku ?"


"Kau bicara apa bodoh, mana mungkin aku lupa padamu. maaf akhir akhir ini aku sibuk tidak sempat mengabarimu. Dan satu lagi kau jangan panggil aku begitu, menyebalkan sekali mendengarnya."


"hahaha iya iya, aku tau kok kau sedang sibuk berbulan madu kan. aku sudah dengar dari samira. Apa kau sedang sibuk sekarang pengantin baru ? hahahha"


" Rendy, kau jangan menjadi menyebalkan begitu. Bulan madu apanya kau jangan bicara sembarangan, aku sudah tidak ingin mengingat ingat Bulan Madu sialan itu." Ujar Kirana yang sudah mulai kesal dengan pembicaraan sahabat nya itu.


"Ow ow, memang nya apa yang terjadi saat bulan madumu? kenapa kau begitu kesal nya sih. "


"Sudah sudah, jangan membicarakan itu lagi. aku tutup telpon nya jika tidak ada hal lain lagi yang ingin kau bicara kan." Kirana semakin kesal.


"iya iya maaf, kau sedang dimana sekarang?"


" Aku sedang di toko. "


"Baiklah aku akan kesana sekarang. "


"cih dasar tidak sopan. " Ujar Kirana dan meletakkan kembali ponsel nya.


Tidak banyak pelanggan yang datang hari ini. mungkin karena sudah lama tutup jadi pelanggan berpikir mungkin toko nya sudah tidak beroperasi lagi.


Tidak lama kemudian Rendy datang bersama Samira.


"Hallo pengantin baru, wajahmu terlihat cerah sekali setelah menikah." Ujar Rendy yang memang sengaja menggoda Kirana.


"Rendy.... sudahlah kau benar benar menjadi lebih menyebalkan ya.. " Saut Kirana Kesal dan memukul mukul lengan Rendy.


Samira hanya terkekeh melihat keduanya yang seperti anak kecil. Mungkin biasanya ia akan cemburu bila Rendy dan Kirana bercanda begitu, tapi sekarang sudah tidak lagi. Karena Kirana sudah menjadi istri dari kakak sepupu nya sendiri. Jadi dia tidak perlu khawatir lagi.


Mereka bertiga berbincang panjang lebar, terlihat kirana tertawa lepas. Sudah lama dia tidak begitu semenjak kepergian nenek. Ia melepaskan segala masalah yang ada dalam hati nya terlebih lagi masalah ia dengan Tama. Kirana benar benar merasa terhibur dengan kehadiran sahabat dan tingkah konyal nya itu.

__ADS_1


"Jadi kakak ipar, bagaimana perkembangan hubungan mu dengan kak Tama.?" Tanya Samira yang penasaran ketika mereka sudah lelah bercanda dan tertawa.


"Hhmm. Tidak ada perkembangan apa apa. memang nya apa yang mau di kembangkan di antara kami." Jawab nya acuh.


"Kakak ipar, kenapa kau begitu. berusahalah untuk mendapatkan hati kak Tama. Agar kau bisa merasakan bahagia. Lupakan lah masalah bahwa kau terpaksa menikah dengan kak Tama demi Tante Ratih." Ujar Samira dengan serius, sebenar nya ia juga peduli terhadap Kirana hanya saja ia jarang menampakkan nya karena gengsi.


"Sam, stop jangan panggil aku kakak ipar. Aku ingin kehidupan normal ku kembali. Kalau kau memanggilku begitu kau kembali mengingatkanku bahwa aku sudah menikah dengan kakak sombong mu itu." Saut Kirana yang seperti malas membahas kehidupan baru nya.


"Lagipula untuk apa aku harus mendapatkan hati nya, aku sungguh sungguh tidak berharap sedikit pun kepadanya. " lanjut nya.


"aahh, Yasudah lah terserah kau saja. padahal aku hanya ingin melihat kau hidup bahagia dengan pernikahanmu. Tanpa merasa tertekan sedikitpun."


"Sudah sudah, sayang jangan memaksa Kirana seperti itu. Biarkan saja berjalan seadanya dulu, semuanya butuh proses sayang tidak bisa menjadi instan dan secepat itu." Saut Rendy menjelaskan pada kekasih nya itu.


Kirana hanya mengangguk angguk setuju dengan perkataan Rendy.


"Kau selalu begitu, kau lebih memihak Kirana dibanding aku" Samira mengerutkan dahi dan mnerucutkan bibirnya.


"Tidak sayang, bukan begitu maksud ku." Jelas Rendy membujuk Samira.


"Iya iya aku mengerti kok."


Tidak terasa hari sudah mulai sore, Kirana mulai menutup toko nya dibantu oleh Rendy dan Samira.


"Kiran, ayo aku antar pulang. " Ujar Rendy ketika semua nya bersiap hendak pulang.


"Tidak usah Ren, aku bawa motor kok. Aku pulang sendiri saja."


"Kiran ayolah, pulang bersama kita saja. Lagipula kenapa kau masih memakai motor mu itu sih. Bukan kah tante Ratih sudah memberi kan mobil dan sopir pribadi untukmu.?" Sambung Samira.


"Iya, tapi aku lebih nyaman menggunakan motorku sendiri." Saut Kirana.


"Motor mu di tinggal saja di sini, ayo masuk ke dalam mobil. Kau jangan keras kepala Kirana" Potong Rendy dengan memberikan perintah.

__ADS_1


Akhirnya Kirana menurut saja untuk pulang bersama mereka. Motor nya di masuk kan kembali ke dalam Rumah.


....


__ADS_2