Menikahi Pewaris Tunggal

Menikahi Pewaris Tunggal
Pertikaian


__ADS_3

Setelah pertikaian panjang yang tak berarti antara Tama dan Kirana, akhirnya Tama pun mengalah dan berlalu meninggalkan meja Kiran.


Tampak dia menuju sebuah meja yang tak jauh dari belakang Kiran dan Rendy.


Tiba tiba mata Kiran terbelalak melihat ke arah pintu masuk restorant. "Astaga bukan kah itu Model yang terkenal itu" pekik Kiran histeris sambil menutup mulut nya. Kiran sangat mengidolakan perempuan yang baru saja dia lihat.


Rendy seketika menoleh ke belakang nya saat Kirana bicara "ohh iya, itu bukan nya Angella ya" tanya Rendy lagi memastikan.


"Oh My, mimpi apa aku semalam bisa bertemu dengan dia" mata kiran berbinar binar tak henti nya melihat ke arah idola nya itu.


Angella adalah seorang model cantik yang sangat terkenal di Negeri itu, Angella berjalan berlalu melewati meja Kiran.


Mata Kiran tak henti henti nya mengikuti kemana wanita itu berjalan. tak hanya Kiran semua pelanggan yang ada disana juga memperhatikan melirik ke arah wanita cantik itu.


"sungguh dia cantik sekali" ujar Kiran memuji wanita itu. sebagai sesama perempuan pun Kirana juga sangat takjub dengan Angella, apalagi para kaum pria.


Angella berhenti di sebuah meja yang sudah di tunggui seorang pria, dan pria itu adalah Tama.


Kiran yang memperhatikan sejak tadi pun terkejut "cih, kenapa dia menghampiri manusia sombong itu, apa mereka saling kenal" gumam kirana kesal dan membalik kan lagi tubuh nya ke arah Rendy.


"kau tidak tau gosip nya" takis Rendy dengan bersemangat meladeni ucapan Kiran.


"apa? apa kau mengetahui seseuatu?" Kiran bertanya dengan antusias nya.


"Arhh, payah sekali kau, Menurut Rumor yang beredar Angella sedang dekat dengan anak nya CEO salah satu stasiun televisi terkenal" Jelas Rendy dengan mimik wajah yang tak kalah antusias nya dengan Kiran.


"Dan lebih mengejutkan lagi, Tama lah orang nya, dia kan anak nya CEO konglomerat itu" jelas Rendy lagi.

__ADS_1


"Sungguh?, hah hidup hidup dimana aku selama ini hingga tidak tau gosip seperti itu" Kiran menghela nafas nya.


Setelah menghabiskan makan malam nya, Kiran dan Rendy pergi meninggalkan restoran setelah membayar bill tagihan nya di kasir.


"Kau mau kemana lagi Kiran?" tanya Rendy ketika menghampiri Kiran di depan mobil nya yang terparkir di depan restorant.


"Aku ingin ke taman tempat biasa kita bermain Ren, aku sangat membutuhkan sedikit ketenangan angin malam" jawab Kiran menerawang jauh dengan tatapan kosong.


"Baiklah, aku akan menemani malam ini" jawab Rendy sambil masuk ke dalam mobil dan menghidupkan mesin mobil nya, Kiran pun mengikuti Rendy masuk ke dalam mobil.


***


Rendy memakirkan mobil nya di depan sebuah taman. Mereka sudah sampai di tempat tujuan nya. dan segera Kiran dan Rendy turun.


Sambil berjalan kaki menyusuri taman yang remang remang di terangi lampu taman. Kiran menghirup udara malam sambil memejamkan mata nya.


"Sudah lama sekali ya kita tidak kesini" Ucap Kiran memecah keheningan malam sambil berayun ayun layak nya anak kecil.


" Ya mungkin, sejak kita Lulus SMA dulu terakhir kesini" jawab Rendy menanggapi sahabat nya itu.


Tiba tiba hening antara mereka, terlihat jelas Kiran menatap jauh ke langit dengan mata yang berkaca kaca, seakan membayangkan sesuatu.


"Hey Kiran, apa yang sedang kau pikirkan?" Tanya Rendy ketika melihat ke arah Kiran.


"Tidak, aku hanya merindukan Ibu" jawab kiran menunduk dan meneteskan air mata.


"Kau sabarlah, pasti suatu hari ibumu akan datang menemuimu," Rendy berusaha menenangkan dan mengusap punggung sahabat nya itu.

__ADS_1


"Kau jangan bersedih, masih ada aku dan nenek yang selalu ada disampingmu" sambung Rendy kembali sambil merangkul tubuh sahabat nya itu.


"Terimakasih Ren, kau selalu ada saat aku merasa terpuruk" jawab Kiran lirih.


"Sudahlah jangan bersedih lagi, Bagaimana rencana mu untuk kuliah, katanya kau akan mendaftar tahun ini?" tanya Rendy mengalihkan.


"Sepertinya tidak untuk saat ini Ren" jawab Kiran.


"Kenapa? bukankah kau sudah mengumpulkan uang nya?" tanya Rendy penasaran.


"Iya tadi nya begitu, tapi kemarin nenek mendapatkan surat dari ibu, sepertinya ibu sangat membutuhkan uang itu daripada aku" jawab Kiran.


"Lalu apa kau memberikan uang itu pada ibumu?" tanya Rendy lagi.


"Iya, aku memberikan nya pada ibu, aku bisa menabung lagi kok, lagipula tidak ada batas usia kan untuk menuntut ilmu" jawab Kiran meyakinkan.


"Hatimu sungguh baik sekali Kiran, sangat bangga aku mempunyai sahabat sepertimu" gumam Rendy dalam hati, tersenyum menatap ke arah Kiran.


Rendy sudah berkali kali menawarkan bantuan pada Kiran untuk biaya kuliah nya, namun berkali kali pula Kiran menolak nya. karena Kiran tak mau berhutang budi dan merepotkan lebih banyak lagi pada Rendy.


Toh selama ini Rendy sudah banyak sekali membantu nya dan nenek dalam masa masa kesulitan mereka. Kiran tak mau menyusahkan lagi.


***


sudah cukup lama mereka berbincang di sana, hari sudah hampir larut, Kiran takut nanti neneknya khawatir dengannya. Lalu Rendy pun mengantarkan Kiran pulang kerumah.


...

__ADS_1


__ADS_2