
Pagi pagi sekali Kiran sudah terbangun, dan berjalan kebawah mencari nenek nya. dan ia mendapati nenek sedang memasak sarapan untuk mereka berdua.
"selamat pagi nek" ucap Kiran memeluk nenek.
"selamat pagi sayang" jawab nenek sambil memotong motong sayuran.
"apa ada yang bisa kubantu nek?" tanya Kiran sambil memperhatikan nenek.
"oh iya sayang, bisakah kau membeli kan nenek garam, sepertinya garam di dalam toples sudah habis, nenek lupa mengecek nya kemarin" jelas nenek kepada kiran.
"Baiklah nek, apa ada lagi yang lain? " tanya kiran memastikan.
"sekalian sama tepung ya nak" jawab nenek lagi.
"Siap bos" ujar kiran sambil berjalan keluar rumah.
Kiran menghidup kan mesin motor nya, lalu perlahan berjalan keluar dari halaman rumah. Kiran melajukan motor nya dengan pelan samb menghirup udara pagi yang segar.
Udara pagi memang selalu yang terbaik, apalagi di kota seperti ini, tidak banyak kendaraan yang melintas kala itu, karena memang inu adalah hari libur. jadi orang pasti sedang bermalas malas an menghabiskan waktu di rumah.
Kiran berhenti di depan sebuah minimarket, dan memarkirkan motornya lalu berjalan masuk ke dalam toko.
Kiran menuju rak tempat perlengkapan dapur dan mengambil barang yang ia butuhkan. setelah selesai memilih Kiran berjalan menuju lemari pendingin minuman dan mengambil minuman dingin.
Tiba tiba seseorang menghampiri nya dan menepuk bahunya, "Hallo Kiran, sedang apa disini" tanya wanita itu.
__ADS_1
Kiran yang kaget dan melihat ke arah suara itu "Hallo tante Ratih, Kiran pikir tadi siapa" jawab Kiran ketika mengenali wajah yang menyapa nya tadi.
"kamu sedang apa di sini nak?" tanya tante ratih.
"Ini Kiran sedang membeli bahan makanan yang kebetulan sudah habis di rumah tante, tante sendiri sedang apa? bukan kah ini cukup jaih dari rumah tante?" Tanya Kiran kembali pada tante Ratih.
"oh ini tante mampir beli minuman, kebetulan tante tadi habis olahraga pagi di sekitar sini nak" jelas tante Ratih.
"ooh begitu, yasudah tante Kiran ke kasir dulu mau membayar ini" ucap Kiran pada tante Ratih.
"Iya tante juga mau bayar," mereka berdua berjalan menuju meja kasir.
setelah selesai membayar, Tante Ratih dan Kiran sama sama berjalan menuju keluar toko.
"Yasudah, tante duluan ya nak" ujar tante Ratih menuju kedalam mobil nya.
Kiran yang sudah memasang Helm nya dan hendak menjalan kan motor nya melihat ke arah tante Ratih yang kelihatan kebingungan.
Kiran menghampiri Tante Ratih dan bertanya, "Kenapa tante? mobil nya tidak mau menyala?" tanya Kiran dari luar mobil.
Tante Ratih membuka pintu mobil dan keluar, "Iya Kiran, tante bingung kenapa ini tidak menyala" jawab Tante Ratih kebingungan.
"Apa bensin nya ada tante?" Tanya Kiran memastikan.
Tante ratih menoleh ke dalam mobil "Astaga kenapa tante bodoh sekali, tante lupa mengeck bensin nya" jawab tante Ratih gusar.
__ADS_1
"Sudahlah, biarkan nanti tante suruh sopir saja yang mengambil mobil ini, biar tante pulang naik taxi saja" tutur tante Ratih.
"Biar Kiran antar saja tante pakai motor Kiran" Jawab Kiran menawarkan bantuan pada tante Ratih.
"Benerkah, apa tidak merepotkan?" tanya tante Ratih.
"Tidak apa apa tante" jawab Kiran.
"Baiklah, terimakasih banyak sayang" tante Ratih naik ke atas motor Kiran.
Kiran melajukan motor nya dengan kecepatan sedang menuju rumah tante Ratih. Di perjalanan mereka berbincang bincang mengenai tanaman, terlihat sekali mereka saling nyaman berbicara satu sama lain.
Mungkin kalau orang lain melihat mereka mengira bahwa mereka adalah ibu dan anak yang pulang seusai belanja.
***
Setelah sampai di depan gerbang rumahnya, Tante Ratih pun turun dari motor dan menawarkan Kiran untuk mampir dulu.
"Tidak usah tante, Kiran langsung pulang saja, kasian nenek menunggu terlalu lama di rumah" jawab Kiran halus menolak tawaran Tante Ratih.
"Baiklah nak, lain kali kau harus mampir ya ke rumah tante" jawab tante Ratih.
"Tentu saja tante" Jawab Kiran ceria dengan senyuman nya.
"Hati hati di jalan sayang" seru tante Ratih ketika Kiran berpamitan dan melajukan motor nya meninggal kan tante Ratih.
__ADS_1
...