Menikahi Pewaris Tunggal

Menikahi Pewaris Tunggal
Mimpi Buruk


__ADS_3

Setelah nenek di makam kan, kirana masih saja merenung di atas gundukan tanah merah yang bertabur bunga itu, mata nya nanar menatap kosong ke arah batu nisan.


"nenek kenapa begitu cepat nya." lirih kirana meneteskan air mata nya.


Lama kirana berdiam di situ, disaat semua orang sudah kembali, Rendy datang menghampiri kirana.


"Kiran, ayo kita pulang, kamu butuh istirahat" seru Rendy memegang pundak kirana.


Kirana mengikuti kata kata rendy, dan berjalan mengikuti rendy.


"Samira, kau pulang lah dulu, aku akan menemani kirana untuk sementara waktu." ujar rendy kepada kekasih nya itu.


"Baiklah, Kirana kau yang tabah yaa." ujar Samira sambil memeluk Kirana hangat.


Disana juga ada tante Ratih, tante ratih juga berpamit kepada kirana dan memeluk nya hangat.


"Sam, kamu ikut sama mobil tante saja." ujar tante ratih kepada samira.


"Baiklah tante "

__ADS_1


Kirana pun masuk ke dalam mobil Rendy, mobil pun berlalu dari tempat pemakaman umum.


***


Dari kejauhan di tempat nenek di makam kan, seorang wanita datang menabur bunga dan menangis di atas makam itu.


"ibu.. maafkan aku bu." lirih wanita itu.


"Maafkan aku.. sampai ibu menutup mata pun tidakk sekali pun aku mengunjungi ibu, kenapa ibu pergi begitu cepat, belum semlat aku meminta maaf dan membahagiakan mu." lirih nya meratap.


Dia adalah anak nenek rosma, yang tak lain adalah ibu kandung Kirana, dia mendengar kabar nenek rosma meninggal dari seorang kenalan yang selalu memberi kabar kepada nya tentang keadaan ibu dan anak nya.


***


Setelah sampai di rumah, kirana masuk ke dalam kamar dan merebah kan badan nya ke atas kasur.


Rendy datang dari dapur dengan membawakan minuman hangat untuk kirana.


"Kirana, apa sebaik nya kamu tinggal di rumah ku dulu.?" ujar rendy memecah keheningan.

__ADS_1


"aku tidak apa apa disini."


"Kirana, aku tidak mau kau merasa kesepian, dan aku juga tidak bisa setiap saat ada disini untuk menemani, lebih baik kau di rumah ku saja untuk sementara."


"aku tidak mau merepotkanmu lebih banyak lagi rend," lirih kirana.


"Yasudah kau pikirkan dulu malam ini, aku akan menginap disini agar kau tak kesepian." ujar rendy.


"terserah kau saja." jawab kirana.


Rendy memutuskan untuk menginap di rumah kirana malam ini, karena di rumah kirana hanya ada dua kamar satu kamar nenek, satu lagi kamar kirana.


Tidak mungkin kalau dia tidur di kamar nenek atau kirana jadi dia memutuskan untuk tidur di sofa depan. dan lebih memudah kan juga untuk melihat dan mengontrol kirana.


Di dalam kamar, kirana masih meneteskan airmata nya, mengenang nenek yang selalu ada disamping nya setiap hari. tapi sekarang dia hanya benar benar sendiri, selain rendy tiada tempat lagi bagi kirana untuk berbagi keluh kesah nya.


Kepergian nenek seperti mimpi buruk baginya, baru kemarin rasanya dia masih bisa melihat tawa nenek, namun sekarang hanya lah tinggal kenangan, hanya doa yang dapat mengobati ras rindu nya kepada nenek.


Setelah beberapa lama kirana bersedih ia tertidur dengan foto nenek dalam dekapan nya, ia berharap nenek akan datang dalam mimpi nya malam ini, ia sangat merindukan pelukan hangat nenek yang selalu menenangkan.

__ADS_1


...


__ADS_2