Menikahi Pewaris Tunggal

Menikahi Pewaris Tunggal
Bulan Madu


__ADS_3

Kirana berkeliling rumah seperti mencari cari seseorang. Mata nya celingak celinguk kian kemari.


"Kiran, kamu sedang apa sayang." ujar mama Ratih dari belakang yang melihat kirana seperti sedang kebingungan.


"ahh mama.. kiran mencari pelayan yang kemarin membawakan koper kiran ma." jawab Kiran kaget ketika mama ratih datang tiba tiba.


"Memang nya kenapa.? apa ada barang yang kamu butuhkan.?" Tanya mama Ratih.


"Iya ma, Kiran lihat di lemari, tidak ada baju kiran yang biasa nya kiran pakai."


"Memang nya kenapa nak, kamu tidak suka baju baju yang sudah ada di dalam lemari.? padahal mama sudah suruh pelayan untuk mencarikan baju yang bagus." ujar mama Ratih.


"Bukan ma, bukan begitu. Kiran suka kok semua baju yang ada di lemari, cuma kiran hanya tidak terbias memakai pakaian seperti ini." jawab Kiran dengan memegang baju yang sedang ia kenakan.


Memang baju yang ada di dalam lemari lebih banyak seperti baju formal. Tidak ada celana jeans ataupun baju kaus yang biasa Kirana kenakan. Baju baju itu terlalu feminim baginya, karena Kiran termasuk orang yang cuek dan santai dalam berpakaian. Terlebih lagi baju tidur yang sangat seksi dan sangat tidak ia sukai.


" kamu terlihat cantik kalau berpakaian seperti ini sayang, tapi kalau kamu tidak terbiasa biar nanti mama surub pelayan untuk merapikan pakaian yang ada di koper ke dalam lemari kamu ya nak." ujar mama Ratih dengan tersenyum.


"Terimakasih ma, maaf Kiran merepotkan."


***


Tama terlihat asyik memainkan laptop nya di ruang kerja. Mama Ratih datang membuka pintu dan masuk ke dalam ruang kerja Tama.


"Kenapa kamu terlihat sibuk sekali sayang.? " ujar mama Ratih menghampiri anak nya.


"Iya ma, Tama memeriksa file yang kemarin belum sempat Tama Revisi ma." Jawab Tama.


"Sudah lah sayang, kamu jangan memikirkan pekerjaan dulu. Kamu kan baru saja menikah, kamu harus punya banyak waktu berdua dengan istrimu, biar kalian bisa saling mengenal satu sama lain." Pinta mama Ratih memegang pundak anaknya.


" Memang nya harus mengenal seperti apa lagi ma.? Toh kan Tama sudah menikahi dia. " Jawab Tama mengernyitkan dahi nya.


" Ya kamu harus mengenal istri kamu lebih jauh lagi, apa yang dia suka atau yang tidak dia suka. Biar kalian bisa saling memahami. "


Tama menarik dalam nafas nya lalu membuang nya pelan. "Iya ma iya, masih ada banyak waktu kok, tidak harus sekarang."


"Lebih cepat lebih baik kan, dan kalian juga bisa lebih cepat memberikan cucu untuk mama." ujar mama Ratih tersenyum lepas.

__ADS_1


Tama tertawa kecil mendengar ucapan ibunya. "Ma... baru kemarin mama memaksa Tama menikah dengan dia, sekarang malah mama minta cucu. Memang nya kita kucing yang bisa dengan gampang nya punya anak." Jawab Tama terkekeh.


Ratih mengerucutkan bibir nya dan memalingkan wajah nya. "Ya kan mama hanya berharap, kalau bisa seperti itu kan lebih bagus." Jawab nya dengan wajah murung.


Tama hanya terkekeh melihat tingkah ibunya itu.


"Tama, mama kado pernikahan yang spesial untuk kalin." ujar mama Ratih yang sudah mengubah ekspresi wajah nya menjadi riang dan antusias.


"Apa ma ?" Jawab Tama yang terkesan tak acuh.


"Mama sudah menyiapkan resort untuk kalian berbulan madu." lanjut nya dengan berbinar binar.


Tama tersedak dan terbatuk batuk mendengar ucapan ibunya. "Bu .. lan madu..?"


"Ma, mama jangan aneh aneh."


"Loh kok aneh aneh sih, kalian kan baru saja menikah jadi ya wajar kalau kalian pergi bulan madu, pokok nya mama sudah menyiapkan semua nya, kalian hanya tinggal berangkat saja dan melakukan hal yang seharus nya." Jawab mama Ratih tersenyum.


"Maaa...." lenguh Tama yang terlihat memelas tapi tidak bisa menolak.


***


"Ahh.. aku rindu sekali tidur di kamarku sendiri." Gumam nya dalam hati.


Tama terlihat keluar dari kamar ganti dan mengusap usap kan handuk ke rambut nya yang terlihat masih basah, Kirana pura pura tidak mempedulikan nya dan memejamkan mata nya cepat cepat.


"Hey kau bangun, jangan pura pura tidur. Aku mau bicara." Tama sudah berdiri di samping sofa.


Melihat Kirana yang tak kunjung bangun nya, Tama menggoyang goyang kan tubuh Kirana dan menarim selimut nya.


"Cih,, ada apa sih dengan dia kenapa menggangguku." Gumam Kirana kesal dalam hati.


"Ada apa ? kenapa kau mengganggu ku?" Ketus kirana bangkit dan duduk di sofa.


"Besok kau harus bangun pagi pagi sekali."


"Memang nya kenapa.?"

__ADS_1


"Jangan banyak tanya, pokok nya jangan sampai telat, kalau tidak akan ku siram dengan air se ember." ujar Tama dengan sedikit mengancam.


"Kau ini kenapa sih, tidak jelas sekali." jawab Kirana kembali membaringkan tubuh nya dan mengacuhkan Tama.


Tama terlihat kesal melihat Kirana yang terkesan mengacuh kan nya. Lalu ia beranjak ke atas tempat tidur dan memejam kan mata nya.


Pagi pagi sekali Tama sudah bangun dan melihat Kirana masih tertidur pulas.


"Dasar kau seperti kerbau ya, sudah ku bilang bangun pagi pagi tetapi jam segini masih tidur ." Gumam Tama yang melihat Kirana menggeliat dan tersenyum seperti tengah bermimpi indah.


"cihh, dia sedang bermimpi apa.?" Gumam Tama tersenyum tipis.


"Hey kau. cepat bangun. dasar kerbau susah sekali di bangunkan." ujar Tama agak sedikit keras dan menggoyangkan tubuh Kirana.


Kirana mengeliatkan tubuh nya dan membuka mata nya. "Iya iya.. aku sudah bangun daro tadi kok." Jawab nya dengan menguap dan duduk di pinggir sofa.


"Cepat kau sana bersiap siap, Hari ini kita akan pergi ke pulau xxx." ujar Tama ketus.


"Kemana.? kenapa tiba tiba.? Kita mau apa kesana.? " Tanya Kirana penasaran.


"Sudah jangan banyak tanya, cepat sana kau bersiap siap, barang barang mu sudah di siapkan pelayan, jadi kau hanya perlu mandi dan berganti pakaian."


"Cihh, memang nya kau raja, selalu memerintah ku begitu." Gumam Kirana pelan sambil berjalan menuju kamar mandi.


"Kau bilang apa barusan.?"


"Tidak."


Kirana sudah bersiap siap begitu pun dengan Tama, mereka turun menuruni anak tangga berjalan menuju mobil yang sudab menunggu sejak tadi. Mama Ratih sudah berdiri disana dan tersenyum ke arah keduanya.


"Kalian tampak serasi sekali. Mama harap pulang pulang mama sudah mendengar kabar baik dari kalian ya." Ujar mama Ratih tersenyum.


Kirana hanya bisa tersenyum, dan menganggukkan kepala nya. Dia masih tidak paham tujuan nya ke pulau xxx untuk apa.


"Tama, kau jagalah Kirana baik baik ya. " ujar tante Ratih saat kedua nya ber pamit dan naik ke dalam mobil.


"Iya ma.."

__ADS_1


Mobil pun melaju keluar gerbang, dan menuju ke Bandara. Tidak ada percakapan di dalam mobil hanya terdengar suara mesin mobil. Mereka lebih memilih bermain dengan ponsel masing masing.


....


__ADS_2