
Tama dan Kirana tidak jadi bekerja hari ini. Mereka pulang ke rumah sudah siang. Di perjalanan Tama tak henti henti nya mencuri curi kesempatan ketika lampu merah dan berhenti. Mereka sudah seperti pasangan yang barusaja pacaran. padahal mereka sudah menjadi suami istri satu bulan yang lalu.
"Tama, Kiran. kalian kemana semalam kenapa tidak pulang ke rumah.?" Tanya mama Ratih ketika mereka sudah masuk ke dalam rumah.
"Tama dan Kiran menginap di hotel semalam ma." Jawab Tama jujur. Kiran menjadi sangat malu dan menutupi wajah nya di depan mertua nya.
"Kenapa dia bicara sangat jujur sekali sih. aku kan jadi sangat malu." Gumam Kirana dalam hati.
Mama Ratih hanya tersenyum senyum melihat keduanya. "Yasudah kalian sana berganti pakaian dulu. lalu setelah itu kita makan siang. " Ujar mama Ratih.
Kirana pamit pada ibu mertua nya dan melangkah menaiki tangga menuju kamar nya. " Apa kau ingin melanjutkan nya disini. " Ujar Tama nakal ketika mereka sudah sampai di dalam kamar.
"Tidak. " Jawab Kirana cepat dan menyilangkan tangan nya di dada lalu bergegas menuju kamar mandi.
"Wahh, jadi kau mau kita melakukan nya disini ya ? " Ujar Tama yang sudah masuk ke dalam kamar mandi menyusul Kirana yang sudah membuka semua pakaian nya yang hendak mandi.
Kirana sangat kaget dan menjerit. Tama benar benar sangat jail sekali. Ia sangat senang sekali mengerjai Kirana. Apalagi ketika Kirana kesal dan menekuk wajah nya itu sangat lucu baginya.
Waktu mandi yang biasa nya 15menit kini menjadi 1 jam karena ulah Tama yang sangat nakal. Setelah mengganti pakaian dan mengeringkan rambut nya Kirana turun ke bawah menuju meja makan. Tama sudah duluan turun tadi, jadi dia dan mama Ratih sudah berada disana menunggu Kirana.
Setelah makan, Kirana berjalan jalan keliling rumah yang besar itu. Ia berjalan menuju Taman mama Ratih yang sempat dulu ia kesana untuk mengantarkan tanaman.
"Wahh kalian tumbuh dengan sangat baik ya. Mama Ratih pasti merawat kalian dengan sangat baik. " Ujar Kirana ketika melihat tanaman yang dulu ia bawa sangat subur dan telah berbunga indah.
"Hhmm Nenek. Andai Nenek ada disini sekarang, Aku pasti sangat bahagia." Lirih kirana menatap ke arah bunga mawar yang bermekar indah itu dan teringat pada nenek.
"Kiran.. " Ujar Mama Ratih yang sudah berdiri di belakang dan memegang pundak Kirana.
"ahh mama.." Jawab nya kaget dan membangunkan lamunan nya.
"Kamu sedang apa nak.? Kenapa jadi murung begitu. ?" Tanya mama Ratih.
__ADS_1
" Tidak ma, Kiran hanya teringat dan rindu pada nenek saja. Biasa nya nenek selalu menyiram tanaman kalau di toko dan berbicara kepada mereka seolah mereka itu mengerti apa yang dikatakan nenek." Jawab Kirana yang mulai menitikkan airmata nya teringat akan nenek.
"Mama juga sangat merindukan nenek sayang, walau mama hanya sebentar mengenalnya. Namun mama merasa sudah sangat dekat dengan beliau." Mama Ratih juga menjadi sedih dan terbawa suasana.
Tama tiba tiba datang dari belakang. "Ternyata kau disini, aku mencarimu kemana mana tadi. " Ujar Tama memeluk pundak Kirana.
"Hey kamu kenapa ?Mama juga kenapa? Kenapa wanita wanita cantikku ini terlihat sedih. ?" Tanya Tama ketika melihat mata Kirana memerah dan mama nya juga ikut terlihat sedih. Tama memeluk kedua nya hangat untuk menenangkannya.
"Sayang, kau kenapa. ?" Tanya nya lembut.
Hati kirana terasa hangat ketika mendengar kata sayang dari mulut Tama. walaupun ini bukan pertama kali nya ia mendengar. Namun kali ini ia tahu bahwa Tama benar benar tulus mengucapkan nya.
"Tidak apa apa, aku hanya teringat pada nenek. " Jawabnya.
"Sudahlah, Kita doakan saja agar nenek selalu bahagia disana. " Ujar nya. "Bagaimana kalau besok kita pergi ke makam nenek. Kau harus mengenalkanku padanya. "
Kirana mengangguk setuju dengan perkataan Tama. Tama menghapus air mata yang masih mengenang di mata Kirana dan memeluk nya hangat.
"Tentu saja boleh ma." Saut Kiran.
Mereka bertiga duduk di Kursi Taman dan berbincang bincang. Kirana terlihat sangat bahagia sekali. Bukan hanya mendapat seorang suami, sekarang ia juga mendapat seorang ibu yang sangat perhatian dan sayang kepadanya yang belum pernah ia rasakan selama ini. Kirana sangat bersyukur bisa bertemu dengan Tante Ratih yang baik hati.
***
Malam hari nya, kirana dan Tama sudah berada di dalam kamar setelah makan malam bersama tadi.
"Kirana coba ceritakan tentang kehidupanmu dulu sebelum bersamaku." Ujar Tama menggenggam tangan Kirana yang kini bersandar di dadanya.
"Cerita seperti apa yang ingin kau dengar. Aku hanya hidup bersama nenekku saja. Dan Rendy yang selalu ada membantuku dalam keadaan apapun." Ucap nya pelan.
"Lalu kedua orang tuamu?"
__ADS_1
"Aku tidak tau, Ibuku meninggalkanku sejak bayi bersama nenek. Lalu aku tidak tahu dimana dan siapa Ayahku. Nenek tidak terlalu banyak bercerita kepadaku, Karena nenek tidak ingin aku bersedih. " Ujar Kirana.
"Hhmm.. Kirana aku berjanji aku tidak akan meninggalkanmu. " Ujar Tama lirih.
"Benarkah ?"
"Iya, aku akan selalu ada disampingmu dalam keadaan apapun." Lanjutnya.
Kirana sangat terharu mendengar ucapan Tama, ia mengecup pipi suami nya itu dengan lembut.
"Oo jadi sekarang kau yang memulainya ya. " Ujar Tama yang mulai usil.
"Tama... sudah hentikan. nantu tubuhku lama lama jadi remuk. " Ujar Kirana menepis tangan Tama yang mulai nakal.
"Cihh, baiklah." Sungut Tama yang meruncingkan bibirnya kedepan dan melepaskan pelukan nya.
"Hahah lucu sekali jika kau begitu, persis sperti Donald Bebek. " Ujar Kirana ketika melihat ekspresi Tama yang merajuk. Alih alih membujuk nya malah Kirana menertawakan Tama.
Tama pun ikut tertawa ketika melihat senyum di wajah Kirana. "Kau sangat cantik jika tertawa begitu, aku berjanji tidak akan membuatmu sedih. " Lanjut Tama memeluk kembali tubuh mung Kirana yang sangat pas dalam pelukan nya.
Malam itu Tama mendengarkan semua cerita yang keluat dari mulut Kirana dengan seksama. Kirana menceritakan seluruh kehidupan nya selama ini, termasuk tentang persahabatan nya dengan Rendy. Walaupun Tama terlihat kesal saat mendengar cerita tentang Rendy namun ia bersyukur dan berterimakasih kepada Rendy dalam hati. Karena Rendy telah menjaga Kirana dengan baik selama ini.
"Lain kali aku akan mentraktir Rendy." Ujar Tama memotong cerita Kirana.
"Kenapa kau tiba tiba ingin mentraktir Rendy ?" Saut Kirana yang keheranan tiba tiba.
"Aku ingin membayarnya, karena selama ini dia telah menjagamu dengan baik. Walau itu tidak akan cukup untuk membayarnya, tapi aku akan menyicil nya." Jawab Tama mantap.
"Hey, kau tidak perlu membayarnya, dia melakukan semua itu tulus kepadaku. Kau hanya harus berterimakasih saja kepada nya itu sudah cukup." Ujar Kirana menjelaskan.
Tama hanya tersenyum melihat istrinya. "Baiklah demi dirimu, aku akan berterimak kasih kepada dia. "
__ADS_1
...