Menikahi Pewaris Tunggal

Menikahi Pewaris Tunggal
Menghadiri Pesta


__ADS_3

Kirana sedari pagi sudah bersiap siap untuk pergi ketoko, ditemani oleh mama Ratih dan beberapa pelayan untuk membantu nya nanti di toko. Karena nanti sore pesanan bunga nya akan di antar ke rumah tante Ratna.


"Kiran, nanti kamu juga harus ikut menghadiri pesta ke rumah tante Ratna ya. Nanti Tama juga akan ada disana." Ujar mama Ratih.


"Ahh, apa Kirana harus ikut ma. Rasanya Kirana akan merasa canggung sekali disana nanti." Kirana merasa tidak percaya diri untuk menghadiri pesta di rumah tante Ratna.


Pesta yang akan mereka hadiri adalah, pesta perayaan launching nya produk baru dari perusahaan suami tante Ratna. Jadi nanti mungkin akan di hadiri oleh orang orang penting.


"Jangan merasa seperti itu, nanti ada mama dan juga papa disana. Kamu harus ikut yah. mama sudah menyiapkan Gaun yang cantik untuk kamu." Ujar mama Ratih membujuk Kirana.


"Baiklah ma." Kirana mengangguk kan kepala nya mengalah pada ibu mertuanya.


Hari ini mereka habiskan untuk bersiap dan mengantarkan pesanan ke rumah tante Ratna. Mama hanya menyuruh para pelayan untuk kesana. sedangkan Kirana kembali pulang bersama mama Ratih dan bersiap siap untuk berangkat.


Se sampai nya dirumah, kirana pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badan nya. Ia terkejut ketika keluar dari kamar mandi, sudah ada beberapa pelayan dan satu orang yang tidak dia kenal atau lihat sebelum nya.


"Maaf nona, Nyonya Ratih menyuruh kami membantu nona untuk bersiap. Dan perkenalkan ini orang yang akan merias wajah nona." Ujar salah satu pelayan menjelaskan dengan wajah yang tertunduk.


Kirana hanya terheran dan menurut saja ketika para pelayan menuntun nya untuk duduk di kursi meja rias. Dan orang yang tadi diperkenalkan pun mulai merias wajah Kirana.


Mungkin sekitar 1 jam lebih Kirana keluar dari kamar dan turun kebawah. Dia merasa aneh sendiri dengan riasan nya, mungkin karena tidak terlalu terbiasa. Dibawah mama Ratih sudah menunggu duduk diruang keluarga.


"Wahh, kamu sangat cantik sekali sayang." Ujar mama Ratih ketika melihat dan terkagum pada Kirana.


"Apa dandanan Kiran tidak terlalu berlebihan ma.?" Kirana merasa kurang percaya diri.


"Tidak sayang, kamu sangat cantik dan pas sekali mengenakan Gaun itu."


Kirana hanya tersenyum dan tersepu malu atas pujian ibu mertuanya itu. Kadang Kirana merasa sangat bersyukur, mendapat ibu mertua yang sangat baik sekali. Mungkin orang orang diluar sana tidak akan pernah menemui mertua sebaik mama Ratih. Begitu pikir Kirana

__ADS_1


Tiba tiba Tama sudah pulang dari kantor dan melihat mama dan Kirana sedang mengobrol dan menghampirinya.


"Wow, kamu cantik sekali sayang." Ujar Tam menghampiri mereka dan tak henti henti nya memuji istrinya.


"Aaa, kau jangan terlalu berlebihan." Kirana memukul pundak suami nya, muka nya memerah karena pujian.


Tama sengaja pulang kerumah hanya untuk bisa menjemput dan pergi bersama Kirana.


"Yasudah, kamu tunggu disini dulu bersama mama. Aku akan mandi sebentar dan mengganti pakaian ku." Ujar Tama lalu berlalu menaiki tangga menuju kamar nya.


Mama Ratih dan Kirana berbincang sambil menunggu Tama datang. Tak lama kemudian Tama sudah turun dengan menggunakan setelan jas formal dengan baju kemeja berwarna dongker itu. Ia tampak serasa dengan gaun yang dikenakan Kirana saat itu. Mama Ratih sengaja menyiapkan itu semua untuk mereka berdua.


Entah lah mama Ratih sangat jarang bersikap seperti itu. Mungkin ini karena beberapa waktu lalu Ratna berbicara merendahkan Kirana. Jadi dia tidak ingin orang lain memandang rendah lagi tentang menantu kesayangan nya itu.


Mereka bertiga lalu berangkat menggunakan mobil Tama. Sebelum masuk ke dalam mobil kirana berbisik di telinga Tama ketika ia membukakan pintu untuk dirinya.


"Kau tampan sekali." Puji Kirana yang jarang ia utarakan oada Tama.


Mereka sampai di depan Rumah mewah dengan halaman parkir yang sangat besar, disana mereka disambut oleh beberapa pelayan. Tama memberikan kunci mobil nya untuk di parkirkan oleh pelayan. Tama meraih tangan Kirana dan meletakkan di lengan nya dan berjalan masuk beriringan dengan mama Ratih.


Di dalam Rumah sudah tampak beberapa tamu sudah datang. Beberapa darinya menyapa Tama dengan ramahnya. Papa Danu tampak sudah datang, dan melambaikan tangan nya ketika melihat istri, anak dan menantu nya sudah datang. Mereka pun menghampiri papa Danu yang sedang mengobrol dengan beberapa orang kolega nya.


"Selamat om Farhan atas prudok barunya." Ujar Tama pada salah seorang pria seumuran papa Danu dan menyalami nya.


"Terimakasih Tama, om sangat senang kamu bisa menghadiri pesta ini." Ujarnya.


"Ahh om perkenalkan, ini istri Tama. Kirana." Ujar Tama mengenalkan Kirana pada orang yang di panggil om Farham oleh Tama.


Kirana tersenyum dan mengulurkan tangan nya menyapa. "Kirana." Ujar nya.

__ADS_1


Om Farhan memandangi wajah Kirana dan menyambut tangan Kirana." Kau cantik sekali nak, Tama beruntung mendapatkan mu." Ujar nya masih memerhatikan wajah Kirana.


"Terimakasih om." Kirana tersipu karena pujian itu.


"Tentu saja om, Tama sangat beruntung mendapatkan istri seperti Kirana." Ujar Tama memeluk pundak Kirana dengan bangganya.


"Selamat ya atas pernikahanmu, maaf om tidak bisa menghadiri pernikahanmu waktu itu. Om sedang berada di luar negeri untuk mengurus beberapa urusan." Ujar Om farhan.


"Ahh, tidak apa apa om, Tama mengerti kok."


Mereka kembali melanjutkan perbincangan nya yang tak jauh dari pembahasan tentang bisnis. Yang tidak dimengerti oleh Kirana sedikitpun. Namun sesekali Om Farhan masih melirik ke arah nya, membuat Kirana merasa tidak enak dan canggung.


"Sayang kau disini rupanya." Tiba tiba tante Ratna datang menghampiri mereka dan menyapa semua yang ada disana.


"Aah, Ratih kau sudah datang ya. "


"Iya, aku baru datang." Ujar mama Ratih.


"Tama kau juga datang, terimakasih sayang sudah meluangkan waktumu." Tante Ratna melirik ke arah Kirana yang berdiri disamping Tama. Mungkin dihati nya merasa Kirana tampak sangat berbeda penampilan nya saat bertemu di toko nya beberapa waktu lalu. Kirana sangat cantik dan elegan sekali puji nya dalam hati, namun tentu tidak dia utarakan. Karena terlalu gengsi di depan Ratih.


"Iya tante, tentu saja Tama harus datang. Oiya tante perkenalkan Kirana Istri Tama." Ujar Tama dengan bangga nya memperkenalkan istri nya pada tante Ratna. Kalau bisa dia akan dengan sangat bangga nya memperkenalkan Kirana pada seluruh orang di ruangan itu.


"Ah iya, tante sudah bertemu kok sebelum nya dengan Kirana waktu di toko." Ujar nya cuek.


Kirana hanya tersenyum kecil ke arah tante Ratna yang terkesan cuek dan membuang muka ketika mata nya bertemu dengan mata Kirana.


...


Hallo semuanya, terimakasih sudah mau meluangkan waktu untuk membaca novel Author. Mohon support nya selalu agar Author semangat buat Update.

__ADS_1


Jangan lupa Vote, Comment dan Like nya teman temanšŸ¤—.


__ADS_2