Menikahi Pewaris Tunggal

Menikahi Pewaris Tunggal
Pemulihan Hati


__ADS_3

Kirana mencoba menjalani hari hari nya seperti biasa, ia tidak ingin berlarut larut dalam kesedihan nya. Nenek berpesan kepada nya agar selalu bahagia, dan semangat untuk menjalani hidup.


Kirana mulai membuka kembali toko bunga nya, setelah kemarin di bantu bersih bersih oleh Rendy, samira, dan tante Ratih.


Karena sudah lumayan lama toko tidak di bunga, debu debu pun menjadi tebal, dan bunga bunga pun banyak yang layu dan mati.


"Kiran, apa kamu yakin untuk membuka toko lagi ?" tanya rendy khawatir.


"iya kirana, lebih baik kamu istirahat dulu saja di rumah tante. " lanjut tante ratih.


"Tidak apa apa tan, aku tidak ingin merepotkan tante lagi." jawab kirana.


Setelah meninggal nya nenek, tante ratih lebih sering berkunjung bahkan setiap hari dia datang ke toko bunga kirana.


Kirana sangat bersyukur karena di kelilingi orang orang yang baik dan peduli kepada nya, karena tante ratih kirana mulai melupakan kesedihan nya kehilangan nenek.

__ADS_1


Bahkan sekarang dia lebih bisa mengikhlaskan kepergian nenek, mungkin tuhan sangat sayang kepada nenek tak ingin nenek merasakan sakit lebih lama lagi, begitu pikir kirana.


Begitupun tante ratih yang bertambah sayang dan simpati kepada kirana, dalam lubuk hati nya ia ingin sekali mengenalkan kirana kepada anak semata wayang nya yaitu Tama.


Hal itu terpikir kan oleh tante ratih, namun dia masih bingung bagaimana cara untuk mendekatkan kedua nya, sedangkan ia tahu sendiri bagaimana sifat dan perangai anak nya, pasti dia akan menolak mentah mentah tentang ide itu.


***


Suatu sore di rumah tante Ratih.


"hhmm... lumayan sih tante, sejak aku pacaran sama Rendy sih." jawab samira.


"memang nya kenapa tante.?" lanjutnya.


"ahh tidak tante hanya terpikir, bagaiman kalau Tama tante jodohkan saja sama Kirana " saut tante sambil tersenyum bahagia memikirkan hal itu.

__ADS_1


"Whatt.!! tidak mungkin tante, aku tau bagaimana selera kak tama, dan kirana bukan lah gadis yang masuk kategori yang di idamkan kak tama tante.!" Seru samira sambil menyeringai membayangkan kakak sepupu nya itu.


"Nahh.. itu juga yang terpikirkan oleh tante, kamu tolong bantu tante mikir dong." sungut tante menyenggol sikut samira.


"Bagaimana ya, nanti deh aku coba bantu pikirkan,..tapi lagian kenapa tante malah kepikiran hal seperti itu sih, kirana kan hanya orang biasa saja." saut samira yang mulai keheranan dengan sikap tante.


"Tante tidak tau, tante lihat kirana bukan lah seperti gadis kebanyakan, dia mandiri dan punya semangat yang tinggi.." tante ratih menjelaskan sambil menerawang ke loteng membayangkan kirana.


"Dan lagi, tante tidak mau Tama bermain main dengan gadis gadis yang hanya memanfaatkan dia saja, tante tidak mau melihat anak tante menikah dengan wanita semacam itu," lanjut tante sambil mengurucutkan bibir nya.


"iya sih tante.. memang selama ini perempuan yang dekat dengan kak tama punya tujuan tersendiri, aku juga kesal melihat nya" saut samira.


Mereka berdua pun terdiam dan mulai hanyut dalam pikiran masing masing untuk memikirkan ide ide agar bisa menjodohkan Tama dan Kirana.


Tidak lama kemudian, tiba tiba Tama datang dari pintu depan, dan menyapa kedua nya. lalu tama berlalu menuju kamar.

__ADS_1


...


__ADS_2