Menikahi Pewaris Tunggal

Menikahi Pewaris Tunggal
Foto


__ADS_3

Dirumah om Farhan,


Semua tamu undangan sudah membubarkan diri sejak tadi, hanya terlihat beberapa pelayan membersihkan rumah. Ratna sudah dari tadi naik ke kamar nya untuk membersihkan diri.


Om Farhan terlihat memasuki sebuah kamar di pojok sebuah rumah di lantai bawah. Kamar itu tampak berdebu dan banyak barang tertumpuk disana. Mungkin bisa dikatakan seperti gudang.


Om Farhan mengambil sebuah kotak yang berdebu di atas lemari, ia membuka kotak itu lalu mengambil sebuah foto usang seorang perempuan yang sedang hamil dan lelaki di sebelah nya. Om farhan mengusap foto yang berdebu itu dan memperhatikannya dengan air mata yang berlinang.


"Apakah mungkin dia? Dia sangat mirip sekali denganmu." Gumam nya lirih.


Mata nya terlihat memerah dan raut wajah nya berubah menjadi sedih. Om farhan menerawang jauh menatap foto yang sedang ada di tangan nya itu. Ia memeluk foto itu ke dada nya.


"Kak, aku berjanji padamu. aku akan menemukan kak Sarah dan putrimu segera." Gumam nya dalam hati.


Farhan adalah anak kedua dari keluarga Brata, Ia memiliki seorang kakak laki laki yang kini tengah di rawat di Rumah sakit jiwa. Namanya Reihan Dewa Brata, sejak berpuluh tahun silam ia mengalami sebuah hal yang membuatnya sangat terpukul. Sehingga ia mengalami depresi berat, sampai ingin melukai dirinya sendiri.


Farhan menjadi pewaris setelah ayah nya meninggal dunia, dan ibu nya sedang dirawat dirumah sakit karena menderita penyakit jantung. Farhan dan Ratna belum di karunia seorang anak walaupun usia pernikahan nya sudah cukup lama.


Farhan tiba tiba terkaget ketika suara Ratna terdengar dari luar memanggilnya. Segera Farhan menutup dan meletakkan kembali kotak yang ia pegang ke tempat asal nya. Farhan pun keluar dan menghampiri istri nya.


"Sayang, kamu kemana saja aku mencarimu dari tadi." Ujar Ratna.


"Aah itu aku tadi sedang meletakkan barang ke dalam gudang, yasudah aku mandi dulu ya." Farhan melangkah menaiki anak tangga menuju kamar nya, dan memebersihkan diri di kamar mandi.


***


Di rumah Tama,


Kirana terlihat sedang mengeringkan rambutnya, Tama datang dari arah kamar mandi lalu merebahkan kepala nya pada pangkuan Kirana.

__ADS_1


"Sayang, aku keringkan rambutku dulu."


"Biarkan aku beginu dulu sebentar, aku sangat lelah sekali hari ini." Ujar Tama bermanja di pangkuan Kirana.


Tak lama kemudian Tama bangkit dan mengambil handuk yang sedang di pakai kirana mengeringkan rambutnya.


"Biar aku saja." Ujar Tama, mulai mengeringkan rambut Kirana dengan handuk.


Kirana hanya tersenyum melihat tingkah Tama itu. " Kau mahir sekali mengeringkan rambut perempuan, aaa aku tau. Kau dulu kan sering melakukan nya dengan gadis gadis." Ujar Kirana sengaja memancing.


"Jangan sok tau, aku tidak pernah melakukan hal seperti ini kepada mereka. "


"Benarkah ?"


"Hhmm."


"Hhmm, aku tidak melakukan apa apa. Hanya menghabiskan uang saja untuk mereka. kenapa kau tiba tiba bertanya ? apa kau cemburu.?" Tama mendekatkan bibir nya di dekat telinga Kirana. Membuat Kirana merasa merinding.


"Aaa tidak." Ujar nya refleks mengelakkan kepala nya.


"Lalu, kenapa kau penasaran.?" Tama semakin mendekat kan bibirnya di telinga Kirana, sehingga terdengae jelas hela nafas nya disana.


"Sayang, bisakah kau sedikit menjauh."


"Kenapa, apa aku tidak boleh mendekati istriku seperti ini." Tama sengaja menggigit lembut daun telinga Kirana, sehingga membuat nya menggelinjang.


"Aaa.. bukan..." Kirana mulai terbata bata.


Tama sudah mengecup bibir Kirana dengan lembut, Kirana sudah mulai terbiasa dengan serangan mendadak Tama. Sehingga ia bisa menyesuaikan diri dan ikut berpartisipasi di dalam nya.

__ADS_1


Seperti biasanya, malam itu mereka habiskan berdua. Tidak pernah ada habis habis nya, Tama selalu membuat Kirana tak karuan. Sampai permainan itu selesai mereka tertidur dengan pulas nya, setelah bekerja begitu keras malam itu.


***


Dua minggu kemudian.


Keluarga om Farhan sudah memberitahu bahwa mereka akan berkunjung dan makan malam di rumah Tama malam ini. Semua orang sudah bersiap siap sejak tadi, sekarang Kirana sudah terbiasa memakai gaun dan sedikit riasan jika ada acara yang dianggab nya formal. Padahal hari ini bukan lah acara formal, hanya sekedar kunjungan biasa antar teman. Namum dia tidak ingin membuat mama Ratih malu di depan tante Ratna nanti. Dia sudah tahu bagaimana tante Ratna memandang nya.


Kirana turun dari kamar nya, dan melihat om farhan dan tante Ratna sudah duduk di ruang tamu. Seperti biasa tante Ratna selalu tampak modis dan elegan. Kirana dengan ramahnya menyapa dan ikut duduk disamping Tama.


Mereka hanya berbincang bincang biasa, hanya om Farhan yang terlihat ramah dan sesekalu menanyai Kirana. Seorang pelayan menghampiri mereka memberitahu bahwa makan malam sudah siap. Mereka semua berdiri dan menuju ke ruang makan.


"Kirana, boleh tidak nanti om mampir ketokomu, Om ingin memesan beberapa biket untuk acara pameran yang akan diadakan oleh perusahaan nanti." Ujar om farhan.


"Tentu saja om, nanti Kirana kasih alamat nya dimana." Saut Kirana penuh semangat dan ceria.


"Sayang, kenapa tidak suruh asisten saja melakukan nya, kau tidak perlu kesana." Potong tante Ratna.


"Ratna, aku harus melakukan nya sendiri." Om Farhan menatap lekat pada istrinya, sehingga membuat tante Ratna terdiam dan menunduk.


Sebenenarnya, keluarga tante Ratna dan om Farhan tidak terlalu harmonis seperti yang dilihat oleh orang orang. Mereka tidak sering bicara kalau hanya berdua saja. itu terjadi sejak awal mereka menikah. Farhan di jodohkan olwh orangtua nya dengan Ratna yang sebenarnga tidak ia cintai. Namun farhan terpaksa menikahi nya karena orangtua nya yang selalu menekan nya. Terlebih lagi, sejak kakanya Reihan memutuskan untuk kabur dan menikah dengan wanita pilihan nya sendiri.


Kejadian itu sangatlah menjadi hal yang membuat keluarga nya berantakan saat itu. Ibu farhan menjadi sangat marah dan terpukul karena anak sulung nya, menentang keinginan nya dan memilih kawin lari dengan perempuan yang sangat ia tidak sukai.


Walaupun dengan keterpaksaan, Farhan tidak ingin membuat ibunya kecewa lagi. Ia tetap mempertahan kan pernikahannya sampai sekarang. Farhan berfikir mungkin dengan seiring waktu, ia akan menerima dan bisa mencintai Ratna dengan tulus. Namun tidak, mungkin karena sikap dan tingkah Ratna yang angkuh, membuat nya tidak bisa mencintai Ratna dengan tulus sampai sekarang.


Ratna selalu berusaha untuk menarik perhatian Farhan, namun itu tidak merubah apapun. Tapi Ratna tidak terlalu ambil pusing masalah itu, Toh yang terpenting sekarang ia telah menjadi menantu keluarga Brata yang kaya raya. Semua yang dia butuhkan selalu tersedia. Dia tidak pernah akan merasa kekurangan sampai sekarang, semua hal hal mewah bisa ia nikmati. Tidak mungkin ia akan meninggalkan semua itu hanya karena tidak mendapatkan cinta dari suaminya sendiri.


....

__ADS_1


__ADS_2