
Om Farhan mulai menceritakan fakta yang sebenar nya.
Seperti yang Sarah tahu, bahwa kelurga Dewa tidak pernah setuju dengan hubungan mereka. Keluarga itu selalu menjunjung tinggi bobot bibit dan asal usul seseorang.
Setelah ibu nya tahu hubungan mereka, dan Dewa kabur bersama Sarah. Dengan sebisa mungkin Ny. Brata ingin memisahkan nya dengan cara apapun.
Hingga suatu hari Ny. Brata menemui putra sulung nya Dewa yang saat itu sedang kerja serabutan demi menghidupi Sarah dan calon bayi nya. Hati Ny. Brata sakit sakit melihat putra nya bekerja begitu keras hanua deki seorang wanita. padahal sebelum nya ia hidup dengan mewah dan berkecukupan.
Ny. Brata berusaha untuk membujuk putra nya agar kembali ke rumah mereka. Dan melanjutkan perusahaan mereka. Awal nya Dewa menolak nya, dan meminta ibunya tidak lagi mengganggu kehidupan nya dengan Sarah lagi. Namun sang ibu tidak putus asa, ia berkata akan menerima Sarah dan anak nya di rumah mereka.
Seketika saat itu juga Dewa merasa sangat senang, ia mengira bahwa ibu nya telah menerima Sarah dengan tulus. Lalu Dewa mengiyakan ibu nya untuk pulang kerumah keluarga Brata.
Namun tentu saja niat ibu nya tidak begitu, ia menyuruh seseorang untuk membuat berita kematian palsu Sarah dan bayi nya akibat kecelakaan. Dan tentu saja saat itu juga Dewa merasa hancur dan terpuruk. Sebelum nya Ny. Brata sudah mengirimkan surat mengatas namakan Dewa yang menuliskan bahwa ia tidak ingin lagi bersama Sarah. Dan meminta Sarah untuk tidak mencari atau pun menemui nya lagi. Pertemuan nya dengan Sarah adalah sebuah kesalahan baginya. Ia juga berkata bahwa ibunya telah mencarikan seorang wanita yang jelas asal usul nya, dan ia akan segera menikah.
Tentu saja hal itu membuat Sarah hancur dan terpuruk, Sehingga dia memilih untuk pergi dan membenci Dewa seumur hidup nya.
Setelah kejadian itu, Dewa berhari hari tidak memakan sedikit pun makanan. Ia ingin sekali melihat makam istri dan anaknya, namun sang ibu melarang nya. Sejak hari itu Dewa mulai kehilangan akal sehat nya, sering kali ia ingin mengakhiri hidup nya. Karena semakin hari kondisi nya semakin parah, Dewa di bawa ke rumah sakit jiwa untuk menjalani pengobatan. Namun hal itu sia sia saja, sampai saat ini pun ia belum juga sembuh sembuh. Ya mungkin saja obat nya adalah Sarah dan Kirana.
Airmata deras mengalir di pipi Sarah, mendengar cerita Farhan. Ia tak percaya dengan apa yang dikatakan nya, namun di sisi lain ia merasa sedih mendengar kondisi Dewa orang yang dulu sangta ia cintai, Mungkin sampai saat ini.
"Kak Sarah, aku tahu apa yang telah dilakukan keluargaku sangat salah dan mungkin takbisa kak Sarah maafkan. Tapi aku mohon kak Sarah bisa menemui Kak Dewa sekali saja." Farhan memohon dengan wajah yang merasa bersalah.
__ADS_1
Sarah tidak memberi jawaban apapun pada Farhan. Ia masih ternganga dan masih tidak percaya akan apa yang baru saja ia dengar.
"Kak Sarah, bagaimana keadaan anak kalian ? Ahh mungkin sekarang dia sudah besar ya."
Sarah mengalihkan pandangan nya dan menatap Farhan dengan seksama. " Anakku ? Aku meninggalkan dia sewaktu bayi. " Jawab Sarah menundukkan kepala nya, menyadari hal yang ia lakukan itu adalah kesalahan terbesar dalam hidup nya.
"Apa ? Lalu dimana dia sekarang, apa kakak tahu dimana keberadaan nya ?". Farhan bertanya dengan mimik wajah yang serius dan tidak percaya.
Sarah hanya mengangguk kan kepala nya.
"Dimana kak ? Dimana anakmu dan kak Dewa sekarang ?".
"Dia sudah menikah dan hidup bahagia dengan keluarga baru nya sekarang. Aku tidak ingin mengganggu kehidupan nya sekarang. Aku memang bukan ibu yang tidak berguna,". Sarah kembali histeris dan menangis dengan rasa penuh penyesalan.
"Tidak, tidak mungkin itu terjadi. Aku tidak ingin membuat Kirana merasa tertekan. Hidup nya sekarang sudah benar benar bahagia dengan orang orang yang baim di sekeliling nya."
"Kirana ? Seperti nama seseorang yang aku kenal." Gumam Farhan dalam hati.
"Kak, aku yakin Kirana masih sangat merindukan kedua orangtua nya. Setelah kita menjelaskan semua yang terjadi mungkin ia akan mengerti dan memaafkan kalian.". Farhan berusaha membujuk Sarah.
Setelah berpikir cukup panjang, akhirnya Sarah meluluhkan hati nya. Ia setuju dengan Farhan untum segera menemui Kirana dan Suami nya.
__ADS_1
Farhan menunjukkan sebuah foto pada Sarah, " Kak, apakah Kirana orang yang aku kenal.?" Sambil menyodorkan ponsel nya pada Sarah.
Mata Sarah terbelalak melihat foto itu dan bergantian melihat Farhan yang ada di hadapan nya. " Bagaimana ? Bagaimana kau bisa mengenal Kiranaku.?". Tanya Sarah penasaran.
"Dia istri Tama Wijaya, Aku mengenal keluarga nya sudah lama sekali. Keluarga Wijaya memang terkenal sangat baik dan ramah. Kirana beruntung bisa bertemu dengannya." Ujar Farhan.
Mereka berdua akhirnya memutuskan untuk menemui Kirana dulu besok, Sekarang Sarah sudah mulai bersiap siap untuk ikut bersama Farhan ke rumah keluarga Brata di kota.
Setelah sampai nya dirumah Farhan mempersilahkan Sarrmah masuk ke dalam rumah, dan menyuruh pelayan untuk membawakan tas yang di bawa Sarah.
Di dalam rumah, Ratna sedang duduk di sofa empuk nya denyan membaca baca majalah yang di pegang nya. Melihat suami nya yang baru saja pulang ia berdiri dan tersenyum menyambut nya. Namun seketika senyum nya hilang melihat Sarah yang ada di belakang suami nya.
" Hhm Sayang, siapa perempuan ini." Ratna menunjuk Sarah dengan tatapan curiga dan jijik melihat penampilan Sarah dari atas sampai bawah.
" Jaga bicara dan sikapmu, kau harus menghormati kak Sarah. Dia adalah istri kakak ku." Ujar Farhan dengan nada yang tegas dan menekan.
Ratna hanya mengangguk dan tersenyum menyapa Sarah dengan ramah, berbeda sekali dari sebelum nya. " Astaga, aku kira dia sudah mati. Pantas saja ibu mertua sangat tidak menyukai nya. Lihat saja dirinya itu sangat tidak pantas bersanding dengan keluarga Brata yang terhormat." Gumam Ratna dalam hati.
Para pelayan menuntun Sarah ke sebuah kamar yang cukup besar. Sarah hanya memandang mengelilingi kamar itu. Tiba tiba Farhan datang dari belakang.
" Kamar ini adalah kamar mu dengan kak Dewa kak, Sudah lama sekali kamar ini kosong. Sekarang penghuni nya sudah datang, aku harap rumah ini bisa kembali hidup dari kesuraman yang telah begitu lama." Ujar Farhan dengan mata yang berbinar binar, sejuta harapan terlihat dimata Farhan.
__ADS_1
Sarah menatap foto foto Dewa yang terpajang di dinding maupun di atas meja. Sudah lama sekali ia tidak melihat wajah suami nya, walaupun hanya dari foto. Memang semua kenangan nya selama ini sudah ia buang. Namum sekarang ia kembali bisa melihat wajah yang selama ini ia rindukan di lubuk hatinya yang paling dalam. Matanya nanar dengan airmata yang berlinang disana sambil mengusap foto Dewa dan mendekap nya ke dada.
....