
Tama pulang sedikit terlambat hari ini, hingga Kirana dan mama Ratih hanya makan malam berdua saja. Karena papa Danu juga akan pulang terlambat bersama Tama.
"Sayang, tadi siang mama bertemu dengan teman mama. Minggu depan ia akan mengadakan pesta di rumah nya dan dia butuh rangkaian bunga yang sangat banyak. Mama sudah merekomendasikan nya ke tokomu. Besok mungkin di akan datang kesana." Ujar mama Ratih setelah selesai menghabiskan makanan nya.
"Benarkah ma, wahh Seperti nya Kiran akan lembur lagi." Saut nya dengan semangat.
"Nanti mama juga akan ikut membantumu. Dan mama nanti juga minta beberapa pelayan untuk membantu. Kamu tidak boleh terlalu capek Kiran." Ujar mama Ratih tersenyum.
"Terimakasih mama. "
Kirana sedang menggolek golek kan tubuh nya di atas kasur. Tama sudah pulang ia membuka pintu kamar dan masuk ke dalam.
Kirana langsung spontan menengok dan menyapa gembira suami nya yang baru pulang. " Sayang, kau sudah pulang. Kenapa lama sekali ?". Gelayut manja Kirana.
"Ow, istriku ternyata sedang merindukan ku ya." Peluk nya hangat.
"Yasudah, kalau begitu aku mandi dulu. Apa kau mau ikut.?" Goda nya dengan lirikan mata nakal.
"Aaa tidak, kau saja mandi sana."
Setelah selesai membersihkan badan nya, Tama mengganti pakaian nya dengan piyama tidur. Ia menggolekkan kepala nya di atas pangkuan Kirana yang sedang duduk di sofa.
"Sayang, apa kau menonton televisi tadi ?" Tanya Tama penasaran.
"Tentu saja, kau sangat keren sekali hari ini. Aku bangga kepadamu." Ujar Kirana dengan penuh kebanggaan dan mengusap usap rambut suami nya yang masih setengah basah itu.
"Aku selalu terlihat keren, kau saja yang tidak menyadari itu."
"Iya iya, tentu saja kau keren setiap hari." Ujar nya gemas pada suami nya itu.
__ADS_1
"Sayang, bagaimana tentang masalah itu. Apa Angella masih melanjutkan nya ?". Lanjutnya penasaran.
" Apa kau tak melihat sosial media, sekarang lagi heboh tentang permintaan maaf nya padamu dan Samira." Ujar Tama.
"Benarkah ? Aah sayang, aku tidak punya sosial media Jadi aku tidak tahu."
"Sungguh ? Kirana, kau hidup di dunia belahan mana selama ini ? Bagaimana mungkin anak muda di jaman sekarang tidak mempunyai sosial media. Astaga." Tama terkejut dengan kebenaran istrinya itu.
"Kau lagi lagi mengejek ku seperti itu. Entahlah hanya saja aku tidak terlalu tertarik dengan hal seperti itu."
"Cihh, kenapa istriku ini sangat menggemaskan sekali sih. kau benar benar berbeda dengan wanita wanita yang pernah aku temui." Ujarnya memeluk erat tubuh mungil Kirana.
Tama lalu mengeluarkan ponsel nya, dan memperlihatkan sebuah vidio dari Angella. Disana terlihat Angella dengan wajah penuh penyesalan meminta maaf kepada Kirana dan Samira. Ia mengakui kesalahan nya, dan berjanji tidak akan mengulangi nya lagi.
"Kenapa bisa dia seperti itu sayang." Kirana begitu terheran melihatnya.
"Tentu saja bisa, dia sedang menjalankan proyek dari Stasiun TV milikku. Orangku mengancam kalau dia tetap ingin melanjutkan masalah ini, semua kontrak yang sedang berjalan akan di putus dan dihentikan. Jadi tentu saja dia menjadi rugi. Lagipula perusahaan ku lah yang mensponsori dia. Dia tidak akan bisa macam macam denganmu." Ujar Tama penuh kemenangan.
"Aku tidak menindasnya, aku hanya ingin memberikan pilihan yang terbaik untuknya. Lagipula kalau dia ingim melanjutkan tetap saja dia akan kalah. Aku sudah mengeck CCTV dan kesaksian pelayan toko itu."
"Benarkah, sayang aku benar benar berterimakasih padamu." Kirana memeluk dan mencium pipi Tama lembut.
"Tidak semudah itu kau berterimakasih padaku Kirana." Tama mulai meraba area sensitif Kirana.
"Aaa sayang." Kirana mulai mengelinjang.
Tama mulai menciumi leher Kirana yang membuat darah Kirana seperti mau mendidih. Setiap sentuhan yang diberikan Tama baik dari bibir maupun dari tanganny. Selalu membuat nya tidak tahan dan merasa panas.
Tama membuka satu persatu baju Kirana, hingga sekarang ia tidak memakai apa apa lagi. Tama sengat mengagumi setiap lekuk tubuh Kirana, rasanya ingin sekali menerkam seluruh nya. Lalu Tama mengangkat tubuh Kirana ke atas ranjang, dan membuka piyama yang tadi ia kenakan dan melemparkan nya ke lantai. Tama menindih tubuh Kirana yang mungil dan memegangi pinggang nya.
__ADS_1
Malam itu mereka habiskan berdua di dalam kamar yang mulai berisik dengan suara rintihan kedua nya. Entah berapa kali mereka melakukan nya, sampai sampai keduanya tertidur lelap dalam posisi yang masih sama. Tama masih menindih tubuh kirana dan tertidur di atasnya.
***
Kirana dan Mama Ratih bersiap untuk pergi ke toko bersama. Mama sudah memberitahu Kirana bahwa teman nya akan datang sekitar pukul 11 nanti.
Setelah sampai, kirana seperti biasa bersih bersih dan bersiap untuk membuka tokonya. Benar saja kata mama Ratih, teman nya datang sekitar pukul 11.
"Kirana kenalkan ini teman mama, panggil saja dia tante Ratna." Mama Ratih mengenalkan teman nya oada Kirana
"Hallo tante, mama Ratih sudah cerita dan memberitahu Kirana tentang tante." Ujar Tama dengan ramah.
Tante Ratna memerhatikan Kirana dari atas sampai bawah. "Owh iya." Ujar nya singkat.
Setelah berbincang, dan memberitahu secara detail tentang pesanan nya nanti. Tante Ratna pamit untuk pulang. Ia berpesan oada Kirana dia tidak mau ada kesalahm sedikitpun dalam pesanan nya nanti.
Mama Ratih mengantarkan tante Ratna keluar. "Ratih, bagaimana bisa kau menjodohkan anakmu dengan gadis seperti itu." Ujar nya ketika sudah berada di luar.
"Memang nya Kirana kenapa? Dia gadis yang manis dan juga sangat baik. Kalau kau kenal dekat dengan nya kau pasti akan sangat suka kepadanya." Saut mama Ratih yang mulai tidak suka dengan ucapan temannya itu.
"Bukan nya apa apa, tapi apa kau tahu darimana dan seperti apa asal usulnya. Aku hanya merasa kasihan saja pada Tama, padahal dia bisa mendapatkan wanita yang lebih baik dan elegan dari wanita itu." Ujar nya arogan dan angkuh.
"Ratna, kau benar benar belum berubah ya. Aku tidak memandang seseorang seperti itu. Dan lagipula Tama sangat beruntung mendapatkan gadis seperti Kirana. Entah apa jadinya kalau Tama menikah dengan gadis seperti yang kau bicarakan." Balas Mama Ratih membela Kirana.
"Yasudah terserah kau saja, kau memang tidak tahu apa apa. Pastikan saja pesananku tidak ada kesalahn sedikitpun nanti." Ujar nya lalu masuk ke dalam mobil dan meninggalkan tempat itu.
"Cihh dasar, Kau masih saja tidak berubah Ratna. Kau sendiri bagaimna ? Apa kau lupa tentang asal usulmu dulu darimana." Gumam Ratih kesal dalam hati.
Ratna adalah teman masa kecil Ratih, mereka berasal dari kampung yang sama. Ratih berasal dari keluarga yang lumayan berkecukupan . Sedangkan Ratna seorang yatim piatu, ia di telantarkan orang tuanya di panti asuhan. Namun ia langsung di adopsi oleh sepasang suami istri yang tak mempunyai anak. Sifat arogan dan angkuh Ratna memang sudah berasal sejak dulu. jadi Ratih sudah tidak heran lagi dengan nya.
__ADS_1
...
Hallo semuanya, terimakasih sudah membaca karya author. Jangan lupa Like , komen dan Vote nya ya teman teman. 🤗 Apresiasi dari kalian sangat berarti bagi author.