Menikahi Pria Candu

Menikahi Pria Candu
BERTEMU RATU


__ADS_3

Setelah sampai, aku langsung berkesiap dengan penampilan ku. Lalu turun dari kereta di bantu oleh pelayan. Aku berjalan dengan anggun melewati para prajurit yang berjaga di depan istana hingga aku mendengar seorang kasim berteriak.


“ Nona muda Li Zhe dari Istana Chong tiba !! ” Teriaknya dengan keras.


Aku sudah menduga ini, karena aku sudah mengetahui bahwa kami sudah menikah. Jelas saja se-isi istana tahu.


Berbeda dengan istana Chong yang merupakan istana pria yang memiliki status dan gelar sebagai suami ku. Istana Chong sedikit kaku namun istana Chang yang merupakan istana milik ibu ratu memiliki desain yang membuat aku terkagum dan nyaman berada di sana. Seolah-olah ini memang menjadi sarana untukku. atau memang vibes nya sama dengan selera ku?


“ Tundukan kepala mu sebagai penghormatan kepada ibu ratu nona muda. ” Bisik salah ketua pelayan yang di utus menjaga diri ku ketika melihat ku hanya diam.


“ Iya.. ” jawab ku pelan. Lalu aku menekuk lutut ku dan mengatupkan tangan ku sebagai tanda hormat.


“ Hormat hamba kepada anda yang mulia ibu ratu. ” ujar ku dengan sopan.


“ Bangkitlah, ” ujar nya.


“ Terima kasih yang mulia.. ” ujar ku sedikit kaku layaknya robot berdiri menghadap ke arahnya


“ Kemari lah, nikmati hidangan dan minum teh bersama ku. ” ujar nya terdengar dingin.


“ Yang mulia, hamba.. ”


“ Nona, anda turuti dulu perintah ini ratu sebelum mengatakan sesuatu yang di anggap tak menghormati nya. ” bisik pelayan itu sekali lagi.


Aku melirik ke arah ibu ratu sekilas lalu menghela nafas secara perlahan. Lalu berjalan dengan se-ukir senyuman di bibir ku.


Duduk di depannya lalu menatap pelayan itu menuangkan teh di gelas mungil depan ku.

__ADS_1


“ Pangeran Zhao sudah memberitahu ku, jika ia tak bisa datang untuk pertemuan kali ini. Apakah kau sudah tahu? ” Tanya nya terdengar lembut namun menegangkan menurut ku.


“ Maaf yang mulia hamba izin menjawab. Hamba sudah tahu akan suami hamba yang tak akan ikut hadir di sini. Mohon ibu ratu memaklumi tindakannya, ” ujar ku seolah-olah sudah akrab dengannya.


Beberapa saat kemudian terdengar lah tawa dari ibu ratu. Membuat ku sangat heran dengan perilakunya, apa ada yang salah?


“ Nona muda, pernikahan kalian di langsungkan secara mendadak.. ” jawab pelayan di sampingnya.


“ Kenapa bisa begitu, maksud ku.. kenapa kalian tahu? ” Tanya ku .


Ia menggelengkan kepalanya sebelum menjawab.


“ watak pangeran pertama yang tidak suka dengan wanita membuat kami yakin. Anda dan pangeran belum pernah saling bersentuhan. ” ujar nya.


Aku tersenyum dan mengangguk.


“ Tapi kita pernah berendam bersama, ” Ucap ku dengan polos.


Pelayan dan ibu ratu itu saling menatap. Tak berapa lama, pelayan itu menunduk kembali dan ibu ratu melirik ke arah ku dengan se-ukir senyumannya.


“ Apa kalian pernah berhubungan badan, menantu ku? ” Tanya nya.


Ku rasa ibu ratu tak se-mengerikan itu, benar kan wahai? Batin ku.


“ Ya, jelas saja yang mulia! bukan itu adalah hal yang wajib di lakukan sebagai sepasang suami istri.. ” jawab ku.


Ibu ratu menatap ku dengan mendelik-kan matanya. Why why? Apa ada yang salah?

__ADS_1


“ Hufft, sudah lah nona Li Zhe. Istirahat lah di kamar yang telah di sediakan, menginap lah disini beberapa hari kedepan. ” ujar ibu ratu.


“ Baiklah ibu ratu, hamba pamit undur diri. Terima kasih atas hidangannya, ” ujar ku di akhiri dengan menekuk lutut ku sebagai hormat lalu melangkah pergi.


.....


Aku berjalan sendiri an, lah mana aku tahu dimana kamar nya astaga. Ya sudah lah, tanpa seseorang menemani ku aku berkeliling terlebih dahulu. Melihat ke sekitar dimana banyak sekali tanaman, bahkan sudah berapa kali aku melihat kolam ikan?


“ Jadi nama nya pangeran Zhao, dia risih dengan wanita? Itu berarti dia alergi wanita dong hahaha. ” Tawa ku ngakak sendirian di salah satu lorong itu.


“ Kau menertawakan apa? ” Tiba-tiba suara itu muncul. Membuat ku langsung menatap ke belakang. Aku menelan Saliva ku dengan kuat menatap manik mata indahnya tajam ke arah ku.


“ tidak ada. ” ucap ku dengan tenang.


“ Kau baik-baik saja? Devan memberi ku kabar kau.. ” ucap nya sengaja tak melanjutkan ucapannya.


“ Ah iya, yang mulia ibu ratu menyuruh ku untuk menginap disini. ” ucap ku.


“ Hem, ikut aku. ” Ujarnya dingin lalu berjalan mendahului. Aku menganggukkan kepala lalu mengikuti langkahan kakinya.


Menuju sebuah kamar bercorak coklat, ia membuka pintu dengan mendorongnya. Membuat seketika pintu itu langsung terbuka menatap isi dalamnya. Bukan hanya warna kayu dan pintunya saja yang berwarna coklat.


Ada sebuah lukisan dinding berwarna hitam putih, kasur yang lebar, sofa berwarna ungu bercampur pink. Dan lain-lain, aku melangkahkan kaki ku berjalan memasukinya.


Entah kenapa harum ruangan itu sama seperti harum tubuh nya. Yang sempat aku hirup di tempat pemandian 2 hari yang lalu. Ya, aku masih terlihat jelas. Tentu saja, karena daya ingatanku akan terhapus setelah terselip oleh beberapa masalah lainnya.


“ Kenapa dimana-mana harum parfum nya sih! ” Gerutu ku dengan sebal memasuki lebih dalam lagi dan merebahkan tubuh ku di atasnya.

__ADS_1


“ Karena ini adalah kamar ku, ” jawab nya seketika membuat mata ku membulat total menatap tajam ke arahnya dan terkejut.


“ What?! ” Bentak ku dengan kaget.


__ADS_2