Menikahi Pria Candu

Menikahi Pria Candu
AROMA OBAT MENYEGARKAN


__ADS_3

Zona. Adik tiri dari Zhao itu datang dengan memegang guci di tangannya. Ia berjalan perlahan mendekat ke arah kamar Zhao. Tak sembarangan orang yang boleh masuk ke kamar Zhao sekarang. Semua dibatasi.


Dan lihatlah ketika dirinya baru saja masuk dua orang penjaga sudah siaga didepan kamar. Menatap dirinya dan bertanya lewat sorot matanya atas kedatangan Zona.


“ Aku ingin memberikan ini kepada kakak ku. ” ucap Zona menunjukkan guci di tangannya.


Seolah mengerti,Satu penjaga masuk. tak seberapa lama ia meninggalkan Zona kepada temannya, Ia kembali dan mengangguk. Membuka lebar pintu untuk memberikan Zona jalan.


Zona menatap ke arah seluruh ruangan karena merasa asing, ia tidak mengingat apapun mengenai ruangan ini.


“ ada apa kemari? ”


Zona terperanjat ketika mendengar suara Zhao yang dekat sekali dengannya. Dan benar saja, Zhao sudah berdiri didepannya.


“ Abu ibu.. ” ucap Zona menunjukkan guci ditangannya.


Zhao mengambil guci itu. “ Terima kasih. ” ucap Zhao kemudian meletakkan guci itu di meja sebelah ranjangnya.


Zona mendekat dan menatap kakak kesayangannya.


“ Kak.. ” Zona mendekap erat tubuh Zhao yang hanya diam, seolah membiarkan Zona memeluknya.


Zona terisak sementara Zhao hanya menghela nafasnya. Ia melepaskan pelukan erat Zona.


“ Jangan menangis lagi, ratu sudah tidak ada. Untuk apa ditangisi? ” ucap Zhao kepada Zona.


“ Aku tidak percaya kalau ibu meninggalkan kita secepat ini. Kenapa bisa terjadi kak? ” Tanyanya dengan berlinang air mata menatap Zhao.


Zhao membalikan badannya. “ Ratu sudah memiliki penyakit itu, bahkan tabib sudah mengkonfirmasi bahwa hidup ratu tak lama lagi. Bukan hanya kau yang sedih, tapi semua orang disini. ” ucap Zhao. Seolah menutupi kenyataan yang ada.


“ Hiks.. lalu dimana kakak ipar? ” tanya Zona setelah menghapus air matanya.


Ia maju menatap mata Zhao. “ Kakak ipar mu.. ” Zhao menggantungkan ucapannya.

__ADS_1


Ia tak bisa berpikir jernih sekarang. Lalu apa yang harus ia katakan kepada adiknya?


“ Bukan kakak ipar yang menyebabkan ratu tiada kan? ” Curiga Zona kepada Zhao.


“ Jangan sembarangan berbicara, Zona Fernanda. ” Tekan Zhao kepada adiknya.


“ Lalu apa!? Aku tak yakin kalau bukan kakak ipar yang menyebabkan ini semua terjadi! ” ucap Zona.


“ Pergi dari sini!! Semakin kesini semakin kurang ajar. Walau kau tak suka kepada kakak ipar mu kau tak berhak menuduhnya seperti itu tanpa bukti. Jika kau berbicara sembarangan lagi, ku cabut gelar putri mu itu dari istana ini! ” ucap Zhao sedikit mengancam.


“ Kau melupakan hakikat seorang putri hari ini. Aku tahu kau sedih karena kematian ratu, tapi kau tak bisa melupakan tata krama kerajaan ini. Jangan lupakan kau seorang putri yang di hormati, jangan sampai dirimu mempengaruhi istana ini. ” ucap Zhao.


“ Aku memaafkan mu, tapi tidak untuk lainkali. ” ucap Zhao meninggalkan Zona seorang diri di kamarnya.


Zona mengigit bibir bawahnya, menahan isakan dan kemarahan di dirinya.


...***...


“ tuan.. ” Li mensejajarkan kakinya dengan langkah kaki Zhao.


“ Xiao Bao ditemukan, tapi Kai tiada. ” ucap Li membuat Zhao mengerutkan dahinya.


“ Kenapa bisa? ” tanya Zhao menatap ke arah Li dengan tajam.


“ Aku tidak tahu, ketika aku datang ke pasar pelelangan. Kai sudah bersimbah darah dan Xiao Bao terluka di sebelahnya. Tapi untungnya hanya luka luar, saat ini sedang menjalani pemeriksaan di kamar. ” ucap Li.


“ Kita kesana. ” Li mengangguk kemudian mengikuti langkah cepat dari Zhao untuk melihat kondisi Xiao Bao.


“ Kakak... ” Devan yang semulanya menatap Xiao Bao iba langsung menoleh ketika suara derap kaki mendekat. Dan menatap Zhao yang panik dengan Li yang berada di belakangnya.


“ Bagaimana keadaannya? ” tanya Zhao.


“ Xiao Bao baik-baik saja, tabib sudah memberikan racikan obat untuk--”

__ADS_1


“ dimana obatnya? ” tanya Zhao melirik Devan.


“ Disana... ”


Zhao berjalan cepat ke meja, diatasnya terdapat beberapa botol putih dengan berbagai salep kulit untuk Bao.


Ketika Zhao membukanya ia langsung memalingkan mukanya ketika aroma obat itu khas dengan aroma obat buatan Zhi.


lagi-lagi Zhao mengingat Zhi yang membuat amarahnya menguap.


“ Li, panggil semua tabib di kota ini dan perintahkan mereka untuk membuat salep kulit di aula. ” ucap Zhao.


“ baik. ” Li langsung mengundurkan diri dan menjalankan perintah Zhao.


“ Kenapa mereka dipanggil kak? ” ucap Devan.


Krak!


Devan menganga ketika menatap botol kaca itu sudah pecah di tangan Zhao. Beberapa detik kemudian Devan bisa mencium aroma nya.


“ Kenapa wangi sekali.. siapa yang membuatnya? aku tidak pernah mencium aroma obat sewangi ini? ” ucap Devan yang sepertinya jatuh cinta pada pandangan pertama.


“ Berhenti memuji obat ini. ” ucap Zhao menatap tajam Devan.


“ B-baik.. ” ucap Devan menelan Saliva nya.


Kak Zhi, sekarang kak Zhao berubah jadi orang pemarah. Seperti monster yang pernah kau ceritakan di hutan. Gumam Devan dengan takut.


“ Devan. Apa kau masih ingat siapa saja yang tau penyakit ku? ” tanya Zhao.


“ Ingat kak, diantaranya ada kasim, pelayan, selir, pangeran--”


“ Bunuh mereka semua. ” ucap Zhao.

__ADS_1


“ Apa!? ”


__ADS_2