Menikahi Pria Candu

Menikahi Pria Candu
PUTRI GEA


__ADS_3

Zhao sudah pulang dengan membawa barang yang ia dapatkan dari pelelangan setelah membawa dua peti yang berisi 10.000 koin. Ia cukup menghindari beberapa orang yang ingin berbicara dengannya. Mood nya sudah buruk entah karena apa. Yang pasti dirinya enggan disana lama-lama.


Tapi hanya Zhao yang pulang, Bao mengatakan dirinya masih harus bertemu dengan seorang wanita.


Tanpa curiga karena Bao mengatakan dirinya tidak akan bertemu dengan ibunya. Akhirnya Zhao luluh dan pergi dari kerajaan Fang larut malam.


Bao menatap ke beberapa tempat dan setiap sudut. Bahkan dirinya tak melihat adanya perempuan itu sudah beberapa jam hingga akhirnya acara pun selesai.


Tak Tak Tak


Seorang wanita berjalan memungut pecahan kaca di lantai. Bao menolehkan pandangannya dan menatap seorang wanita berpakaian kuning dengan cadar memungut sampah dilantai. Bahkan hanya seorang diri disana, Bao tahu betul bahwa wanita itu adalah perempuan yang dirinya cari selama ini


Tapi kenapa wanita itu memungut sampah di lantai? bukankah dirinya putri?.


“ Bao.. apa wanita itu yang kau cari? ” tanya Yuan.


Yuan masih pergi menemani Bao karena dirinya lah yang sejak dulu selalu melindungi anak itu. Awalnya Devan dan Bao memaksa Yuan pulang bersama dengan kaisar. Namun Yuan menolak dan kaisar pun setuju kalau Yuan menjaga Bao dengan aman. Tak ada yang perlu dikhawatirkan, Yuan sejak kepergian Zhi ia juga sudah melatih diri mengerjakan militer membantu Devan dan Li.


“ Iya, bi. Bukankah putri yang mengikuti acara rapat bersama ayah hanya keluarga kerajaan saja? kenapa dirinya memungut sampah seperti pelayan? ” ucap Bao menatap tidak suka ke arah putri.


Bukan tubuhnya ataupun wajahnya bahkan kepribadian nya semua dirinya suka. Namun sikap putri yang tidak menolak dijadikan pelayan seperti itu ketika semua tamu pulang dirinya tidak bisa diam saja. Tentu saja dirinya tak bisa membiarkan anggota kerajaan dilakukan semena-mena.


“ Bao, itu bukan urusan kita. Mereka pasti memiliki alasan tersendiri, dulu aku juga terasingkan dan dibuang. Nona Zhi yang memungut ku dan menjadikan ku pelayan pribadinya. Putri itu, pasti memiliki kesalahan yang tidak bisa diterima lagi sebagai anggota kerajaan. ” ucap Yuan.


“ Sebagaimanapun dirinya adalah seorang putri. Aku harus mencari tau mengapa dirinya diperlakukan tidak adil. ” ucap Bao kemudian berbalik badan.

__ADS_1


Deg!


Bao dikejutkan dengan seorang pria tinggi menatap ke arahnya.


“ Maaf, ada urusan? ” tanya Bao sinis


“ Semua tamu sudah saya persilahkan untuk pulang karena ini sudah larut malam. Tuan, sikap anda yang melawan perintah kerajaan Fang melanggar aturan dan dikenai sangsi. Kenapa anda masih berada disini? ” tanya nya


“ Aku pangeran Bao dari kerajaan Chang. Aku kemari karena ada yang tertinggal. ” ucap Bao.


“ Bisa ditunjukkan barang apa itu? ” tanya nya.


“ Siapa dirimu? ” tanya Bao balik.


“ saya Xuan Zhi. Panglima di kerajaan ini, mengurus keamanan dalam acara hari ini supaya tidak ada masalah. Jadi, barang apa yang anda sembunyikan? ” tanya Xuan.


“ Apakah anda mau pulang? kereta anda sudah siap di halaman. ” ucap Xuan.


Bao melirik ke arah Yuan kemudian mengangguk. “ Baiklah. ” ucap Bao melewati Xuan yang berjalan kesamping sembari menghormati nya.


Xuan mengikuti Yuan dan Bao sampai ke halaman. “ Kau sudah tidak perlu mengikuti ku lagi, aku sudah mau pergi! ” ucap Bao kesal.


“ Baik. ”


Bao menatap sinis ke arah Xuan. Balasannya singkat memperlihatkan pria itu pria yang arogan dan dingin. Kemudian Bao naik ke atas kuda bersama Yuan di belakangnya.

__ADS_1


Suara kuda melengking dikala Bao menarik tali panjang yang dikaitkan di kuda tersebut. Sebelum pergi Yuan memberikan hormat kepada Xuan dan meninggalkan kerajaan Fang.


“ Tutup pintunya! ” Titah Xuan setelah memasuki kerajaan.


Xuan menatap putri Gea yang sedang memungut sampah di lapangan. Kemudian Xuan mendekat dan menarik kasar tangan Gea.


“ Perhatikan sekeliling mu lain kali. Jangan biarkan tamu menaruh curiga kepada mu keesokannya. Kau mengerti? ” ucap Xuan.


Gea hanya mengangguk. Kemudian Xuan menghempaskan tangan Gea sampai wanita itu mundur ke belakang. Melewati nya begitu saja dengan menendang kaki wanita itu.


“ Gea.. apa kau baik-baik saja? ” Zhi datang dengan nafas terengah-engah.


Gea menarik sudut bibirnya. “ Tidak apa, Bu. ” Mengusap lengannya dan berdiri dengan bantuan Zhi.


“ Kenapa Xuan selalu mengerjai mu sih. Apa dia tidak punya sopan santu. ” ucap Zhi melirik sinis punggung Xuan.


“ Tidak apa, Bu. Mungkin dia kelelahan. Sudahlah jangan dipikirkan. ” ucap Gea.


“ Baiklah, tapi apa kau tidak apa-apa? ” ucap Zhi sekalilagi.


“ Iya. Pergilah dan istirahat, kaki mu terluka gara-gara tarian piring tadi kan? lebih baik kau segera pergi tidur atau tidak kaki mu akan infeksi. ” ucap Gea.


“ kau pengertian Gea.. tapi tugas mu.. ”


“ Ssttt! aku tidak papa, cepat pergi atau kaisar akan marah. ” Gea mendorong Zhi meninggalkannya.

__ADS_1


Wanita tua yang sudah hampir berkepala 3 itu terpaksa menuruti permintaan Gea. Bukan hanya dirinya yang diancam keberadaannya, namun Gea lah yang akan diberikan hukuman berat apabila ada orang yang perhatian dengannya.


“ entah apa kesalahan ku lagi.. ” Gea menggeleng ketika mengingat kejadian awal dimana Xuan memarahinya dan kembali memungut sampah.


__ADS_2