
POV LI ZHE OFF
Zhi menggerakkan kakinya ketika dirasa kakinya berat. Kemudian dirinya setengah menaikkan tubuhnya dan menatap ke bawah. Nyatanya kakinya di tindih oleh kaki Zhao kemudian Zhi menjatuhkan kembali tubuhnya dan menoleh ke arah Zhao yang tenang di alam mimpi.
“ Zhao.. ” Panggil Zhi biasa.
“ Zhao! ” teriak Zhi hingga membuat Zhao menggerakkan kepala nya terkejut. Ia mengerjakan matanya perlahan dan melirik ke arah Zhi yang menatapnya tajam.
“ Itu kaki mu! angkat. ” Titah Zhi.
Zhao pun segera mengangkat kakinya dan tersenyum. “ Selamat pagi. ” ujarnya sembari duduk.
Zhi berdahem dan segera merapikan rambut nya lalu turun.
“ Segeralah mandi, aku akan menyiapkan air hangat untuk mu. ” ucap Zhi kepada Zhao.
“ Iya. ”
Zhi melangkahkan kakinya ke kamar mandi guna mengisi bak dengan air hangat. Dengan masih sesekali menguap dirinya menunggu bak hingga terisi penuh.
Ketika bak itu sudah penuh dengan air. Zhi langsung menarik selang dan hendak berbalik. Namun dirinya terkejut ketika melihat Zhao menatapnya dengan tersenyum miring.
“ Zhao kau--”
****
“ Kakak ipar! ” Devan mengetok pintu kamar Zhao.
Zhi dan Zhao yang telah setelah mandi bersama mendengar suara Devan yang terlihat panik membuat Zhi langsung menuju pintu. Tapi Zhao langsung mencegah nya.
“ Cadar mu. ” ucap Zhao sembari memberikan cadar istrinya.
__ADS_1
Zhi mengangguk dan tersenyum tipis. Kemudian mengambil cadar itu dan membuka pintu.
“ Kakak ipar.. ” Devan menatap sekilas Zhi kemudian melirik Zhao.
“ Ada apa Devan? kenapa kau datang pagi sekali? ” tanya Zhi heran.
“ Itu.. ada naga di luar yang menganggu warga! kakak harus segera memeriksanya. Itu naga yang persis di hutan. ” ucap Devan.
Zhao melirik ke arah Zhi dengan tanda tanya. tapi Zhi langsung melotot ketika mendengar itu.
“ Astaga! ayo kita kesana. ”
“ Zhi, tunggu! kau-- ” Zhi menatap zhao tanda tanya.
Belum sempat Zhao mengatakan ucapannya, Zhi langsung mengingat pedang kesayangannya.
“ Ah iya aku lupa! sebentar Devan. Aku akan mengambil sesuatu dulu. ” Zhi menghempas pelan tangan Zhao dan berlari ke dalam.
“ Zhi. Kau harus ikut dengan ku. ” ucap Zhao tak suka menatap Devan.
“ Zhao. cepatlah, kau mau membawa ku kemana? ” Zhao segera menarik tangan Zhi dan membawanya keluar istana.
Tak disangka ketika mereka bertiga sedang perjalanan menuju gerbang utama istana. Ratu datang dan menemui mereka dengan wajah khawatirnya.
“ kalian mau kemana? lebih aman jika kalian berada di kamar. Semua orang sudah meninggalkan tempat. ” katanya.
Zhi memberikan hormat kemudian mendongak menatap wajah ratu. “ Maaf. Hamba menolak mentah-mentah perintah ratu sekarang. Saya harus membantu warga. ” ucap Zhi dengan lantang.
“ Zhi! ” Belum sempat ratu berbicara. Devan langsung menyeretnya pergi dari hadapan Zhi dan Zhao.
Devan menoleh ke belakang dan mengedipkan sebelah matanya. Zhi mengangguk dan membentuk "Oke" lewat jarinya.
__ADS_1
Zhi langsung menarik tangan Zhao yang masih terdiam ditempatnya. Menuju gerbang utama depan dimana prajurit istana berusaha untuk menghalangi naga itu merusak kediaman istana.
Ketika Zhi melangkah ke depan satu langkah. Dirasa nya angin langsung membuat tubuh Zhi terdorong ke belakang. Dimana sebuah naga yang ia lihat berada di atas dan melayang kesana kemari.
“ Naga itu.. ” Zhi sudah bersiap dengan pedang hendak melawan. Tapi Zhao menggeleng, khawatir mengenai kondisi istrinya yang kurang sehat.
“ Tidak Zhao. Aku harus membasmi mereka.. Kau tenanglah disini. ” ucap Zhi.
“ Tidak! biar aku saja.. ”
“ Zhao aku mohon.. ” Zhi membuat wajah puppy eyes nya.
Zhao menghela nafas dan mengangguk. Ia kemudian melihat Zhi langsung mendarat di atas genting salah satu warga. Ia terlihat mengibaskan pedang nya sekilas membuat naga itu langsung mengamuk keras.
Kemudian naga itu berbalik menatap Zhi. Ia mendekat sementara itu di bawah sana mereka terkejut karena adanya wanita bercadar yang sebelumnya membuat kehebohan di pasar.
“ Kita bertemu lagi, naga.. ” Zhi tersenyum.
“ Apa yang kau lakukan disini?! jangan macam-macam.. ” Naga itu berbicara.
Zhi tersenyum dan memiringkan kepalanya.
SRAK!
Zhi langsung membuat naga itu mundur dan mengaum keras kembali. Sebelum naga itu akan membunuhnya, Zhi langsung berlari dari atap ke atap menjauh dari pemukiman warga.
Sementara Zhao yang melihat istrinya membawa naga itu keluar. Zhao langsung memberikan tugas kepada Li yang berada di sampingnya.
“ Urus warga disini. Dan jaga istana baik-baik, aku akan menyusul istri ku. ” ujar Zhao kepada Li.
Dengan mengambil pedang salah satu prajuritnya. Zhao langsung berjalan cepat meninggalkan lokasi menuju istrinya berada..
__ADS_1
Bersambung..