Menikahi Pria Candu

Menikahi Pria Candu
SIAPA WANITA BERCADAR ITU?


__ADS_3

Bangunan kokoh yang berdiri tegak itu kini di hias dengan beberapa macam bunga dan barang antik yang kian menawan. Beberapa barang telah di berikan kaca sebagai pembatas. hingga dari dekat kerajaan Fang terlihat seperti museum barang antik.


Beberapa kerajaan juga di undang di acara ulang tahun istana tersebut. Hingga nampak sekali orang-orang padat di dalam aula yang sangat luas sekali.


Pangeran Bao baru saja sampai disana ketika malam hari. Dua orang prajurit bertugas berjaga disana langsung mengecek undangan dari pangeran Bao.


“ Anda boleh masuk. ” ucapnya membuka pintu besar nan kokoh.


“ Maaf, perlihatkan undangan anda. ” ucap prajurit.


Pangeran Bao menyipitkan matanya menatap prajurit itu


“ Mereka utusan kaisar kerajaan Chang. Undangan telah di berikan beberapa jam yang lalu. ” ucap pangeran Bao.


Sontak saja mereka berdua langsung menunduk hormat.


“ maafkan kami. Kami tidak tahu jika anda adalah utusan kaisar penting bagi istana kami. Silahkan masuk, ” ucap nya.


Pangeran Bao menggelengkan kepalanya, kemudian ketiga manusia itu memasuki kawasan kerajaan Fang.


“ Mewah sekali.. desainnya sungguh sederhana namun menyilaukan mata. ” ucap Devan di belakang Bao.


Bao mengangguk. Ia menatap dari sudut ke sudut istana itu dengan terpukau.


“ Apa kita akan disini saja? ” tanya Yuan.


“ Acaranya akan dimulai satu jam lagi. Kau jangan risau. ” ucap Devan.


Beberapa gadis melihat penampilan Bao yang sangat menawan sekali untuk dilihat. Sontak saja Yuan menyeret Devan untuk segera masuk saja ke dalam daripada harus diluar.


Kondisinya pun berbahaya, bisa saja mereka di serang oleh musuh karena kelalaian. Walaupun di dalam kawasan aman namun tetap saja Yuan harus berjaga-jaga. Karena istana tidak menyediakan tamu membawa peralatan tajam dan memilih untuk mengandalkan anak buah yang tersedia supaya berjaga dalam acara penting ini.


“ Kau ini apa-apaan sih? bisa tidak jangan menyeret ku. ” keluh devan tidak suka.

__ADS_1


“ Jika kau ingin pergi melihat-lihat nanti saja. Pangeran Bao risih dengan tatapan wanita-wanita itu. ” ucap Yuan.


“ aku sangat tidak nyaman berada disini. ” Bao terlihat takut. Ia terbiasa dengan kehidupan istana Chang daripada dipenuhi orang disini.


“ bersabarlah pangeran, hamba akan mencari kaisar. ” ucap Yuan.


“ Aku ikut!.. ” ucap Devan.


Bao pun sendirian di dalam aula, ia tidak mengenal tamu-tamu disana. Ia merasa terpojokkan karena seorang diri. Beberapa wanita terlihat mendekat ke arahnya.


“ Hai, apa boleh kita kenalan? ”


Bao melirik ke arah wanita itu, ia tersenyum tipis..


“ Xiao Bao. ” ucap Bao.


“ Nama mu bagus sekali, aku putri dari kerajaan Liu. Nama ku Jing mi, salam kenal. ” ucap Jingmi.


Bao mengangguk dan tersenyum. Ia menatap ke sekeliling berharap seseorang datang menyelamatkannya.


“ Permisi, bisa anda ikut saya sebentar? ada urusan yang harus saya selesaikan dengan anda. ” ucap nya kepada Bao.


Bao melotot terkejut. “ I-iya, maaf aku harus pergi. Lain kali saja kita bicara, ya. ” ucap Bao.


Kemudian dirinya menyusul wanita itu dan meninggalkan Jing mi yang terlihat kesal.


“ Selalu saja ada perempuan yang menganggu incaran ku. ” Eluh Jing mi kemudian meninggalkan tempat menuju tempat duduknya.


Bao di antar oleh wanita itu meninggalkan Aula dan pergi ke sebuah ruangan. Bao tentu saha merasa heran dengan wanita didepannya. Wanita aneh yng harus dia waspadai.


“ Maaf, boleh aku bertanya? ” tanya Bao.


Wanita itu tidak menjawab. Artinya iya.

__ADS_1


“ Kenapa kau membawa ku ke tempat sepi? kau mau membawa ku kemana? ” tanya Bao.


Wanita itu menghentikan langkahnya. “ Kita sudah sampai, anda di tunggu di dalam. Saya pamit undur diri. ” ucap nya menundukkan badan kemudian meninggalkan Bao di depan pintu rahasia.


Deg!


Tiba-tiba hening setelah perempuan itu tak ada lagi didepannya dan menjauh dari posisinya. Bao mengetuk pintu.


Tok tok tok


Tak ada jawaban.


Klek!


“ Pangeran Bao? ” ucap Yuan.


Bao terkejut menatap dayang istana nya. “ Kau ini mengagetkan saja. Ku kira siapa yang sedang menunggu ku. ” ucap Bao.


“ Kaisar, pangeran Bao telah sampai. ” ucap Yuan.


“ Ajak dia masuk! ”


“ Pangeran anda diperintahkan masuk, silahkan. ” ucap Yuan melangkahkan kakinya pergi.


Bao melangkah ke dalam, menatap kaisar dengan buku-buku di depannya.


“ Duduklah Bao. ” ucap Zhao.


Bao kemudian duduk di hadapan Zhao. “ kenapa kaisar berada disini? seharusnya kaisar berada di aula. ” tanya Bao dihadapannya.


“Aku tidak suka keramaian. Acaranya akan dimulai beberapa menit lagi dan itu akan kita gunakan untuk mengobrol sebentar. ” ucap Zhao.


“ Mau berbicara apa? ” tanya Bao

__ADS_1


“ Aku bertemu dengan ibu mu. ” ucap Zhao.


Deg!


__ADS_2