
Para tamu yang kecewa langsung protes kepada kaisar. Sementara Zhi hanya diam di tempat dengan posisi tegak tanpa membuka kain hitamnya. Kaisar yang kebingungan pun langsung melirik ke arah Zhi sembari memikirkan apa yang harus ia katakan kepada para tamu-tamu nya.
“ Kau sudah merencanakan ini, Zhi? ” tanya dayang Ju.
“ Kau mencurigai ku? ” tanya Zhi balik.
Dayang Ju hanya diam. Ia tak lagi bertanya.
“ Maaf semua atas ketidaknyamanan nya. Mungkin Penari Zhi masih kehilangan keseimbangan sebab tariannya tadi. Saya akan berbicara dengannya. ” ucap Kaisar.
Kaisar menatap ke arah dayang Ju dan mengode membawa Zhi kehadapan nya.
Dooongggg
“ Silahkan menikmati hidangan yang disediakan. ” Permaisuri berkata.
“ Terima kasih kebaikannya permaisuri. ” Mereka berdiri dan membungkuk hormat kemudian duduk kembali.
Tap Tap Tap
Zhi berjalan di sebuah lorong, lorong itu adalah lorong kamar-kamar anggota kerajaan. Dan Zhi di dorong masuk oleh dayang Ju ke sebuah ruangan.
Brak!
Dayang Ju menutup pintu rapat dan berdiam diri menjaga kamar Zhi.
Zhi kemudian membalikkan badan menatap kaisar yang menatapnya dalam. Zhi langsung menunduk.
“ Apa kau kelelahan? ” tanya Kaisar.
Zhi menggelengkan kepalanya. “ Apa aku kurang baik kepada mu? ” tanya Kaisar.
Zhi menggelengkan kepalanya.
“ Apa aku kurang memperhatikan mu? ” tanya kaisar.
__ADS_1
Zhi menggelengkan kepalanya lemah.
“ apa aku ada kurangnya, nona? kau sudah berjanji untuk meriahkan acara ini karena balas Budi mu kepada ku. Kenapa kau mempermalukan ku? ” tanya Kaisar.
Zhi mengangkat kepalanya menatap kaisar. “ Berikan hamba satu kesempatan lagi, hamba akan berjuang keras untuk menunjukkan kekuatan kerajaan Fang. ” ucap Zhi.
“ Satu kesempatan itu tidak lah kecil, jika aku memberikan mu kesempatan. Lalu sebagai gantinya kau akan melakukan apa? ” tanya Kaisar.
“ anda boleh menghukum ku jika aku kalah. ” ucap Zhi
Kaisar tertawa kecil mendengar ucapan Zhi. “ Baiklah aku setuju. ” ucap Kaisar.
“ Terima kasih atas kemurahan hati anda, saya akan berjuang lebih keras lagi. ” ucap Zhi.
“ Tunjukkan kemampuan mu itu. ”
Tap Tap
Berjalan dua langkah mendekati Zhi dan memukul pelan pundaknya.
“ Jika kau menang aku akan memberikan penghargaan untuk mu. ” ucap Kaisar dengan tersenyum kemudian melangkah meninggalkan Zhi.
Saat ini bangku kaisar yang tadinya kosong telah di isi dan Zhi sudah kembali ke posisinya.
“ Izinkan saya berbicara yang mulia. ” ucap Pangeran Gyo kepada Kaisar.
“ Bicaralah. ” ucap kaisar.
“ Bukankah nona ini kalah? mengapa dirinya kembali lagi? ” tanya Pangeran Gyo.
“ Tanyakan kepada penari itu, dia yang akan menjawabnya. ” ucap Kaisar melirik Zhi.
Zhi mendongak menatap pangeran Gyo yang menatapnya. Seolah dirinya bertanya lewat sorot matanya. tak hanya pangeran Gyo, semua tamu undangan pun menatapnya.
“ hamba diberikan izin untuk menyempurnakan kegiatan ini. Dan konsekuensinya sudah kaisar setujui. Jadi, dengan izin kalian doakan saya untuk menyenangkan hati kaisar dengan memberikan satu kesempatan berharga ini dapat memenangkan kompetisi. ” ucap Zhi sungguh-sungguh.
__ADS_1
“ Baiklah, ku rasa semua orang juga mengagumi mu. ” ucap pangeran Gyo setelah menatap ke kanan dan ke kiri menatap semua tamu yg menganggukkan kepalanya.
“ Terima kasih. ” Zhi menekuk setengah badannya kepada mereka semua.
Setelah itu pangeran Gyo kembali ke duduknya Zhi sudah menegakkan kembali badannya. Dirinya kemudian meminta dayang Ju kembali memakaikan kain hitam di matanya.
Setelah itu dayang Ju memberikan tombak yang terakhir. Ia menatap Zhi ragu.
“ apa kau bersungguh-sungguh? ” ucap Dayang Ju setengah berbisik.
Zhi menggerakkan kepalanya ke arah sumber suara dan mengangguk.
“ Percayakan pada ku. ” ucap Zhi.
Kemudian dayang Ju hanya berdahem khawatir saja. Kemudian dirinya menjauh beberapa langkah dan menatap Zhi juga.
Semua orang dibuat tegang akan aksi Zhi, terlebih lagi Bao dan Zhao. Zhao menatap ke arah Zhi dengan harapan dihatinya.
Zhi melatih jemarinya memegang tombak. Badannya sudah siap siaga lurus ke depan dan perlahan dirinya menarik tombak itu ke belakang dan...
Wuuusshhhh
Mengikuti arah angin, tombak itu dengan cepat melesat sesuai kecepatan yang diberikan Zhi. Zhi masih menutup matanya berdiri tegak di posisi semula.
Dughhtt!!
Semua orang terkejut menatap papan panah yang lubang dibuat tombak besar Zhi. Terlebih lagi tombak itu pohon disana memantulkan tombak tersebut kembali ke arah Zhi. Zhi memegang tombak itu lagi dengan Indra pendengarnya.
“ Nona! anda menang! ” ucap Dayang Ju dengan sumringah.
Zhi menoleh, “ Benarkah? ” ucap Zhi.
Kemudian dayang Ju membuka penutup mata Zhi dan membiarkan wanita itu menatap papan tombak di depan. Dirinya tersenyum dengan lebar menatap hasilnya.
“ Luar biasa! ” ucap Kaisar bangga.
__ADS_1
Semua orang bertepuk tangan meriah karena Zhi berhasil melesatkan tombak terakhirnya di papan tersebut.
Sedang Zhao dan Bao saling pandang dengan bertukar pandangan. Devan dan Yuan tak kalah terharunya melihat keberhasilan Zhi.