
Sesampainya di kamar ratu. Zhi langsung bisa melihat satu orang tabib dan pelayan di belakang nya. Ia mendekat dan menatap tabib itu kemudian menatap ratu yang terbaring pucat di atas ranjang.
” Permaisuri.. maaf hamba tidak sadar. ” ucap nya membungkuk kan badan serta menjaga jarak.
Zhi mengangguk saja menanggapi. ” Bagaimana dengan keadaan ratu? apa dia baik-baik saja? ” tanya Zhi.
Ia langsung duduk di sebelah ratu dan mengecek denyut nadinya sembari mendengarkan ucapan tabib.
“ Maafkan hamba permaisuri. Ratu hidup tak akan lama lagi sebab penyakit 'itu' sudah menyebar secara menyeluruh di badan. ” ucap Tabib.
Zhi langsung menoleh tajam ke arah tabib, sontak saja dirinya langsung berkeringat dan berlutut di hadapan Zhi.
“ Maaf permaisuri! hamba pantas di hukum karena kelalaian hamba. ” ucap nya dengan memohon ampun
Zhi menarik nafas serta otaknya berpikir keras bagaimana dirinya bisa menemukan obat penawar racun.
“ Bawa kan aku rumput Tiang Leng dengan rumput Kaihua! ” ucap Zhi setengah berteriak.
Tabib menoleh kepada pelayan. ” Apa yang kalian lakukan disana? cepat lakukan tugas kalian. ” ucap tabib.
Sontak saja kedua pelayan itu menunduk hormat sebelum pergi. Zhi menatap ke arah tabib itu dengan curiga. Ia menoleh ke arah Li yang baru saja sampai disana dengan nafas tersengal-sengal.
” Nona. ” Li melebarkan matanya dikala dirinya tak sadar bahwa Zhi sudah menjadi permaisuri.
” Maaf, maaf hamba lancang! ” ucap Li
__ADS_1
” Li, kemari! ” ucap Zhi.
Zhi membisikkan sesuatu kemudian Li menatapnya
“ Lakukan saja. ” ucap Zhi.
Li mengangguk kemudian pergi dari kamar ratu. Tak seberapa lama menjelang itu ketika Zhi dibantu tabib menyiapkan alat nya. Para pelayan tadi sudah membawa beberapa obat yang sekiranya akan dibutuhkan oleh Zhi.
“ bagus. Terima kasih. ” ucap Zhi merendah hati kemudian mulai memakai sarung tangan.
Para pelayan itu terkejut dikala Zhi mengucapkan terima kasih. Dengan tersenyum getir haru mereka mengangguk dan bersedia di depan pintu menjaga.
Zhi dengan telaten memakaikan jarum akupuntur untuk menyegel beberapa racun utama di dalam tubuh ratu. Sementara tabib hanya mengikuti instruksi dari wanita dihadapannya itu. Ia sedang meracik kedua bunga dan rumput itu di dalam sebuah wadah hingga menjadi halus.
“ apa sudah selesai? ” Zhi berdiri dan melirik ke arah obat itu dan ia menyingkirkan tangan tabib dan ia mengambil alih.
“ Permaisuri.. ” tabib terlihat terkejut ketika Zhi mencoba nya secara langsung.
Biasanya para permaisuri maupun ratu ketika mereka tau ada orang yang sakit mereka akan menunggu diluar kamar dengan berdoa. Tapi Zhi malah meracik obat sendiri dan menesti rasa obat yang ia racik dengan bibirnya sendiri. Bahkan tak segan-segan dirinya langsung mendudukkan ratu dan memaksa meminumnya. Bentar, Tabib dibuat kagum oleh perasaan ramah dari Zhi. Sebegitu sayangnya dirinya terhadap ratu hingga tanpa pikir panjang Zhi menesti rasa obat itu sendiri.
Back.
Zhi langsung mendudukkan tubuh ratu dan memaksa meminumnya. Walau berulang kali cairan itu merembes keluar. Tapi Zhi tetap harus membiarkan cairan itu ditelan walau hanya setetes.
Ditengah kesibukannya. Devan Li dan Yuan datang menghampiri Zhi.
__ADS_1
“ Nona apa yang kau lakukan! ”
Selir tadi yang memberitahu ratu sakit hendak mencegah. Namun tabib, Li, Devan dan Yuan langsung menghadang selir itu dengan tatapan tajamnya.
“ K-kalian.. apa yang kalian lakukan. Bisa saja itu ada racun. ” ucap selir itu. Selir Dao.
Li tersenyum miris. “ Ikut aku! ” Li menarik tangan selir itu untuk pergi dari kamar ratu.
Yuan dan Devan berbalik badan. Ia menatap ke arah Zhi yang terdiam ditempatnya menunggunya bereaksi.
Tak lama kemudian. Ratu terbangun dan memuntahkan sebuah cairan hijau dimana racun itu yang berada di tubuhnya.
Zhi langsung mencegah Devan dan menggelengkan kepalanya.
“ tapi kak.. ” Devan melemah.
Sesudah terbatuk-batuk. Ratu kembali pingsan dan ini giliran Zhi untuk mengambil jarum akupuntur itu dari badan Ratu.
“ Sekarang tugas tabib dan para pelayan. ” Zhi mundur.
“ Baik. Terima kasih permaisuri. Hamba berjasa kepada anda. ” Kata tabib.
Zhi langsung mengangguk kemudian pergi dari sana diikuti oleh Devan dan Yuan. Mereka bertiga keluar yang langsung disambut beberapa pangeran yang menantikan kondisi terbaru ratu.
“ Kenapa kalian kemari? ibu ratu sudah baik-baik saja. Sebaiknya kalian kembali, ” ucap Zhi
__ADS_1
Mereka mengangguk dengan menurut mereka pergi. Kemudian Zhi menatap ke arah Devan dan Yuan.
“ dimana, Zhao? ” tanya Zhi seketika membuat Devan teringat jika kakaknya sedang berada di desa.