
Li membawa selir pangeran Luo ke sebuah ruangan yang kosong. Bahkan ruangan itu jauh dari keramaian. Sedari tadi tak ada yang berani mendekat sebab wajah seram pengawal pangeran Zhao itu seolah malaikat pencabut nyawa.
Ia mendorong selir itu ke tempat pengasingan. Menatap tajam ke arah Selir tersebut.
“ Maaf atas ke tidak kesopanan hamba selir. Tapi ini menyangkut nyawa ratu, bagaimana bisa kau ingin membunuhnya? Katakan! ” Bentak Li dengan keras membuat selir Dao terperanjat.
Selir Dao menggeleng dan menangis. “ aku tidak melakukan apapun! aku dijebak !! ” ujar nya
Li menggeleng dengan senyuman seram nya. “ Kalau begitu silahkan tinggal disini sampai orang ny tertangkap. ” ucap Li.
Sontak selir Dao membulatkan mata dan berusaha mencegah Li menutup pintu. Namun yang namanya wanita pasti akan kalah dengan tenaga pria. Li mendorong tubuh selir Dao kemudian memborgol pintu itu
“ Bukakan pintunya!! aku tidak bersalah, aku dijebak!! pangeran Luo aku membenci mu!!! ” teriak selir Dao di dlm pengasingan.
Lain hal nya dengan Zhi sekarang. Setelah berada di kediaman ratu, sekarang dirinya di kaget kan dengan kondisi Desa yang berantakan. Entah karena kemarahan rakyat sebab tahun baru hari ini tidak terlaksana atau ada yang menculik mereka.
“ Kemana perginya semua rakyat ku? ” tanya Zhi ketika dirinya menatap lorong desa yang kosong.
” Aku tidak tau kak! ” ucap Devan juga heran.
Ketika mereka berjalan ke desa. Sebuah rumah tak jauh dari mereka ambruk. Sontak saja Devan menyipitkan matanya ketika melihat salah seorang warga mengamuk. Badannya amburadul, pakaiannya Sobek sobek, serta darah di badannya dimana-mana.
“ Kau.. ” ucap Zhi terkejut.
Itu seperti monster. Bukan manusia jika Zhi perhatian lebih dalam lagi.
“ Tolong aku.. mereka membawa istri dan anak ku pergi! mereka membawa dan akan membunuh istri ku!! tolong aku. ” Katanya dengan berlutut.
Zhi terkejut setengah mati. “ Katakan, apa terjadi sesuatu disini? ” tanya Devan
“ ada pemberontakan di desa. Orang yang tidak kami kenali masuk ke dalam desa dan menghancurkan rumah-rumah kami. Mereka membawa senjata tajam dan memaksa semua warga untuk pergi dari sini. Untung pada waktu itu aku sedang ada kepentingan di dalam istana hingga aku aman. Tapi saat aku keluar aku hanya mendapati poster ini. ”
Devan langsung mengambil poster itu dan membacanya. Zhi mendekat dan memegang poster itu. Tanda pembajakan di sudut poster membuat Zhi meremas kuat poster itu.
” kerahkan seluruh bawahan kita untuk melindungi istana. Bawa 20 prajurit untuk ikut dengan ku. ” ucap Zhi kepada Devan.
Devan mengangguk dan meninggalkan Zhi untuk menyiapkan semuanya.
__ADS_1
“ kau tenang saja. Anak dan istri mu akan aman, ayo aku bawa kau ke istana. Tenangkan diri mu. ” ucap Zhi
Yuan memapah pria tua itu untuk masuk ke dalam istana. Zhi langsung pergi ke kamarnya. Tiba-tiba dirinya mengingat suaminya yang katanya berada di desa. Pantas saja Zhao pergi tanpa jejak. Kemungkinan besar Zhao melindungi rakyat tuk membantu tugasnya.
“ tenang Zhao, sebentar lagi aku akan datang. ” ucap Zhi.
Zhi langsung membuka lemari pakaiannya dan mengambil satu pedang kesayangannya. Ia membuka cadar nya dan mengambil satu pakaian hitam. Mengganti pakaiannya dengan warna hitam serta cadar nya.
Tanpa ia ketahui, pangeran Xing yang sedang mencari Zhi tak sengaja lewat dan menemukan Zhi dalam keadaan wajah yang polos tanpa cadar. Ia terkesima akan kecantikan dibalik setengah wajahnya itu.
Zhi berbalik badan dan bersiap akan keluar. Namun ia menatap pangeran Xing yang berjalan ke arahnya.
“ pangeran.. ”
“ Kau akan kemana, Zhi? pakaian mu.. ” Pangeran Xing mengerutkan dahinya.
“ ada pemberontakan dari desa asing yang masuk ke dalam wilayah ku. Aku harus membantu rakyat ku sebelum banyak korban yang dimakan. ” ucap Zhi
“ Aku akan membantu mu! ” ucap pangeran Xing.
“ terima kasih atas bantuan hamba, saya sangat berhutang Budi. ”
Zhi dan pangeran Xing berjalan dengan cepat akan keluar dari istana. Para pelayan sudah tidak kelihatan berkeliaran, mungkin Devan sudah mengamankan semuanya supaya tak ada korban di dalam istana.
Ketika pangeran Xing hendak keluar dari istana. Ia mendengarkan pembicaraan Zhi kepada salah seorang pelayan yang tak jauh dari pintu gerbang. Anehnya ada satu rakyat yang menatapnya, tepat di sebelah pelayan itu.
“ Kau tetap disini bantu aku untuk mengamankan istana, Yu. Aku akan kembali beberapa jam lagi. ” ucap Zhi.
“ berhati-hatilah nona. ” Yu memeluk Zhi sembari memasukkan sesuatu ke dalam tas Zhi.
Zhi mengangguk. Kemudian dirinya pergi dengan Xing, beberapa kuda sudah di siapkan di halaman. Devan sudah mengatur 20 prajurit terkuat di tahun ini untuk ikut dengan mereka pergi
“ Pangeran Xing. ” Devan menundukkan badannya hormat.
“ Devan, pangeran Xing akan ikut dengan kita pergi. Persiapkan kuda untuk nya. ” ucap Zhi.
Devan mengangguk. Sementara Devan pergi, Zhi meraba tubuhnya dan merapikan pakaiannya.
__ADS_1
“ Zhi. Aku lihat tadi pelayan itu memasukkan sesuatu ke dalam tas mu. ” ucap pangeran Xing.
Zhi menoleh. “ Iya, itu batu permata yang ku dapatkan dari dirimu. ” Zhi memperlihatkan batu mulia itu.
“ kenapa bisa ada di dia? ” tanya Pangeran Xing.
“ Dia adalah dayang ku. Tidak akan ada yang menaruh curiga bahwa ada batu mulia ini di dalam kamarnya. Karena itu aku menitipkan ini kepadanya tanpa seseorang ketahui. ” ucap Zhi.
Pangeran Xing mengangguk paham. ” Lalu batu mulia di kamar mu itu? ” ucap pangeran Xing
Zhi hendak menjawab. Namun suara kuda dari jauh membuat Zhi menghiraukannya.
” ayo bersiap! ” ucap Zhi meloncat dan naik ke punggung kuda.
Diikuti oleh pangeran Xing dan Devan di sebelah kanan dan kirinya.
“ kalian sudah siap? persiapkan semuanya, aku tak ingin kalian ada yang terluka apalagi sampai ada problem di perjalanan. Mengerti? ” ucap Zhi kepada prajurit nya.
“ siap, mengerti! ”
“ Baik. Jalan!! ”
Suara kuda dari ketiga nya berbunyi dan melesat meninggalkan istana diikuti oleh prajurit yang berlari di belakang mereka.
Sebenarnya para prajurit sedikit terkejut siapa wanita bercadar yang mengikuti mereka. Bahkan ia di dampingi oleh Pangeran Xing.
Mengingat ada permaisuri baru yang konon bercadar. sontak saja Mereka paham bahwa wanita bercadar yang memimpin perjalanan mereka adalah seorang permaisuri sendiri.
...----------------...
Sebutan:
Ω . batu mulia
Ω . batu merah
__ADS_1
Ω . batu permata