
“ Kamu kenapa? ” Tanya pangeran Zhao mendekat ke arah ku.
“ Tidak, aku tidak apa-apa. ” Ujar ku
“ Kau menangis? ” tanya pangeran Zhao memperhatikan gerak-gerik ku.
“ Tidak ada pangeran Zhao, aku.. aku hanya merasa tidak enak badan. ” ujar ku tersenyum ke arah nya.
“ Sebaiknya kau istirahat, sini biar aku antar. ” ujar pangeran Zhao.
“ Ah tidak, tidak perlu. Aku bisa sendiri, terima kasih atas tawarannya. ” ujar ku mundur beberapa langkah. Menghindari tangannya, aku tersenyum kecil lalu berbalik badan.
“ Aku tahu kau sedang sakit hati dengan ucapan ibu ratu. Tapi kenapa kau yang sakit hati? Aku saja tidak menanggapi ucapannya terlalu dalam, ” gumam nya menatap k arah ku yang semakin jauh dari pandangannya.
******
“ Nona apa anda baik-baik saja? Kenapa wajah anda terlihat lelah, ” Yuan mendekat ke arah ku. Duduk di depan ku dan memeriksa kondisi ku dengan tangannya.
“ Nona, anda demam? ” Ujarnya panik.
“ Yuan, rahasiakan ini dari pangeran. Aku baik-baik saja, ” ujar ku.
“ Tapi nona, anda dalam keadaan tak stabil. Apakah Anda memiliki masalah dengan pangeran? ” Ujar Yuan.
Aku mengangguk lemah menjawab. Terdengar suara helaan nafas nya, tatapannya lembut tiba-tiba menyerang ku. Tapi ku rasakan pusing mendalam di bagian kepala ku.
“ Nona, aku akan memanggil tabib. ” ujar Yuan dengan panik.
__ADS_1
“ Yuan, kau belikan saja obat panas untuk ku. Aku tidak apa-apa, ” ujar ku dengan tersenyum.
“ Tapi.. ”
“ Aku mohon, jangan biarkan pangeran tahu kondisi ku. ” ujar ku merasa tak enak apa bila setiap saat pangeran harus ada di sisi ku.
“ iya baiklah, aku harap sebelum aku kembali membawakan obat untuk anda. Anda bisa berjaga diri nona, ” ujar Yuan.
“ Iya, terima kasih.. ” ujar ku yang hanya di jawab anggukan pasrah dari Yuan.
Ia pun berlalu, aku membaringkan tubuh ku ke ranjang. Membuat ku hendak menutup mata, namun mendengar suara serapan langkahan kaki membuat aktifitas ku sedikit terganggu.
“ Li Zhe, aku baru melihat pelayan mu pergi dari kamar. Apakah kau baik-baik saja? ” Pangeran Zhao kembali bertanya. Ketika ia merasakan heran, pelayan Yuan pergi setelah aku istirahat.
“ Aku tidak apa-apa pangeran, aku hanya ingin istirahat. ” ujar ku menjawab. Di iringi senyuman simpul dari ku.
Aku hanya bisa tersenyum kecil dan lemah. Ia berjalan ke arah meja kerja nya, apa lagi kalo selain meracik obat.
“ Pangeran, apakah anda tidak ada kerjaan lain selain meracik obat? ” Tanya ku.
“ Tidak ada, rasanya.. aku tidak bisa move on dengan pekerjaan ku saat ini. Apakah kau terganggu dengan bau nya? ” Ujar pangeran Zhao.
“ Tentu saja tidak, apa aku boleh meminta sesuatu? ” tanya ku.
“ Apa yang kau inginkan? ” Tanya pangeran Zhao seolah-olah penasaran.
“ Aku hanya ingin lilin aromaterapi, pikiran ku seakan-akan melayang kemana-mana setiap harinya. Apakah aku boleh mendapatkannya? ” Tanya ku.
__ADS_1
Terlihat ia terdiam beberapa saat, tanpa aku duga dia berdiri. Mendekat ke beberapa susunan lemari. Lalu membuka satu di antaranya.
“ Aroma lavender jauh lebih menenangkan. Kau mau mencoba nya? ” ia melirik ke arah ku.
Aku tersenyum lalu mengangguk menimpali ucapannya. “ Baiklah, sesuai yang kau inginkan. ” ujarnya mengambil satu buah lilin berwarna ungu. Ia pun mengambil pematik, lalu menyalakan lilin itu.
Huhh
Ia memberikan angin terhadap lilin itu supaya apinya padam. Seketika, aku mencium bau yang menyejukkan di ruangan ini. Asapnya yang tak terlalu banyak, tapi aroma nya yang menyengat sudah menjalar di seluruh ruangan. Membuat ku merasakan sensasi kesegarannya dan otak ku mulai merasakan efeknya. Ya beginilah sistem kerja hemat mode menurut pangeran.
“ Ini, aku menambahkan rumput baegjun yang bisa mengurangi kadar asap tebal pada lilin. Jadi kau tak perlu menutup tirai untuk menghindari asap nya. ” ujar nya.
“ Terima kasih pangeran, aku tak menyangka jika kau pernah membuatnya. ” ujar ku.
“ Aku juga tidak menyangka, aku mempunyai stok lilin. Tapi aku berpikir sejenak, suatu ketika memori ingatan di dalam otak ku muncul. Aku pernah membuatnya, karena pada musim dingin. Aku susah mencari bunga untuk di racik obat, membuat ku hanya bisa membuat lilin ini. Tak ku sangka ini juga berguna di dalam kamar ku, ” ujarnya dengan senyuman.
“ Apa kah pangeran sempat memikirkan lilin ini tak berguna? ” ujar ku mengerutkan dahi.
“ Ya, sejujurnya aku kurang menyukai obat-obatan. Tapi aku hanya gemar membuatnya, rasa pahitnya yang sudah ku ketahui dari kebanyakan masyarakat. Membuat aku memiliki inspirasi, membuat obat dengan rasa yang manis. ” ujar pangeran.
“ Apakah hanya ada satu rasa? Pangeran tidak mencoba beberapa rasa lainnya? ” ujar ku.
“ Tidak, aku tidak tahu bagaimana caranya mencoba rasa itu. Aku masih memikirkannya, ” ujarnya berlalu meninggalkan aku.
Dari pengalaman aku, aku bisa mengasah kemampuan ku dalam bidang perobatan. Karena sejujurnya ibu ku juga menyukai semacam meracik obat. Ternyata, hobi ibu juga menurun kepada ku. Baiklah, seberapa bisanya aku meracik obat. Li zhe, tunjukkan kemampuan mu! Ujar ku menyemangati diri ku sendiri.
Aku beranjak dari ranjang, aroma lavender membuat ku benar benar melayang di dalam suasana yang damai dan membuat pikiran ku jauh lebih jernih. Tak ada ku rasakan lemas atau pun pusing di buat aroma nya.
__ADS_1
Pangeran, boleh kah aku memuji bakat mu? Ujar ku di dalam hati.